Gambar diambil dari: http://www.shutterstock.com

KOMPAS.com | Kamis, 20 Mei 2010 | Bernapas adalah kegiatan yang kita
lakukan setiap saat. Tahukah Anda bahwa kita bernapas sebanyak 22.000
sehari?

Tetapi karena sudah begitu menyatu dengan diri kita, kita sering kali
tidak sadar sedang melakukannya. Bahkan, kadang-kadang kita bernapas
dengan cara yang salah. Padahal bernapas, bila dilakukan dengan benar,
dapat membantu meredakan pikiran yang dipenuhi stres, mengurangi
penyakit jantung, alergi, bahkan menurunkan berat badan!

Saat berat badan naik, sering kali kita mengira masalahnya hanya pada
makanan yang kita makan. Padahal, kemungkinan apa yang kita pikirkan
juga memengaruhi.

"Stres secara emosional itu bisa menyebabkan berat badan naik," ujar
Dean Ornish MD, President Preventive Medicine Research Institute di
Sausalito, California, Amerika Serikat. "Stres itu mempercepat konversi
kalori menjadi lemak karena Anda lebih cenderung makan berlebihan atau
memilih makanan yang tidak sehat ketika stres."

Karena itu, kendalikan dulu stres Anda, maka Anda dapat mengendalikan
berat badan. Cara terbaik untuk itu adalah berfokus pada memperlambat
napas, yang akan membantu mengurangi hormon stres.

Faktor lain penyebab naiknya berat badan yang dapat diatur dengan
pernapasan adalah heart rate variability (HRV), di mana interval waktu
di antara detak jantung bervariasi. Menurut Kelly McGonigal PhD,
penulis Yoga for Pain Relief, fluktuasi yang terjadi saat demi saat
bisa membantu menentukan bagaimana Anda harus merespons stres.

"Studi menunjukkan bahwa orang dengan detak jantung yang bervariasi
cenderung lebih memiliki kontrol diri, sedangkan mereka yang variasi
detak jantungnya rendah lebih cenderung menyerah pada godaan," katanya.
Godaan yang dimaksud tak lain adalah makanan yang tidak sehat tadi.

Trik pernapasan

Cobalah untuk melatih pernapasan secara perlahan karena hal ini
meningkatkan HRV dan membuat Anda lebih waspada terhadap perbuatan
Anda. Anda juga lebih mampu menurunkan kadar stres dan mengendalikan
pola makan yang berlebihan, demikian menurut McGonigal.

Cara melakukan pernapasan ini, menghirup napas melalui hidung selama 4
detik, diikuti dengan mengeluarkan napas selama 8 detik melalui bibir
yang dikerutkan (seperti meniup sedotan).

Cara lain adalah menerapkan metode pernapasan Hindu yang disebut
ujjayi. Tarik napas melalui hidung selama 6 detik, kemudian keluarkan
napas melalui mulut selama 6 detik seolah-olah Anda sedang mencoba
menciptakan kabut di cermin. Buat suara seperti "hahhhh..." sambil
menarik atau mengunci perut ke dalam.

Pada tarikan napas berikutnya, cobalah membuat suara yang sama dengan
mulut tertutup. Suaranya harus seperti rumah siput atau koklea di dalam
telinga, kata McGonigal.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/28/2010 01:00:00 AM

Kirim email ke