Detik.com | Selasa, 27 April 2010 | North Carolina, Penderita ALS
(Amyotrophic Lateral Sclerosis) atau penyakit fatal yang menyerang sel
saraf, biasanya hanya mampu bertahan 2 hingga 5 tahun setelah timbul
gejala. Tapi tidak dengan Stephen Hawking, ahli fisika terkenal asal
Inggris ini mampu bertahan hingga 47 tahun setelah divonis ALS.

ALS yang dikenal juga sebagai penyakit Lou Gehrig atau penyakit motor
neuron (MND) adalah penyakit yang mempengaruhi sel-sel saraf di otak
dan sumsum tulang belakang yang menyebabkan kelemahan otot dan atrofi.

Penyakit ini menyebabkan kematian neuron motorik, yang berarti otak
kehilangan kemampuan untuk mengendalikan gerakan otot. Ketika otot
dalam diafragma dan dinding dada gagal, penderita akan kehilangan
kemampuan untuk bernapas tanpa bantuan ventilasi.

Kebanyakan orang dengan ALS hanya bertahan 2 sampai 5 tahun setelah
diagnosis. Hawking, di sisi lain, telah hidup selama 47 tahun sejak ia
memiliki penyakit ALS.

Stephen William Hawking dilahirkan pada 8 Januari 1942 di Oxford,
Inggris. Dia tumbuh besar dekat kota London dan meraih gelar Bachelor
dari Oxford University pada 1962 dengan predikat terbaik.

Namun pada usia 21 tahun, dia divonis menderita penyakit ALS yang
membuatnya duduk di kursi roda hingga kini tanpa bisa bergerak
sedikitpun.

Penyakit ini berawal ketika dia kesulitan mengikat tali sepatu yang
membuatnya sadar ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya.

Sekitar 1 dari 10 kasus ALS dianggap karena genetika, tetapi pemicu
untuk 90 persen kasus lainnya masih merupakan misteri.

Para ilmuwan yang didukung oleh National Institute of Neurological
Disorders dan Stroke (NINDS) menemukan bahwa mutasi pada gen yang
memproduksi enzim SOD1 (superoxide dismutase 1) dikaitkan dengan
beberapa kasus ALS. Enzim ini merupakan antioksidan kuat yang
melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Gejala awal ALS mungkin sangat halus dan sering diabaikan, seperti
berkedut, kram (kaku otot), lemah otot lengan atau kaki, bicara
melantur atau kesulitan mengunyah dan menelan.

Gejala lanjutan seperti kesulitan bernapas dan mengalami kelumpuhan.
Kematian biasanya disebabkan oleh kegagalan pada otot-otot pernapasan.

ALS tidak mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melihat, mencium,
merasakan, mendengar, atau mengenali sentuhan. Pasien biasanya
mempertahankan kontrol otot mata dan fungsi kandung kemih dan usus,
meskipun pada tahap akhir penyakitnya, pasien membutuhkan bantuan untuk
ke kamar mandi.

"Saya berusaha hidup senormal mungkin, dan tidak berpikir tentang
kondisi saya atau menyesali hal-hal yang mencegah saya berbuat banyak,"
kata Profesor Hawking, seperi dilansir dari Hawking.org, Selasa
(27/4/2010).

Pada awalnya, penulis buku terlaris 'A Brief History of Time' ini
merasa agak terganggu. Sadar bahwa ia memiliki penyakit yang tidak bisa
disembuhkan dan akan membunuhnya dalam beberapa tahun, sedikit
mengejutkannya.

"Mimpi saya pada waktu itu sedikit terganggu, saya merasa sangat bosan
dengan hidup. Tapi tiba-tiba saya menyadari bahwa ada hal berharga lain
yang dapat saya lakukan, jika saya tangguh," kata penerus Black Hole
Theory (teori lubang hitam) yang ditemukan Einstein.

Dia kembali bangkit dan bermimpi, "Saya akan mengorbankan hidup saya
untuk menyelamatkan hidup orang lain".

Saat itu ia kembali melakukan penelitian. Dan sepertinya, kehadiran
Hawking di dunia sudah ditunggu-tunggu untuk meneruskan pekerjaan
Newton dan Einstein dalam mengupas tabir semesta.

Seluruh riset Hawking dilakukan di dalam kepalanya, karena proses
kelumpuhan tangannya yang berjalan berangsur-angsur. Secara perlahan
pula dia melatih pikirannya untuk berpikir dengan cara yang berbeda
dengan fisikawan pada umumnya.

Walaupun penyakit ini biasanya tidak merusak kecerdasan dan pikiran
seseorang, beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa beberapa pasien ALS
mungkin mengalami perubahan pada fungsi kognitif, seperti depresi dan
masalah dengan pengambilan keputusan dan memori.

Seperti dilansir dari BBC, pada tahun 1985, Hawking divonis pneumonia
dan harus menjalani operasi tracheotomy. Operasi tracheotomy menghapus
kemampuannya untuk berbicara sama sekali, dan ia harus bergantung pada
komputer portabel kecil dan speech synthesizer yang dipasang pada kursi
roda.

"Dia orang yang cemerlang, dan dia berusaha dengan banyak kesulitan
untuk mencapai semua hal yang telah dicapainya," kata Bob Hawkins, ahli
diagnosis ALS dari North Carolina.

Hawking memiliki keterlibatan langsung dalam mempromosikan kepedulian
dan penelitian tentang penyakitnya. Dia baru-baru ini setuju untuk
menjadi pelindung dari Asosiasi MND di Northampton, Inggris.

Selama 47 tahun dari usianya yang kini 68 tahun, Hawking menghabiskan
waktunya di kursi roda. Saat ini Hawking membutuhkan perawatan 24 jam.
Diyakini pikirannya yang tajam yang mampu membuatnya bertahan hidup
meski raganya sudah sangat tak berdaya.

Saksikan pada tayangan video berikut:









www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/26/2010 02:24:00 AM

Kirim email ke