VIVAnews.com | Senin, 3 Mei 2010 | NASA sedang mempertimbangkan 28 misi
masa depan untuk membantu menemukan alien.
Keberadaan mahluk luar angkasa atau alien masih belum diketahui. Para
ilmuwan hingga saat ini belum juga menemukan eksistensi mahluk ET
(extra terrestrial) itu.



Namun, mereka tak menyerah. Berlandaskan keyakinan kita tak sendirian
di alam semesta, para ilmuwan akan selalu membuat terobosan untuk
menentukan lokasi dan cara mencari kehidupan alien dalam misi luar
angkasa di masa depan.

Rabu 28 April 2010 lalu, para ilmuwan pencari alien berkumpul dalam
konferensi astrobiologi di Houston -- sekaligus merayakan 50 tahun
penelitian astrobiologi.

Para ilmuwan menyatakan, mereka masih bersemangat dan berani untuk
terus mencari kehidupan lain di alam semesta. Meski astrofisikawan
terkenal, Stephen Hawking memperingatkan manusia untuk tidak melakukan
komunikasi dengan alien.

Kata Hawking, sekali kita membuka kontak dengan mereka, mahluk luar
angkasa bisa menduduki bumi dan menghisap sumber dayanya.

"Kami sangat tertarik dan mempersiapkan diri untuk menemukan bentuk
keidupan lain di alam semesta," kata astrobiologis senior di kantor
pusat Badan Antariksa AS, NASA, seperti dimuat laman Space.com, 28
April 2010.

Sementara, ilmuwan planet dari universitas Cornell sekaligus peneliti
utama proyek eksplorasi Mars, Rover, Steve Squyres, mengatakan ilmuwan
NASA sedang mempertimbangkan 28 misi masa depan yang dapat membantu
menemukan kehidupan di luar Bumi.

"Astrobiologi dan pencarian kehidupan lain adalah hal utama yang
sebaiknya kita kedepankan dalam eksplorasi tata suraya masa depan,"
kata Squyres.

Sejumlah misi robotik -- mengirimkan robot ke tata surya, termasuk
mengunjungi Planet Merkurius, Mars, Jupiter dan Saturnus, atau bahkan
lebih jauh dari itu, menembus galaksi Bima Sakti, harus dilakukan di
masa depan.

Khususnya ke Titan, satelit Saturnus itu memiliki danau metana dan
etana, serta Enceladus, dengan uap-uap air. Titan tampak seperti tempat
yang bisa ditinggali sebuah kehidupan.

Mars

NASA, tambah Squyres, juga sedang mempertimbangkan misi ambisius ke
Mars yang akan membawa sample bebatuan Planet Merah itu ke Bumi.

"Misi ini akan mengungkapkan banyak hal, tentang apakah Mars pernah
menyimpan kehidupan," katanya.

Senada, peneliti dari Universitas Kalifornia, Los Angeles, Bill Schopf
berpendapat, contoh bebatuan dari Mars atau planet lain adalah kunci
jawaban teka-teki kehidupan di luar Bumi.

"Jika misi ruang angkasa kembali besok dan membawa sample batuan, aku
akan membawa batu itu ke laboratorium. Dari sana masalah ini bisa
dipecahkan," kata Schopf.

Schopf dan peneliti lain, Jack Farmer dari Arizona State University,
sebelumnya mengumumkan hasil studi, bahwa mereka menemukan bahwa jenis
deposit mineral yang disebut sulfat menyimpan fosil organisme kuno.
Sulfat juga banyak terdapat di Mars.

Besar kemungkinan, sulfat di Mars juga menyimpan rekam jejak kehidupan,
sama halnya di Bumi.

Selain planet dan satelit, tempat lain yang mungkin menyimpan bukti
kehidupan adalah asteroid.

Para telah mengumumkan untuk pertama kalinya Rabu kemarin, bahwa mereka
telah menemukan bukti langsung dari air beku dan senyawa organik - -
yang adalah bahan-bahan pendukung kehidupan. Terutama asteroid utama di
sekitar Mars dan Jupiter.

Saksikan pada tayangan video berikut ini:









www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/05/2010 02:47:00 PM

Kirim email ke