INILAH.COM | Sabtu, 24 April 2010 | Peneliti Intel Labs di Berkeley
California mendesain prototipe ponsel yang dapat menghirup udara dan
mengeluarkan ukuran polusi.

Penelitian ini diharapkan bisa membuat semua orang yang menggunakan
ponsel dapat sebagai pemonitor kualitas udara secara mobile guna
melengkapi 4000 stasiun monitor yang dipakai oleh Environmental
Protection Agency AS dan partner terkait.

Pendeteksian polusi ini dapat berguna untuk beberapa alasan, ujar
Allison Woodruff, peneliti ilmiah dari Intel.

Perangkat itu dapat memberikan regulator daerah yang udaranya
bermasalah dan sebelumnya tidak diketahui oleh pemerintah.

Sensor udara yang dapat berpindah tempat ini dapat menjadi ilmu sosial
di level yang baru. Jika mempelajari soal asma misalnya, maka kualitas
udara yang dilewati bisa diukur oleh penderita asma dan mencari tahu
dampaknya.

Pengukuran akan terikat pada lokasi GPS pengguna untuk membuat peta
real-time dari kualitas udara yang dibaca. Info ini dapat tersedia bagi
semua orang di sebuah aplikasi atau situs, ujar peneliti.

Prototipe ponsel pengukur kualitas udara ini dikembangkan oleh Woodruff
dan Alan Mainwaring. Ponsel ini memiliki lubang yang besar untuk
memungkinkan udara masuk.

Sensor yang digunakan akan membawa karbon monoksida, ozon dan oksida
nitrogen di mana tidak terlalu kecil bagi ponsel untuk dimasukkan ke
dalam saku. Peneliti tidak yakin pengukuran polusi apabila ponsel
diletakkan di dalam kantong atau saku.

Namun, menurut mereka, ponsel dengan sensor kualitas udara ini akan
menjadi lebih baik dan lebih kecil.

Mereka yakin ide tersebut akan membuat udara lebih sehat. Mereka
berharap ponsel yang mampu menandai polusi ini akan menjadi kenyataan
beberapa tahun mendatang.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 5/29/2010 01:00:00 AM

Kirim email ke