Tempointeraktif.com | Rabu, 14 April 2010 | Peter Maisse sedang
membersihkan sebuah gudang tua di New Hampshire. Pekerjaannya itu
menakdirkan lain, setelah pembongkaran gudang itu menemukan tujuh
gulungan film nitrat di dalamnya. Luar biasanya, salah satunya adalah
salinan film bisu tahun 1913 tentang Abraham Lincoln.

"When Lincoln Paid," film 30 menit tentang ibu --dari seorang tentara
Union mati-- meminta Lincoln untuk membebaskan seorang tentara
Konfederasi yang awalnya berkhianat. Bintangnya adalah saudara John
Ford, sutradara "The Grapes of Wrath," " The Quiet Man," dan film
klasik lainnya.

"Aku berada di ruang loteng, dan merangkak ke pojok dimana sebuah film
dan sebuah proyektor film bisu, masih bagus," ujar Peter Massie,
penggemar film, yang mengatakan bahwa penemuannya di bagian barat New
Hampshire, Nelson. "Saya pikir itu benar-benar keren."

Penemuan itu di musim panas 2006, kemudian Massie meletakkan proyektor
dan film itu di lantai dasar. Sampai akhirnya, Maisse menghubungi Keene
State College, di mana profesor film Larry Benaquist pikir itu adalah
penemuan langka.

Setelah bekerja dengan Museum Pelestarian Film George Eastman di
Rochester, NY, perguruan tinggi itu menetapkan bahwa film, yang
disutradarai oleh Francis Ford dan sekaligus dibintanginya itu tidak
ada di arsip film. Bahkan, itu adalah salah satu dari delapan film bisu
yang dibintangi Ford sebagai Lincoln, tidak ada dikenal salinannya di
tempat lain.

"Sebagian besar dari film bisu, terutama dari periode awal - dekade
pertama abad ke-20 - hilang," kata Caroline Frick Page, kurator film di
George Eastman House. "Itulah yang membuat cerita ini jadi sangat
istimewa."

College, berencana melakukan pemutaran film pada 20 April, dan menerima
bantuan dari Yayasan Pelestarian Film Nasional untuk memperbaikinya.
Laboratorium Colorado telah setahun menyelesaikan tugasnya.

Benaquist mengatakan gambar-gambarnya masih sangat awet, mungkin karena
mereka mengalami dekade musim dingin di dudang New England, yang juga
sangat terlindung oleh pepohonan. Film Nitrat dihapus di Hollywood pada
1950-an, karena sangat mudah terbakar. Film 35 mm itu sendiri telah
menyusut dan lubang sproket yang digunakan proyektor emutar film juga
sudah robek-robek.

Benaquist pikir film yang ditemukan di Nelson karena kota tersebut di
dekat Danau Granit, tempat dimana banyak kamp musim panas selama
bertahun-tahun. Ada sebuah kamp anak laki-laki di daerah lumbung dan
percaya bahwa film yang ditampilkan untuk menghibur anak-anak, kemudian
disingkirkan dan dilupakan.

Untuk membantu restorasi itu, Mark Reinhart Columbus, Ohio,
penulis "Abraham Lincoln on Screen." Dia punya salinan video mentah
dari film yang telah dibuat dari sebuah salinan 8-mm dan termasuk
beberapa adegan yang hilang dari film yang ditemukan di gudang.

Kembali pada tahun 1913, film ini ternyata mendapat pujian "Moving
Picture World," sebuah publikasi perdagangan mingguan yang dikirim ke
distributor film, sebagai "sebuah drama perang besar" dengan adegan
pertempuran hidup.

Francis Ford, yang meninggal pada 1953 pada usia 72, lebih dikenal
berperan kebanyakan di sedikitnya 30 film adiknya, "sering memainkan
sebagai pemabuk yang bisa meludah keluar ruangan," kata Tag Gallagher,
penulis buku "John Ford."

The Ford berasal dari Portland, Maine. Francis Ford, yang
memperkenalkan John Ford untuk berbisnis, memang terkenal sebagai
sutradara dan bintang film, membuat berbagai film bisu sampai Perang
Dunia I, kata Gallagher. Ketika John Ford mulai menyutradarai,
ketenarannya dibayangi saudaranya.

Penggemar film tua mungkin ingat Francis Ford dalam adegan seperti juri
mabuk di film ”Young Mr.Lincoln" tahun 1939, yang dibintangi Henry
Fonda, dan seorang pria tua yang ajaib naik dari ranjang kematiannya
untuk melihat perkelahian klimaks dalam film "The Man Quiet" 1952, yang
dibintangi John Wayne.

Selama era film bisu, Francis Ford adalah salah satu dari banyak aktor
yang memerankan Lincoln, kata Reinhart. "Dia bukan pemeran Lincoln yang
sangat baik, dia agak pendek dan gemuk," katanya. Menurut Reinhart,
Lincoln lebih baik digambarkan oleh orang lain pada era itu, seperti
Frank McGlynn dan Benyamin Chapin.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 4/20/2010 06:17:00 AM

Kirim email ke