KOMPAS.com | Selasa, 27 Oktober 2009 | Saat terjangkit flu, tindakan
yang paling mudah Anda lakukan adalah dengan mengonsumsi obat-obatan
yang dibeli bebas di apotek. Ada yang berhasil, ada pula yang tidak,
sehingga harus berkonsultasi dengan dokter.

Namun, pernahkah Anda mencoba membantu perlawanan Anda terhadap flu
dengan menyantap makanan yang mendongkrak imunitas? Anda mungkin pernah
mendengar tentang makanan pendorong imunitas seperti bawang, makanan
kaya seng (seperti tiram dan kacang), dan makanan yang kaya linoleic
acid (keju keras). Namun makanan ini ternyata tidak terbukti mampu
memerangi flu. Hasil penelitian yang dilakukan John La Puma, MD,
penulis Chef MD's Big Book of Culinary Medicine, justru memaparkan enam
jenis makanan yang lebih efektif dalam menyembuhkan penyakit musiman
ini.

1. Produk quercetin: apel, bawang, brokoli, tomat
Quercetin adalah satu dari ribuan jenis flavonoid, substansi yang
memberikan warna pada tanaman, dan memberi manfaat kesehatan. Menurut
La Puma, dalam suatu penelitian yang diterapkan pada tikus, latihan
yang melelahkan meningkatkan potensi flu, namun quercetin mampu
mengalahkan efek negatifnya. Pada penelitian lain yang melibatkan
pengendara sepeda, yang dilakukan oleh Appalachian State University in
Boone, NC, quercetin dipercaya membantu pencegahan penyakit berkat
kandungan antiperadangannya.

2. Sup ayam
Ini bukan sekadar sugesti. Sup ayam benar-benar memiliki kemampuan
menyembuhkan, demikian menurut La Puma. Semangkuk sup mampu mengurangi
ingus atau lendir dalam tenggorokan, dan memudahkan untuk
mengeluarkannya. La Puma juga mengatakan bahwa sup ayam lebih efektif
daripada penggunaan air panas. Untuk mendapatkan manfaat antiperadangan
dan kesehatan lainnya, disarankan untuk membuat sup ayam dengan sayuran
daripada membeli produk sup kemasan yang dijual di supermarket atau
yang hanya dimasak dengan ayam.

3. Teh hijau
Menurut situs WebMD.com, teh hijau memberikan sejumlah manfaat
kesehatan, dari memerangi flu, kanker, dan penyakit jantung, serta
menurunkan kolesterol, membakar lemak, mencegah diabetes dan stroke,
serta demensia. "Teh hijau memiliki aktivitas antivirus yang melawan
influenza," jelas La Puma, merujuk studi dari Dr. Rath Research
Institute di Santa Clara, CA, dan Department of Biotechnology, College
of Engineering, Yonsei University di Seoul, Korea Selatan. Teh putih
dan teh hijau mengandung kadar catechin (flavonoid yang menyimpan
kemampuan antivirus) yang lebih tinggi daripada teh hitam atau teh
oolong. Teh hitam dan oolong memang memiliki kandungan catechin, dan
lebih tinggi daripada teh hijau dalam polyphenol lainnya. Jadi, selain
menjadi pilihan kedua dalam memerangi flu, kedua jenis teh ini masih
baik untuk kesehatan secara umum.

4. Makanan yang mengandung vitamin D: salmon, tuna, sarden, susu, dan
sereal
Suatu penelitian yang dilakukan pada tahun 1940-an menunjukkan bahwa
tikus yang menerima makanan rendah vitamin D lebih mudah terkena
infeksi flu babi eksperimental daripada yang menerima vitamin D yang
cukup. Penelitian ini belum terbukti pada manusia, namun La Puma dan
para ahli lainnya meyakini bahwa mendapatkan vitamin D dengan cukup
dapat memberikan perlindungan terhadap flu babi. Vitamin ini dipercaya
menyebabkan produksi substansi antimikroba dalam tubuh.

Di antara berbagai jenis makanan yang mengandung vitamin D, menurut La
Puma salmon adalah sumber terbaiknya. Memanggang salmon dapat menjaga
kandungan vitaminnya. Sedangkan memasak jenis ikan berlemak yang
terbaik adalah dengan mengukus dan merebusnya, daripada menggoreng dan
menumisnya. Menyimpan ikan di dalam minyak (seperti pada sarden) juga
memungkinkan kandungan omega-3 dan vitamin D-nya bertahan. Dengan
sendirinya, membuang minyak dari ikan kalengan juga akan menghilangkan
vitamin D-nya.

5. Yogurt dan kefir dengan bakteri yang masih aktif
Salah satu blog post dalam Epicurious, Fight Off the Flu with Delicious
Yogurt Recipes, membahas sebuah studi yang mengatakan bahwa probiotik
-bakteri baik yang ditemukan dalam yogurt dan beberapa makanan lain-
dapat mengurangi gejala flu. Menurut La Puma, probiotik telah terbukti
mampu mengurangi demam, batuk, dan ingus hingga 73, 62, dan 59 persen
pada anak berusia 3-5 tahun. La Puma menyarankan, ketika membeli yogurt
dan kefir, pastikan label kemasannya mengatakan "Live and Active
Cultures" dan konsumsi berbagai jenis makanan berfermentasi lainnya.
Makanan seperti kimchi, tempe, sauerkraut, atau miso menyediakan jenis
bakteri baik yang berbeda, dan tentunya manfaat yang berbeda.

6. Rempah pedas, atau buah-buahan dengan vitamin C
Rempah yang pedas tidak hanya membantu membersihkan sinus, tetapi juga
menjadi sumber vitamin C, yang telah terbukti mampu mengurangi
terjadinya pneumonia yang diikuti dengan flu. Vitamin memiliki
kandungan antivirus dan mendorong produksi antibodi, jelas La Puma.
Jika Anda tak tahan pedas, ganti dengan buah-buahan yang diperkaya
dengan vitamin C, seperti jambu, jeruk, stroberi, belewah, dan pepaya.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 4/18/2010 10:21:00 PM

Kirim email ke