Gambar diambil dari: www.gizmodiva.com

KOMPAS.com | Jumat, 16 April 2010 | Jika Anda termasuk orang punya
prisip 'sangat rewel' dengan urusan kebersihan sebaiknya berpikir
ulang. Sebuah riset mengindikasikan, penerapan kebersihan yang terlalu
berlebihan di kehidupan modern telah memicu peningkatan yang tajam pada
kasus alergi.

Beragam penyakit yang berkaitan dengan alergi seperti demam akibat
alergi (hay fever), eczema, hives (urticaria) dan asma dilaporkan
mengalami kenaikan di negara-negara maju.

Prof Guy Delespesse, seorang profesor di Fakultas Kedokteran
Universitas Montréal, melakukan kajian yang menghubungkan antara tren
peningkatan kasus penyakit-penyakit tersebut dengan lingkungan steril
yang diciptakan oleh gaya hidup yang serba bersih saat ini.

Alergi merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh beragam faktor
seperti riwayat keluarga, polusi udara, makanan yang diproses, stres
dan merokok. Namun Prof Delespesse bilang minimnya bakteri di dunia
tempat kita hidup mungkin bisa jadi merupakan faktor paling penting.

"Ada hubungan yang terbalik antara tingkat hygiene dengan kasus
penyakit alergi dan autoimun," kata Prof Delespesse, yang juga memimpin
laboratorium riset tentang alergi di Universitas Montréal.

"Semakin steril lingkungan tempat anak kita tinggal, semakin tinggi
risiko anak-anak mengidap alergi atau masalah kekebalan tubuh dalam
hidupnya," terang Prof Delespesse.

Ia menyodorkan sebuah fakta menarik. Pada 1980, 10 persen populasi
penduduk Barat mengidap alergi, tetapi sekarang ini angkanya naik
menjadi 30 persen. Pada 2010, satu dari 10 anak disebut asmatik dan
rata-rata angka kematian yang dihasilkan dari penderitaan ini meningkat
28 persen antara 1980 dan 1994.

"Ini pun bukan hanya prevalensinya, tetapi juga tingkat kegawatan dari
kasus. Wilayah yang kondisi sanitasinya tetap stabil juga memiliki
tingkat kasus alergi dan penyakit peradangan yang tetap konstan. Alergi
dan penyakit autoimun seperti diabetes tipe 1 dan multiple sclerosis
adalah hasil dari upaya sistem kekebalan yang balik menyerang kita,"
papar Prof Delespesse.

"Bakteri dalam sistem pencernaan sangat penting artinya bagi kita dan
juga berperan untuk melatih sistem kekebalan tubuh kita. Mereka
mengajarkan bagaimana tubuh bereaksi terhadap benda asing. Inilah
sebuah kunci dalam perkembangan kekebalan tubuh anak-anak," ujarnya.

Meskipun kebersihan dapat mencegah dan menghindarkan seseorang terhadap
bakteri berbahaya, tetapi juga sekaligus membatasi kita dari paparan
terhadap mikroorganisme yang menguntungkan. Alhasil, flora bakteri
dalam sistem pencernaan kita tidak lagi "kaya" dan beragam sebagaimana
mestinya.

Prof Delespesse menyarankan, konsumsi probiotik - atau makanan-makanan
seperti yogurt yang mengandung campuran organisme baik - dapat membantu
mengatasi masalah ini dengan cara memperkenalkan bakteri kepada usus.

"Mengonsumsi probiotik selama kehamilan dapat membantu mengurangi
alergi pada anak-anak. Ini bukanlah ramun ajaib, tetapi salah satu dari
banyak elemen yang dapat memperbaiki diet dan kesehatan kita," tandas
Prof Delespesse.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 4/18/2010 07:31:00 AM

Kirim email ke