Tempointeraktif.com | Rabu, 28 April 2010 | Kongo mungkin menjadi salah
satu negeri yang paling mengerikan sedunia. Pejabat Persatuan Bangsa
Bangsa menyebut sebagai "Surga Pemerkosa". Bahkan para perempuan di
sana sampai harus didampingi tentara bila harus ke pasar.



Menurut Pejabat tinggi PBB, Margot Wallstrom, kekerasan seksual
terhadap para perempuan adalah pemandangan rutin di wilayah timur Kongo
yang didera konflik. Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR)
pekan lalu mencatat setiap hari ada 14 orang perempuan yang menjadi
korban kekerasan seksual di Republik Demokratik Kongo. Itu sehari
terjadi dua kali pemerkosaan.


Dalam tiga bulan pertama 2010, PBB mencatat jumlah perempuan Kongo yang
menjadi korban kekerasan seksual sudah mencapai 1.244 orang. Dalam 14
tahun terakhir, setidaknya ada 200 ribu pemerkosaan yang tercatat di
Kongo! Belum lagi jumlah yang tak tercatat.

"Kaum perempuan Kongo masih tidak aman sekalipun di rumah dan kasur
mereka sendiri saat malam datang," kata pejabat PBB yang belum lama ini
mengunjungi Kongo itu.

Wallstrom menambahkan, pemerkosaan itu merajalela karena "Hukum tidak
cukup ditegakkan di Kongo," kata Wallstrom. Itulah sebabnya dia
menjuluki negara itu "Ibu Kota pemerkosaan dunia".

Wallstrom berharap Dewan Keamanan PBB bisa turun tangan untuk
mengendalikan situasi di sana. Mereka, kata dia, harus mengubah "dari
aturan perang ke aturan hukum" dan "dari peluru ke Pemilu".

Lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan internasional sudah sering
mengungkapkan keprihatinan soal pemerkosaan di Kongo. Sebagian besar
tindak kekerasan seksual itu terjadi di Provinsi-provinsi Kivu Utara
dan Selatan di wilayah timur negara itu. Di wilayah tersebut ada
sekitar 1,4 juta warga yang mengungsi.

Untuk menekan kasus kekerasan terhadap perempuan di sana, maka misi PBB
di Republik Demokratik Kongo (MONUC) didukung 20 ribu personel
keamanan. Mereka antara lain bertugas mendampingi para perempuan Kongo
yang akan ke pasar atau mencari kayu api dan air, mengembangkan sistem
peringatan dini, dan membantu para walikota setempat.

Mantan wakil presiden Komisi Eropa yang bertugas sebagai pejabat tinggi
PBB sejak Februari lalu ini mengatakan, mengakhiri kejahatan
pemerkosaan merupakan salah satu dari lima prioritas program kerjanya.

Saksikan pada tayangan video berikut:









www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 4/29/2010 03:13:00 AM

Kirim email ke