Antara.co.id | Sabtu, 15 Mei 2010 | Sutradara James Cameron, yang
dengan Avatar memicu kegilaan 3D dalam industri film, Kamis mengatakan
kepada para produser televisi untuk mengesampingkan kekhawatiran
tentang film berbiaya tinggi dan mengadopsi teknologi tersebut.

Produser berharap teknologi 3D akan menjadi dorongan besar bagi
industri film seperti ketika transisi dari televisi hitam putih ke
berwarna, tapi pertumbuhan itu terbentur biaya tinggi bagi para pembuat
konten, mengarah ke kelangkaan program.

Konsumen yang sudah membayar mahal untuk televisi layar datar baru,
mungkin tidak siap mengeluarkan banyak uang lagi untuk membeli TV 3D
ketika hanya sedikit yang bisa disaksikan dalam format yang memerlukan
kaca mata khusus untuk melihatnya, kata analis.

"(Perusahaan hiburan besar) tidak perlu takut memproduksi dalam 3D
karena ada puluhan ribu orang di seluruh dunia tengah membuat gambar 3D
setiap harinya," kata Cameron dilaporkan Reuters.

"Kita akan mempunyai TV 3D di sekeliling kita dengan seribu jam untuk
olah raga, komedi, musik dan, semua bentuk hiburan," katanya dalam
forum teknologi di Seoul.

"Avatar", film tersukses sepanjang masa yang meraup lebih dari 2 miliar
dolar dilaporkan sebagai salah satu film berbiaya termahal, sekitar 300
juta dolar, karena dibuat dalam format 3D.

Cameron mengatakan akan membuktikan biaya yang efektif dalam jangka
panjang bagi produser TV untuk belajar memproduksi gambar dalam 3D
daripada mengubah dari format 2D yang sudah ada.

"Tidak akan ada waktu atau uang untuk mengkonversi itu. Ini harus
melalui shooting langsung. Kita akan belajar bagaimana membuat gambar
3D melalui shooting langsung. Biaya akan lebih murah dengan langsung
memproduksi dalam 3D," kata Cameron.

TV Samsung Electronics dan LG Electronics mempelopori televisi 3D di
Korea Selatan awal tahun ini dan mengantisipasi penjualan yang positif
2010.

Sony Corp Jepang akan memasuki pesaingan 3D musim panas ini,
meningkatkan kebutuhan akan konten.

Permintaan global untuk TV 3D mungkin akan mencapai 15.6 juta unit pada
2013 dari perkiraan 1.2 juta pada tahun ini, menurut perusahaan riset
DisplaySearch.

Angka itu akan naik menjadi 64 juta pada 2018, yang oleh perusahaan
riset itu total nilai penjualannya diperkirakan mencapai 17 miliar
dolar.

"Anda dapat salurannya, anda punya televisinya," kata Cameron. "Bagian
yang tidak ada adalah konten. Anda harus mendapatkan konten tersebut."

Saksikan cuplikan AVATAR 3D pada tayangan video berikut:









www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/17/2010 05:00:00 AM

Kirim email ke