INILAH.com | Sabtu, 24 April 2010 | Usia bocah Inggris ini baru 11
tahun. Namun ia mengidap kondisi langka, yang membuatnya menua lima
kali lebih cepat. Ia seperti kakek-kakek.

Bocah pemberani bernama Harry Crowther itu tak merasa kondisinya
menjadi halangan. Ia tetap aktif bermain, seperti bocah seusianya.
Kondisi yang ia derita itu merupakan suatu bentuk Atypical Progeria
Syndrome. Artinya, Harry mengidap semua penyakit manula.

Kulitnya menipis, tulang keropos, semua proses penuaan itu berjalan
lebih cepat di tubuhnya. Harry harus meminum empat obat penahan sakit
setiap harinya. Sementara orangtuanya, Sharon dan John, mengetahui ini
hanya masalah menghitung hari.

“Ini permainan duduk dan menunggu, karena perubahan di gen Harry sangat
unik. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Kami sering menangisi
hal ini. Tapi harus selalu mengingat bahwa ia masih beraktivitas,”
papar Sharon, seperti dilansir The Sun.

Semua berawal ketika kulit Harry mulai mengencang ketika ia berusia
setahun. Wajahnya mulai berubah dengan cepat, sehingga orangtuanya
membawa ke ahli gen. Gejala aneh itu terus berjalan dan dunia medis
mulai kehabisan akal melihat penyebabnya.

Hingga Sharon dan John melihat sebuah dokumenter mengenai seorang gadis
pengidap sindrom Hutchinson Gilford yang serupa. Maka keduanya membawa
Harry ke UT Southwestern Medical Center di Dallas, AS, dimana ia
divonis dengan penyakit serupa.

Harry adalah satu-satunya pengidap kondisi terlangka dari yang langka
itu, sehingga ahli medis tak tahu bagaimana kelanjutannya. Penderita
tertua kondisi tersebut hidup hingga 26 tahun.

“Ini membuat frustasi, karena kami tak tahu harus berbicara kepada
siapa mengenai Harry. Orang menatapnya dan bahkan mengajak kawan-kawan
mereka untuk melihat Harry. Ini membuatnya resah,” lanjut Sharon.

Bocah itu harus melakukan latihan setiap hari untuk membantu ototnya
yang kaku serta mengatasi sakit di persendian. Kemudian ada
hydrotherapy mingguan. Harry lebih cepat lelah ketimbang anak lain dan
terkadang harus sering berisitirahat di sekolah.

“Saya bisa melakukan apa yang anak-anak lain lakukan, tapi lebih cepat
lelah. Rasa paling aneh dan sakit terjadi ketika saya berada di tempat
tidur. Saya tak suka ketika orang asing memandangi saya,” pungkas bocah
tabah itu.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/28/2010 07:31:00 AM

Kirim email ke