Waspada.co.id | Senin, 17 Mei 2010 | Dinas Kesehatan Sumatera Utara
menghimbau kepada warga Sumatera Utara untuk mewaspadai penyakit
frambusia, yang juga disebut patek atau bubo, atau biasa disebut
penyakit langka.

Kepala seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung (P2ML) Dinkes Sumut,
Sukarni, mengatakan di Sumatera Utara, penyakit ini sudah dua tahun
hilang dan tidak ditemukan satu kasuspun.

“Kali terakhir kasus di Sumut terjadi di Pantai Labu Deli Serdang
sebanyak tiga penderita,” katanya, pagi ini, di Medan.

Tahun 2010 ini, katanya, sudah ada dua kasus terjadi di Sumut yakni, di
Pakpak Bharat dan Humbang Hasudutan masing-masing satu penderita, yang
ditemukan pada April 2010 lalu.

“Jadi yang di Humbahas menjangkiti seorang tukang bangunan saat dia
bekerja di Aceh. Disana dia satu camp dengan pekerja lainnya dan pas
pulang menderita ini. Sedangkan di Phakpak Bharat sempat dirawat di
rumah sakit setempat, setelah diberikan pengobatan, sudah mulai normal
kembali,” ujarnya.

Frambusia, kata Sukarni, sebagai penyakit kulit menular menahun yang
kambuhan. Penyebabnya adalah kuman, bernama treponema pertenue.
“Penyakit ini biasanya banyak menyerang anak-anak usia kurang dari 15
tahun,” timpalnya.

Awalnya, katanya, penderita ini mengalami gejala fase awal berupa
benjolan di kulit (papula) yang tidak sakit dan berbentuk seperti buah
arbei dengan permukaan basah tanpa nanah. “Jika langsung diobati
gejalan ini bisa hilang sendiri tanpa meninggalkan bekas,” ungkapnya.

Gejala fase lanjut, tambahnya, bisa mengalami kelainan biasanya kering
kecuali jika disertai infeksi (borok), pada gejala lanjut dapat
mengenai telapak tangan, telapak kaki, sendi dan tulang sehingga dapat
menyebabkan kecacatan.

“Kalau sudah begini sembuhpun bisa mengalami kecacatan,” pungkasnya.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to BISNIS ONLINE at 5/25/2010 01:08:00 PM

Kirim email ke