VIVAnews.com | Jumat, 23 April 2010 | Mobil terbang tentara AS,
setangguh mobil SUV di darat, juga bisa terbang layaknya pesawat.
Lembaga pengembangan teknologi militer AS atau The Defense Advanced
Projects Agency (DARPA) segera meluncurkan progam pembuatan mobil
terbang yang dinamakan Transformer (TX).

Seperti dimuat laman Livescience.com, mobil terbang militer ini
direncanakan akan mulai mengudara pada 2015.

Mobil yang bisa memuat empat tentara tersebut bisa mengudara seperti
pesawat terbang, atau bisa melaju di jalanan dengan kemampuan seperti
mobil SUV (sport utility vehicle).


Kendaraan ini bisa menjelajah 250 mil dengan hanya satu tangki bahan
bakar. Hebatnya, kendaraan ini tak memerlukan landasan untuk mengudara.

DARPA, bagian dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang bertugas
mengekspolorasi teknologi futuristik untuk aplikasi militer, saat ini
mengadakan lokakarya ilmiah dan menerima proposal untuk mengembangkan
prototipe mobil terbang ini. Batas waktu proposal hingga 27 Mei 2010.

Dengan Transformer (TX), tentara AS akan mampu menghindari
ancaman-ancaman yang biasa ditemui dalam pertempuran , seperti
penyergapan dan ranjau ledak yang dipasang untuk menghalangi jalan.

DARPA juga akan menguji TX dengan berbagai skrenario seperti unjuk
rasa, huru-hara, pemberontakan, kontra intelijen, evakuasi medis, dan
suplai logistik.

TX yang dibayangkan DARPA adalah mobil empat penumpang, bisa membawa
muatan 1.000 pon, bisa berjalan di permukaan seterjal apapun seperti
SUV, tapi bisa lepas landas dengan cepat secara vertikal (VTOL).

Mobil terbang TX juga harus bisa terbang setinggi 10.000 kaki. TX di
udara adalah pesawat bermesin tunggal seperti Cessna atau Piper. TX
bisa berubah dengan cepat dari mobil di darat menjadi pesawat.

Mobil terbang, TX juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan
para penumpang. Tentu saja, harus dilengkapi rem.

DARPA menginginkan TX punya kemampuan untuk terbang dan mendarat
otomatis, tanpa pilot, namun juga bisa dijalankan secara manual.
Visibilitas mobil terbang TX, juga jadi salah satu prasyarat. Selain
itu, TX harus bisa berjalan di medan jalan apapun, bisa digunakan untuk
misi penyelamatan. Bentuk TX yang dibayangkan tak terlalu tinggi,
beroda empat dan tahan peluiri.

DARPA mengatakan perusahaan milik militer itu akan mempertimbangkan
proposal yang memuat teknologi, hybrid, punya baterai cadangan,
struktur sayap yang adaptif, ada sistem penggerak kipas, bahan ringan
dan sensor canggih.

Pentagon telah menganggarkan $ 54 juta untuk mengembangkan konsep mobil
terbang. Kepada TechNews Daily, juru bicara DARPA menyatakan perlu
empat tahun untuk mengembangkan prototipe ini.

Saksikan cuplikannya pada tayangan video berikut ini:









www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/02/2010 08:30:00 AM

Kirim email ke