KOMPAS.com | Jumat, 19 Desember 2008 | INGIN tubuh lebih oke? Banyak
cara bisa dilakukan untuk membuat tubuh lebih berisi, berotot, dan
tetap ramping. Salah satunya lewat olah badan atau body building di
pusat kebugaran. Namun, hati-hati terhadap kemungkinan overtraining
atau penggunaan suplemen pemacu tenaga atau pembesar otot secara
asal-asalan.

Melatih fisik, bila dilakukan secara teratur dan terukur, memang akan
membuat tubuh tetap sehat dan bugar. Keuntungan selanjutnya, penampilan
pun jadi lebih menarik.

Soal memperbaiki penampilan inilah yang tampaknya membuat banyak orang,
terutama kalangan muda, jadi keranjingan berolahraga. Apalagi, saat ini
tak sedikit yang mengartikan sehat sebagai kondisi perut langsing (six
pack) dan lengan berotot.

Kecenderungan itu pun ditangkap oleh berbagai pusat kebugaran (fitness
center). Mereka menawarkan paket latihan dengan rupa-rupa alat, dan
tentu hasil yang maksimal. Sebagai tambahan, juga ada suplemen untuk
membantu membentuk otot-otot tubuh.

Kini olah kebugaran (banyak orang menyebutnya fitnes) memang sudah
menjadi gaya hidup, bukan hanya pada masyarakat kota besar, tetapi
sudah merambah ke pinggiran kota, meski tempatnya tidak selalu nyaman.
Yang penting, di situ terdapat bermacam-macam alat untuk melatih otot
tubuh.

Orang muda, baik pelajar, mahasiswa, maupun eksekutif, tertarik menjadi
anggota klub kebugaran dengan berbagai keperluan. Ada yang ingin
mengencangkan atau membentuk otot, merampingkan badan, atau menjaga
kebugaran. Agar terkesan gaul dan keren juga menjadi salah satu alasan
mereka bergabung di sebuah klub.

Marcella (24) mengaku bergabung dengan sebuah klub agar bisa
berolahraga sesuai waktu yang ia punya, dan dipandu dalam membuat
program latihan, sehingga mendapat hasil yang diinginkan. Fitness
center memang menawarkan trainer (pelatih) untuk membantu membuat
program latihan sesuai kebutuhan konsumen.

Fitnes juga berguna untuk para wanita yang ingin membentuk tubuh ideal,
terutama setelah melahirkan dan tentu saja agar terlihat awet muda.
Alasan itu pula yang dikemukakan Novita (34). Ibu dua anak ini mengaku
tekun berolahraga sejak masih duduk di bangku SMP.

Hasilnya, ia tampak awet muda dan seperti masih gadis saja. Selain itu,
ia mengaku daya tahan tubuhnya meningkat, hingga jarang sakit. Manfaat
lain dari fitnes dan weight training pada wanita juga dapat mencegah
penuaan dini dan osteoporosis (keropos tulang).

Bisa Serangan Jantung

Biasanya untuk membentuk otot agar terlihat kekar, dibutuhkan waktu
sekitar tiga bulan. Waktu ini bisa dipercepat dengan bantuan suplemen
khusus. Suplemen-suplemen ini jika digunakan sesuai anjuran dan takaran
yang tepat, tidak akan menimbulkan masalah.

Cara instan, yakni membentuk tubuh indah dalam waktu singkat inilah
yang diminati banyak orang muda. Karena itu, tak jarang yang kemudian
lebih memilih mengonsumsi suplemen di luar takaran aman dan tak perlu
berlama-lama tekun berlatih.

Contohnya, pemakaian suplemen creatine yang berfungsi untuk menambah
tenaga ke sel-sel otot, sehingga jadi super kuat. Pada pemakaian
normal, zat ini tidak menimbulkan efek samping. Namun, jika melebihi
dosis dan tidak diimbangi latihan yang benar dapat membahayakan ginjal
karena banyak menyerap cairan tubuh. Padahal, creatine alami bisa
didapat dari makanan sehari-hari, terutama dari daging merah dan ikan,
walau dalam jumlah sedikit.

“Beberapa nama perangsang lain yang mengandung bahan seperti ma huang,
extract thyroid, chinese ephedra merupakan suplemen yang paling sering
digunakan dalam olahraga. Ini bisa membahayakan jika tidak disertai
pengetahuan yang benar tentang pemakaiannya karena suplemen tersebut
bekerja memengaruhi hormon. Kasus yang pernah terjadi, yaitu
berpengaruh pada kerja jantung. Bahan-bahan dalam suplemen tersebut
memacu kerja jantung menjadi lebih cepat, bisa juga menimbulkan
stroke,” papar Dr. Michael Triangto, Sp.KO, dokter spesialis kesehatan
olahraga yang biasa menangani para atlet.

Mengingat efek yang membahayakan, ma huang sudah dilarang peredarannya
di Indonesia. Suplemen ini bisa membuat jantung berdebar-debar. Jika
ini dibiarkan terus, si pemakai bisa terkena serangan jantung.

Suplemen-suplemen sejenis itulah yang biasa ditawarkan di pusat-pusat
kebugaran, bisa dari pelatih atau sesama anggota klub. Kebanyakan
suplemen yang ditawarkan berbentuk susu, contohnya susu protein untuk
menambah berat badan. Padahal, jika tidak diimbangi dengan latihan
cukup, konsumsi susu ini malah membuat tubuh makin gemuk.

Hal ini yang terjadi di kalangan anak muda sekarang. Mereka mengasup
suplemen tanpa diimbangi latihan. Dan ketika hasilnya mengecewakan,
kebanyakan dari mereka berhenti berolahraga dalam kondisi tubuh yang
tidak lebih baik dari sebelumnya.

"Saya pernah ditawari suplemen untuk menurunkan berat badan, tetapi
saya tolak,” ujar Marcella.

Novita pun mengaku tak tertarik menggunakan suplemen-suplemen itu.
Menurutnya, suplemen digunakan untuk orang yang ingin berolahraga,
tetapi tubuhnya sudah lelah. Jadi, mereka mengonsumsi suplemen untuk
menambah tenaga.

“Padahal, jika digunakan terus-menerus akan berakibat buruk bagi
penggunanya,” kata Novita yang pernah menuntut ilmu di Reebok
University ini.

Selain bentuk susu, suplemen ini ada pula yang berbentuk kapsul dan
tablet, kebanyakan untuk jenis suplemen yang bersifat memengaruhi
hormon. Suplemen-suplemen ini pun bisa didapat di toko obat secara
bebas, kecuali ma huang yang sudah dilarang, dengan harga bervariasi.

Suara Seperti Pria

Selain suplemen nonsteroid, di kalangan binaragawan juga sering
digunakan suplemen yang bersifat steroid. Efek suplemen ini tentu lebih
besar daripada suplemen nonsteroid. “Pada wanita misalnya bisa
menyebabkan tumbuhnya bulu, kumis, suara pecah seperti lelaki,” ungkap
Dr. Michael lagi.

Jenis-jenis yang biasa digunakan pun beragam, ada stanosowel dan
oradexon. Untuk oradexon, biasanya digunakan untuk menggemukkan badan.
Namun, tambah Dr. Michael, hal ini tidaklah benar, karena pada
kenyataannya malah menahan air di dalam tubuh dan mengakibatkan
gangguan fungsi ginjal.

Suplemen jenis steroid ini masih dikonsumsi mereka yang menekuni
olahraga fitnes. Sayangnya, banyak juga anak muda yang tergoda untuk
mencobanya. Memang tidak mudah terlacak apakah seseorang menggunakan
bahan steroid ini atau tidak.

Salah satu jalan yang ditempuh kaum muda yang mendambakan tubuh ideal
dengan cara praktis dan cepat selain menggunakan suplemen, adalah
menggenjot porsi latihan hingga seringkali terjadi overtraining. Dampak
dari overtraining ini menyebabkan otot lelah, sehingga mudah cedera.

Jenis cedera terjadi bervariasi, tergantung jenis latihan yang
dilakukan. Jika latihan banyak menggunakan kaki, yang rentan cedera
adalah daerah pergelangan kaki. Alih-alih mendapat tubuh yang bugar dan
indah, malah cedera dan kondisi fatal yang didapat.

Itulah sebabnya, apa pun yang dilakukan untuk mencapai kesehatan prima,
jangan melebihi porsi yang dianjurkan. Olahraga secara teratur dan
terukur menjadi jawaban yang paling tepat.

Kalaupun perlu tambahan suplemen, gunakan sesuai dosis dan sebaiknya
dikonsultasikan kepada dokter ahli.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/14/2010 07:34:00 AM

Kirim email ke