KOMPAS.com | Rabu. 19 Mei 2010 | Kehadiran fast food langsung disukai
oleh masyarakat karena cocok untuk gaya hidup orang modern. Cara
penyajiannya cepat sehingga semua orang bisa menyantapnya sambil
berdiri atau berjalan, bahkan jalan-jalan di taman kota. Bertahun-tahun
gaya hidup serba instan itu berjalan, sampai akhirnya mereka sadar
bahwa fast food telah membuat jumlah orang gemuk meningkat tajam.

Tak hanya itu, obesitas juga bisa menjadi masalah yang sangat serius.
Di Amerika Serikat misalnya, banyak kasus kematian terkait dengan
masalah kelebihan berat badan. Dari berbagai survei maupun penelitian
terungkap, penggemar fast food juga rentan terkena penyakit jantung
koroner.

Sebuah penelitian di Perancis mengungkapkan, beberapa jenis makanan
seperti almon, alpukat, bluberi, dan kismis dapat dijadikan penawar
dari berbagai kandungan buruk dalam fast food.

Namun, karena sifatnya hanya menetralkan, tentu saja usaha terbaik
untuk mengurangi beragam risiko akibat konsumsi fast food berlebihan
adalah kesadaran untuk hidup sehat dengan memilih dan mengatur menu
maupun pola makan yang sehat seimbang. Berikut uraian lengkap empat
bahan makanan tersebut:

Almon
Almon memiliki rasio nutrisi kalori tinggi dibandingkan dengan
kacang-kacangan lain. Meski berkalori tinggi, sebagian besar lemaknya
tunggal atau tidak jenuh. Lemak tersebut termasuk lemak baik yang tidak
akan meningkatkan risiko penyakit jantung atau kanker.

Penelitian menunjukkan bahwa almon membantu menurunkan kadar kolesterol
sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Penelitian
terakhir menunjukkan bahwa almon membantu menurunkan 7-10 persen kadar
kolesterol LDL (kolesterol buruk).

Mengonsumsi segenggam almon (kira-kira seberat 28 gram) setiap hari
dapat menjadi anti-aging alami karena mengandung 35 persen total
kebutuhan vitamin E. Vitamin ini terbukti mampu menjaga kesehatan
sel-sel dan meredam proses penuaan.

Almon mengandung cukup banyak magnesium, folat, vitamin E, serat, dan
potasium yang diperlukan untuk memelihara kesehatan jantung, juga
kalsium dan zat besi. Kombinasi nutrisi dan serat pada almon
menjadikannya sumber makanan yang baik untuk pengaturan makan sehat.
Almon dapat dikonsumsi langsung atau sebagai campuran bahan makanan
lain, seperti kue ataupun roti.

Alpukat
Alpukat bisa menurunkan kolestrol hingga 8,2 persen, sedangkan makanan
tak berlemak hanya 4,9 persen. Hebatnya lagi, alpukat mampu
menstabilkan kadar kolestrol HDL (kolestrol baik) karena mengandung zat
monounsaturated (semacam lemak ringan) sama dengan asam lemak pada
minyak zaitun.

Daun alpukat mengandung alkohol yang dikenal sebagai peluruh air seni.
Bijinya bisa dimanfaatkan untuk menurunkan kadar gula. Kandungan zat
besi pada alpukat juga memiliki manfaat bagi tubuh. Di dalam tubuh zat
ini berfungsi sebagai pigmen pengangkut oksigen dalam darah. Oksigen
diperlukan untuk menormalkan fungsi seluruh sel tubuh.

Kandungan kaliumnya, menurut beberapa penelitian, mampu mencegah
timbulnya stroke dan jantung koroner. Hal ini dimungkinkan karena di
dalam tubuh, kalium berperan membuat jantung berdenyut teratur,
mengaktifkan kontraksi otot, mengendalikan keseimbangan air dalam
jaringan sel, dan mengatur tekanan darah.
Cara pemanfaatannya dapat dimakan langsung atau dibuat jus. Untuk jus,
pilih jenis alpukat berdaging dan tebal dengan sedikit campuran gula.

Bluberi
Buah ini merupakan salah satu jenis makanan untuk mengalahkan kerutan
dan menguatkan tubuh. Buah ini dibungkus dengan polifenol, anti-oksidan
yang sangat ampuh membantu memerangi kerusakan sel akibat radikal bebas
yang terjadi saat tubuh membakar oksigen.

Produksi radikal bebas meningkat karena sejumlah faktor, antara lain,
kebiasaan merokok dan polusi. Hal ini juga dikaitkan dengan
meningkatnya risiko penyakit jantung dan kanker tertentu. Radikal bebas
mempercepat juga proses penuaan. Jangan lupa konsumsi bluberi dengan
sereal atau susu agar tetap fit dan bugar.

Kismis
Tidak semua orang kenal manfaat kismis. Padahal, selain enak, kismis
kaya kalori, serat, dan mineral. Makanan yang bisa dijadikan camilan
ini banyak mengandung anti-oksidan dan serat, serta baik bagi kesehatan
mulut dan gigi.

Kismis (raisin] dibuat dengan cara mengeringkan buah anggur tidak
berbiji, terutama dari jenis virufera, seperti zlwmpson seedless.
Anggur jenis tersebut selain tidak berbiji, juga memiliki kulit tipis,
serta aroma dan rasa yang sangat manis. Buah ini mudah dikeringkan,
serta tidak perlu ditambahkan gula sebagai pengawet. Di California, 95
persen kismis dibuat dari anggur jenis tersebut.

Proses pengeringan buah anggur dapat dilakukan secara alami dengan
sinar matahari atau menggunakan oven. Proses pengeringan dilakukan
hingga mencapai kadar air 15-18 g dan gula 68-70 g per 100 g kismis.
Kismis yang baik memiliki warna coklat kehitaman atau keemasan.

Penelitian yang dilakukan Andrew J Dannenberg dari Weill Medical
College-Cornell University pada hewan percobaan menunjukkan, catechin
(salah satu jenis fenolik yang bersifat sebagai anti-oksidan) pada
kismis dapat mengurangi terbentuknya tumor hingga 70 persen.
Anti-oksidannya dapat melindungi sel dan kerusakan oksidatif sehingga
menghambat proses penuaan, baik pada tubuh maupun otak. Anti-oksidan
juga penting untuk melindungi kolesterol dan lemak darah dari proses
oksidasi.

Lemak teroksidasi yang terdapat di dalam darah akan menumpuk pada
dinding arteri dan menyebabkan penyempitan (aterosklerosis).
Penyempitan pembuluh darah tersebut pada gilirannya dapat menyebabkan
penyakit jantung koroner, stroke, dan hipertensi.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/27/2010 01:00:00 AM

Kirim email ke