VIVAnews.com | Kamis, 20 Mei 2010 | Jika sering alami 1 atau lebih dari
beberapa tanda ini, kemungkinan Anda sedang stres.
Di tengah kesibukan pekerjaan dan tekanan hidup sehari-hari, Anda
mungkin merasa dapat mengendalikan stres. Namun, seringkali gejala
stres yang ada tersembunyi dan tidak memperlihatkan tanda-tanda.

Stevan E. Hobfoll, PhD, ketua jurusan Ilmu Perilaku di Universitas Rush
Medical Center mengatakan jika mengalami salah satu atau lebih dari
beberapa tanda ini hampir setiap hari, kemungkinan besar Anda sedang
stres.

1. Sakit kepala
Sakit kepala yang dialami secara tiba-tiba bisa memicu migrain yang
terkait dengan stres. Todd Schwedt, MD, Direktur Pusat Kesehatan
Universitas Washington menyarankan agar tetap mengatur waktu tidur dan
jadwal makan untuk meminimalkan pemicunya.

2. Siklus bulanan yang menyakitkan
Ketergantungan pada obat-obatan penghilang rasa sakit saat menstruasi
setiap bulan untuk menanggulangi kram sering diakibatkan stres. Studi
Harvard menemukan wanita yang meminum obat penghilang rasa sakit lebih
dari dua kali selama menstruasi kemungkinan sedang stres.
Ketidakseimbangan hormon merupakan penyebab stres akibat menurunnya
aktivitas sistem saraf simpatik.

3. Bagian mulut pegal
Rasa sakit di rahang dan gigi yang bergemerutuk yang biasanya terjadi
selama tidur bisa diperparah oleh stres. Matthew Messina DDS, penasehat
konsumen American Dental Association mengingatkan 70 persen orang yang
mengalami gigi gemerutuk selama tidur mengalami stres. Sebaiknya segera
konsultasikan pada dokter untuk menghentikannya.

4. Mimpi aneh
Mimpi yang dialami setiap malam biasanya bersifat positif sehingga
membuat Anda merasa segar pagi harinya. Rosalind Cartwright, PhD,
profesor psikologi di Rush University Medical Center mengungkap saat
stres, kita akan lebih sering terbangun dan mengalami mimpi aneh.
Kebiasaan tidur yang baik, sekitar 7-8 jam serta menghindari kafein dan
alkohol membantu tidur lebih nyenyak.

5. Pendarahan gusi
Menurut analisis ilmuwan Brasil, orang yang mengalami stres berisiko
memiliki penyakit periodontal. Peningkatan hormon stres kortisol
mengganggu kekebalan tubuh dan memungkinkan bakteri untuk menyerang
gusi. Jika bekerja selama berjam-jam, sikatlah gigi lebih
sering. "Untuk melindungi mulut, sebaiknya berolahraga dan tidur lebih
banyak agar tingkat stres rendah," kata Preston Miller, DDS, mantan
presiden American Academy of Periodonti.

6. Jerawat
Stress meningkatkan peradangan yang menimbulkan jerawat, ungkap Gil
Yosipovitch, MD, profesor dermatologi klinis di Universitas Wake
Forest. Untuk menghilangkan jerawat, gunakan losion asam salisilat
untuk membantu pengelupasan kulit atau benzoil peroksida yang membunuh
bakteri. Bila obat-obatan tersebut tidak manjur, hubungi dokter.

7. Ngemil kudapan manis
Hormon stres memicu wanita mengonsumsi makanan manis seperti cokelat.
Akibatnya, mulut terasa lebih manis. Peneliti Universitas Pennsylvania
menemukan, wanita pra-menopause lebih banyak mengonsumsi saat cokelat
dan makanan manis saat stres dibandingkan wanita yang memasuki masa
menopause.

8. Gatal-gatal kulit dan alergi
Sebuah studi baru-baru ini Jepang terhadap 2.000 orang menemukan bahwa
mereka yang gatal-gatal kronis dua kali lipat mungkin terkena stres
daripada mereka yang tidak. Menurut ahli, perasaan cemas atau tegang
memperburuk kondisi kulit seperti dermatitis, eksim, dan psoriasis.

"Respon stres mengaktifkan serabut saraf dan menyebabkan sensasi
gatal," kata Yosipovitch menjelaskan. Orang stres juga rentan mengalami
reaksi alergi yang lebih parah dibandingkan orang normal.

9. Sakit perut
Stres bisa juga menyebabkan sakit perut, sakit punggung dan insomnia.
Studi terhadap 1.653 orang menemukan orang dengan sedang stres
memililki risiko tiga kali lebih tinggi mengalami sakit perut
dibandingkan orang yang relaks.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 6/03/2010 01:00:00 AM

Kirim email ke