Surya.co.id | Kamis, 27 Mei 2010 | Misteri istana Cleopatra di dasar
laut kian terkuak. Dalam suatu misi penyelaman, Selasa 25 Mei 2010, tim
ilmuwan mendapat temuan-temuan penting di reruntuhan bangunan di bawah
laut, yang diyakini merupakan Kompleks istana dan Kuil Isis, tempat di
mana ratu Mesir Kuno pernah bertahta.

Reruntuhan itu berada di dasar laut sekitar Pulau Anthirodos, yang
terletak di dekat kota pelabuhan Alexandria, Mesir. Barang-barang
berharga dari reruntuhan istana itu, yang pertama kali ditemukan pada
1996, akan dipamerkan di Amerika Serikat (AS) mulai awal Juni mendatang.

Para penyelam berenang di antara tumpukan batu kapur yang tenggelam ke
dasar laut akibat gempa bumi dan tsunami lebih dari 1.600 tahun lalu.
Tim penyelam dari sejumlah negara ini susah payah menggali salah satu
situs arkeologi bawah laut paling kaya di dunia itu.

Mereka pun mengambil artifak-artifak mengagumkan peninggalan era
Cleopatra, yang dikenal sebagai dinasti terakhir penguasa Mesir Kuno
sebelum dijajah oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 30 Sebelum Masehi
(SM).

Menggunakan perangkat teknologi mutakhir, tim mendeteksi reruntuhan
banguan yang terkubur jauh di bawah sedimen sisa pelabuhan. Akhirnya
tim penyelam mengonfirmasi keakuratan deskripsi mengenai kota
Alexandria, yang ditinggalkan oleh para pakar geografi dan ahli sejarah
Yunani sekitar 2.000 tahun lalu.

Sejak awal 1990-an, survei topografi memungkinkan tim peneliti yang
dipimpin arkeolog bawah laut Prancis, Franck Goddio, untuk menaklukkan
pelabuhan Alexandria yang jarak pandangnya sangat kurang. “Lokasi ini
merupakan situs unik di dunia,” kata Goddio yang telah melewatkan dua
dekade untuk mencari kota yang hilang tersebut.

Eksplorasi ini membawa tim penyelam mengunjungi kompleks istana dan
kuil Isis. Di tempat itulah Cleopatra menjalin hubungan asmara dengan
jenderal Romawi, Markus Antonius (Mark Antony). Mereka konon bunuh diri
menyusul kekalahan Antonius dari mantan sekutunya, Oktavianus, dalam
Perang Saudara. Oktavianus kemudian tampil memimpin Romawi dengan nama
Kaisar Augustus.

Tim penyelam menemukan sejumlah tempat utama dalam kehidupan dramatis
pasangan Cleopatra-Antony, termasuk Timonium, tempat di mana Antony
menarik diri dari dunia luar setelah menelan kekalahan dari Oktavianus.
Bangunan tersebut belum rampung dikerjakan karena Antony terlanjur
bunuh diri.

Mereka juga menemukan batu berbentuk kepala berukuran besar, yang
diduga kuat sebagai Caesarion, putra Cleopatra dan kekasihnya sebelum
Antony, Julius Caesar. Tim juga menemukan dua patung sphinx yang salah
satu di antaranya kemungkinan merupakan gambaran ayah Cleopatra,
Ptolemy XII.

Penemuan di perairan Alexandria ini akan dipamerkan di Franklin
Institute, Philadelphia, Amerika Serikat (AS) dari 5 Juni hingga 2
Januari 2010 dalam pameran bertajuk “Cleopatra: The Search for the Last
Queen of Egypt”. Pameran kemudian akan berlanjut ke kota-kota lain di
Amerika Utara. Associated Press

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 6/08/2010 01:00:00 AM

Kirim email ke