KOMPAS.com | Kamis, 6 Mei 2010 | Hati-hatilah bila Anda sering
mengalami sakit kepala. Gangguan kesehatan ringan ini sebenarnya bisa
merupakan salah satu gejala dari penyakit yang lebih besar.

Hal ini ada hubungannya dengan pengelompokan dua jenis sakit kepala.
Sakit kepala utama disebabkan oleh disfungsi atau aktivitas yang
berlebihan dari fitur-fitur yang sensitif terhadap rasa sakit di
kepala. Pada kelompok kedua, yang juga lebih jarang, disebabkan oleh
penyakit yang mendasar.

Namun, pada dasarnya ada lima jenis sakit kepala, yang penekanannya
berangkat dari bagaimana rasa sakit itu dihasilkan. Menurut Clinical
Methods, rasa sakit juga bisa terjadi pada setiap bagian dari kepala,
termasuk kulit, otot-otot, pembuluh darah, sinus, struktur gigi, dan
saraf-saraf wajah.

Vaskular, penyebab migrain
Rasa sakitnya disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah di dalam
kepala. Tipe paling populer dari sakit kepala vaskular adalah migrain,
yang menurut American Headache Society dialami sekitar 28 juta orang di
Amerika. Migrain bisa kambuh, dan jika sedang muncul baru akan sembuh
setelah 4-72 jam. Rasa sakitnya antara sedang sampai parah, dengan rasa
berdenyut-denyut yang timbul pada satu atau dua sisi kepala. Gejala
lain dari migrain adalah mual, muntah, dan sensitif terhadap cahaya
atau suara. Sebanyak 3 dari 4 penderita migrain adalah perempuan.
Artinya, lebih banyak perempuan yang mengalami migrain daripada pria.

Cluster
Sakit kepala jenis ini adalah tipe lain dari sakit kepala vaskular.
Namun kebalikan dari migrain, penyakit ini lebih banyak mendera kaum
pria. Rasionya enam banding satu, demikian menurut Cluster Headache
Support Group. Rasa sakit yang begitu menyiksa, bisa berlangsung selama
15-180 menit. Biasanya terjadi pada satu sisi kepala, di belakang mata,
atau pada daerah pelipis. Sakit kepala biasa terjadi pada waktu-waktu
tertentu, seringkali saat jam-jam tidur, selama 4-8 minggu.

Myogenik
Saat bekerja, Anda pasti sering merasa leher dan pundak Anda kaku.
Kadang-kadang diikuti dengan sakit kepala. Sakit kepala jenis ini
memang sering dianggap sebagai ketegangan akibat otot-otot yang
menegang di leher, pundak, kulit kepala, atau rahang. Pemicunya bukan
sekadar cara duduk yang salah, tetapi juga stres, gelisah, atau
depresi. Tidak heran bila sakit kepala ini termasuk yang paling umum,
dengan intensitas ringan hingga sedang. Pada sebagian orang, rasa sakit
juga diikuti dengan menurunnya nafsu makan.

Peradangan
Inilah urutan kedua sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit atau
kelainan yang menghasilkan peradangan di dalam kepala. Tipe sakit
kepala akibat peradangan yang paling umum adalah sakit kepala akibat
sinus, yang disebabkan oleh peradangan pada sinus dan diperparah dengan
reaksi alergik. Penyebab lain dari sakit kepala jenis ini adalah
meningitis, dimana terjadi peradangan dari membran yang mengelilingi
otak dan saraf tulang belakang.

Traction
Biasanya disebabkan oleh lesi yang menekan struktur dan pembuluh darah
di kepala. Tumor metastatik (tumor maligna yang menyebar ke bagian
tubuh lain), abses, atau hematoma (pembengkakan lokal yang terisi
darah), bisa menyebabkan sakit kepala jenis ini. Rasa sakitnya akan
lebih parah pada pagi hari, dan menjadi lebih parah saat pengidapnya
batuk, buang air kecil, atau mengejan.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/10/2010 11:38:00 AM

Kirim email ke