INILAH.COM | Sabtu, 27 Februari 2010 | Setelah raksasa otomotif Jepang,
Toyota dan Honda sepanjang Januari – Februari digoyang isu recall, kini
secara beruntun pemain otomotif dari Jepang lainnya, Mitsubishi,
Daihatsu, Nissan, Suzuki juga mulai menarik kembali beberapa produknya.

Tak ada penjelasan di luar teknis dari para petinggi perusahaan
otomotif Jepang mengapa mereka tiba-tiba menarik kembali sejumlah
produknya, apalagi model mobil yang direcall bukan buatan tahun
terbaru, kecuali Toyota Prius.

Sebelumnya, memang tidak terdengar ada manufaktur Jepang yang lain –
kecuali Toyota dan Honda, Mitsubishi menyusul beberapa hari lalu --
yang mengumumkan me-recall produknya. Tetapi, setelah orang nomor satu
di Toyota, Akio Toyoda dipanggil Kongres AS (24/2) secara mengejutkan,
Daihatsu, Nissan, Suzuki me-recall model tertentu karena berbagai
masalah. Di luar Jepang, raksasa otomotif Korea Selatan, Hyundai juga
mengumumkan hal yang sama, me-recall Sonata.

Sejauh ini, memang belum ada pengamat otomotif yang berbicara mengapa
setelah Toyoda dipanggil Kongres AS, perusahaan otomotif Jepang
lainnya, satu persatu mengumumkan merecall produknya, apalagi sebagian
produk yang di-recall bukan produksi terbaru, seperti kasus recall yang
dilakukan Daihatsu, atau Suzuki.

Bisa jadi pemanggilan Toyoda oleh kongres AS menjadi sebuah pelajaran
sangat berharga bagi manufaktur lain di luar Toyota. Apalagi Perdana
Menteri Jepang Yukjio Hatoyama kepada wartawan saat menanggapi
testimoni Toyoda (24/2) lalu di Tokyo, mengingatkan bahwa, "Produsen
mobil (terutama Toyota) sekarang ini harus bekerja keras untuk
memperbaiki citranya," ungkap Hatoyama. Pernyataam Hatoyama tentu saja
tidak hanya ditujukan kepada Toyota, tapi juga untuk semua perusahaan
otomotif di Jepang.

Testimoni Akio Toyoda di depan anggota Kongres Amerika Serikat, selain
ditunggu banyak orang di Jepang, juga bisa mendatangkan respon positif
dan negatif.

Selama tiga jam, Toyoda berusaha menjawab berbagai pertanyaan dari
anggota parlemen Amerika Serikat (AS). Toyoda yang didampingi Presdir
Toyota Amerika Utara Yoshimi Inaba berjanji akan memulihkan kepercayaan
konsumen kepada Toyota tanpa ada permasalahan baru terkait masalah
keselamatan.

"Nama saya dipertaruhkan di perusahaan ini," tegas Toyoda kepada Dewan
Pengawas dan Komite Reformasi Pemerintah. Bagaimana pun Toyota harus
berjuang keras untuk memperbaiki reputasi yang telah rusak oleh kondisi
sebelumnya. Ditambah lagi dengan pernyataan dari Ketua Komite, Edolphus
Towns bahwa, "Perusahaan ini lebih peduli dengan keuntungan daripada
keselamatan konsumen."

Toyoda tentu saja sangat malu dengan pernyataan Towns itu. Selain
menyampaikan permintaan maaf yang berulang-ulang di depan anggota
kongres, dia juga menyatakan komitmennya bahwa Toyota akan bekerja
keras dan tak henti-hentinya mengembalikan kepercayaan pelanggannya.

Testimoni Akio Toyoda di depan anggota Kongres AS, memang ditunggu
banyak orang di Jepang, termasuk kompetitor Toyota.

Hasil akhir, dari testimoni ini dinilai para analis belum bisa
memecahkan masalah. Namun penampilan Akio Toyoda di Kongres -
perusahaan yang didirikan kakeknya telah menjadi ikon nasional – diberi
tanda lulus oleh para analis. Baik penampilan maupun caranya menjawab
pertanyaan anggota Kongres.

Terlepas dari ketidakpuasan Kongres AS terhadap Jawaban Toyoda, namun
banyak yang menyampaikan penghargaan kepada cucu pendiri Toyota ini.
Pihak perwakilan Kota New York, misalnya menyatakan penghargaan tinggi
atas keberanian Toyoda datang ke AS. "Kami sangat terkesan dengan
kenyataan bahwa Anda datang secara sukarela untuk bersaksi di depan
komite," ujar perwakilan tersebut.

James Bell, seorang analis pasar eksekutif mengatakan, "Kami melihat
bahwa, hari ini Toyoda sudah melakukan langkah kecil menuju pemulihan
citra," ujarnya.

Banyak orang yang berpendapat dengan budaya malu yang sudah berakar
pada bangsa Jepang, Toyota akan bangkit dari keterpurakkannya akibat
recall. Toyota sudah memberikan sebuah pelajaran berharga bagi industri
otomotif di Jepang untuk menempatkan, keselamatan konsumen di atas
segalanya. Kesalahan sekecil apapun bisa berakibat fatal bagi
perusahaan bahkan bangsa secara keseluruhan. Karena itu, Belajarlah
dari Bangsa Jepang.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to BISNIS ONLINE at 5/22/2010 06:56:00 PM

Kirim email ke