OKEzone.com | Selasa, 18 Mei 2010 | BERBAGAI penyakit kulit bisa
menyerang siapa saja, mulai dari eksim ringan, kusta hingga psoriasis
yang dianggap langka dan sulit disembuhkan. Data dari World Health
Organization (WHO) diketahui bahwa angka kejadian psoriasis adalah
sekitar 1-3 persen dari total penduduk bumi.

Federasi Kesehatan Amerika Serikat memperkirakan jumlah penderita
psoriasis di Negeri Paman Sam itu mencapai 5 juta jiwa saat ini.
Sedangkan Kementrian Kesehatan Inggris mengatakan bahwa sekitar 1,5
juta penduduknya menyandang penyakit kronik tersebut. Tapi di Indonesia
belum ada data akurat tentang penderita psoriasis. Penyakit kulit ini
belum diketahui masyarakat.


Menurut dr Susie Rendra SpKK dari Rumah Sakit Puri Indah, Kembangan,
Jakarta Barat, psiorasis adalah penyakit inflamasi atau peradangan
kulit yang sifatnya kronis.

“Biasanya ditandai oleh pertumbuhan kulit yang lebih cepat dari
herediter/keturunan atau genetik,” katanya.

Penyakit ini hilang-timbul, dapat muncul dalam waktu lama, dan bisa
mengalami remisi (periode di mana tidak dijumpai kelainan pada kulit
penderita). Penyakit ini memang tidak menular. Namun, bisa muncul pada
bagian tubuh mana saja.

Psoriasis merupakan peradangan kulit yang bersifat kronis dan residif.
Walaupun bukan termasuk penyakit mematikan, psoriasis bisa menjadi
penyakit serius dan berbahaya jika terjadi komplikasi. Bila dibiarkan,
penyakit ini dapat menimbulkan sindrom metabolik yang mengencam jiwa.
Gangguan kolesterol, jantung, dan kenaikan tekanan darah merupakan
beberapa penyakit yang sering dijumpai pada pasien psoriasis. Penyakit
ini makin lama cenderung makin luas dan parah. Selain itu penderita
juga memiliki risiko tinggi mengalami penyakit jantung koroner. Oleh
sebab itulah, penyakit ini harus ditangani dengan baik.

Faktor Penyebab dan Gejala

Berbeda dengan pergantian kulit normal yang biasanya berlangsung selama
3-4 minggu, psoriasis berlangsung secara cepat, yaitu sekitar 2-4 hari.
Penyakit ini bisa menyerang semua usia, mulai dari anak-anak hingga
dewasa.

Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa salah satu penyebab psoriasis
adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang disebut dengan
autoimmune disease. Artinya sistem imun atau sistem kekebalan tubuh
menyerang atau merusak jaringan tubuh sendiri. Yang diserang adalah sel
kulit sendiri, sehingga muncul psoriasis.

Selain itu, psoriasis dapat dicetuskan oleh faktor lingkungan. Gaya
hidup tak sehat, misalnya mengonsumsi alkohol yang berlebihan, dan
tingkat stres yang tinggi dapat juga mencetuskan dan memperberat
penyakit psoriasis.

Gejala-gejalanya biasanya berupa bintik merah yang makin melebar dan
ditumbuhi sisik putih berlapis-lapis. Umumnya lapisan kulit berlebih
ini tidak selalu tumbuh di seluruh bagian kulit tubuh.

"Walau dapat terjadi di seluruh badan, biasanya paling sering ditemukan
di daerah kepala, sehingga menyerupai ketombe, dan daerah yang sifatnya
ekstensor atau arahnya lengkung luar seperti siku, lutut, dan bokong.
Dapat pula terjadi di wajah, telapak tangan, telapak kaki dan bahkan
bisa terkena pada alat kelamin,” terang dokter ahli kulit ini.

Selain itu, psoriasis juga bisa menyerang kuku. Jika menyerang kuku,
akan terlihat lubang-lubang kecil atau nail pits pada salah satu bagian
kuku. Dan kuku pun akan rapuh, tak seperti kuku normal.

Diagnosis dan Pengobatan

Diagnosis dapat ditegakkan dari anamnesis, gambaran klinis, dan
pemeriksaan histopatologi. “Untuk mengetahui lebih pasti, bisa dengan
cara biopsi atau operasi kecil untuk mengambil sebagian kulitnya dan
diteliti dengan mikroskop,” jelas dr Susie. Pemeriksaan penunjang ini
wajib dilakukan untuk mengetahui benar atau tidaknya pasien menderita
psoriasis kulit.

Sekali lagi, psoriasis kulit memang tidak membahayakan jiwa. Namun
pengobatan oral yang tidak terkontrol oleh dokter dapat mengakibatkan
rusaknya organ dalam. Dan hal inilah yang bisa membahayakan jiwa
penderita. Penyakit ini hampir tidak bisa dihilangkan atau disembuhkan
secara total. Namun dengan pengobatan yang tepat dan dengan menghindari
faktor-faktor pencetusnya, penyakit ini dapat dikendalikan dengan baik
untuk mendapatkan masa remisi dan dapat memperlama jarak kekambuhan.

Tetapi psoriasis bertujuan untuk mengurangi keparahan dan mencegah
meluasnya kelainan kulit. Pemilihan pengobatan tergantung pada derajat
keparahan, penyakit yang menyertai, dan harapan pasien. Pasien perlu
diedukasi mengenai tujuan pengobatan psoriasis dan harapan penyembuhan
yang realistis bahwa psoriasis mungkin bisa kambuh. Penyakit psoriasis
adalah penyakit yang menahun sehingga konsekkuensi pengobatan adalah
kemungkinan timbulnya efek samping.

Pengobatan psoriasis dilakukan secara bertahap, secara cermat oleh
dokter untuk menentukan tipe psoriasis, luasnya area yang terkena, dan
derajat keparahan penyakit. Tujuannya adalah untuk menghambat laju
pertumbuhan sel kulit yang berlebihan sehingga gejala yang timbul dapat
hilang atau berkurang.

Ada beberapa langkah pengobatan yang diberikan yaitu pengobatan topikal
atau obat oles yang langsung mengenai kulit.

“Bisa juga dengan terapi penyinaran ultraviolet dan obat-obatan,
terutama pada kasus yang lebih berat atau parah,” terangnya.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 6/12/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke