KOMPAS.com | Senin, 7 Juni 2010 | Latihan plank biasanya dilakukan saat
kita mengikuti kelas yoga, pilates, aerobik, atau fitness. Bentuk
latihan ini adalah menyangga tubuh dengan kedua tangan, seperti pada
posisi push-up, dan menahannya dalam hitungan 30 detik sampai 1 menit.

Latihan plank dilakukan dengan target untuk memperkuat dan menstabilkan
otot-otot pusat, pundak, dan pinggul. Ketika Anda melakukannya, Anda
memang merasakan berat di bagian lengan dan perut. Namun otot-otot
pusat ini pada dasarnya adalah otot yang menghubungkan tubuh bagian
atas dan bawah, termasuk perut, punggung bawah, pinggul, dan bokong.

Semua otot ini perlu dilatih agar mampu mendukung tulang belakang,
membentuk postur tubuh yang baik, dan hampir semua gerakan. Dengan
menguatkan otot-otot pusat, Anda tidak hanya akan cepat membuat perut
menjadi rata, tetapi juga memperbaiki efektivitas setiap latihan yang
Anda lakukan. Plank juga lebih efektif daripada sit-up dan crunch,
karena kedua latihan ini hanya berfokus pada otot perut bagian luar
saja.

Tidak mengherankan jika plank kerap disebut sebagai salah satu latihan
terbaik, karena menguatkan otot-otot pusat yang paling dalam. Plank
merupakan latihan statis dimana Anda menggunakan kedua lengan untuk
mengangkat tubuh Anda dari lantai, dan menahan seluruh tubuh dalam
posisi lurus dan kaku seperti papan (itulah sebabnya disebut plank).

Karena latihan ini tidak membutuhkan alat dan waktu yang lama, Anda
tidak perlu mengikuti kelas fitness atau yoga untuk melakukannya. Anda
bisa latihan sendiri dimana saja.

Ada tiga posisi plank yang berbeda yang juga mentargetkan otot-otot
pusat. Semakin lama yang Anda bertahan dalam posisi plank, otot pusat
Anda semakin kuat. Anda pun akan segera melihat perbaikan pada tubuh
Anda. Namun jangan melakukan latihan ini jika Anda punya masalah pada
punggung bawah.

1. Basic plank
Mulailah dengan meletakkan kedua tangan di lantai, dengan bertumpu pada
siku. Anda bisa saling mengepalkan kedua tangan, atau membuat telapak
tangan rata di lantai. Luruskan kaki dan renggangkan selebar pinggul,
lalu angkat tubuh Anda dengan kedua kaki sebagai penyangga. Posisi
tubuh lurus; pastikan punggung tidak melengkung, atau bokong Anda lebih
tinggi. Kepala menghadap ke lantai, kunci bagian perut, lalu bernafas
normal. Sebagai awal, tahan posisi ini selama 20 detik.


Semakin tubuh Anda kuat, tambah durasi waktu untuk bertahan. Misalnya,
30 detik, 45 detik, 1 menit, dan seterusnya. Ulangi dalam 3 set.

Untuk basic plank, Anda juga bisa mencoba variasi lain. Misalnya,
menumpukan kedua siku di atas stability ball, sedangkan kedua kaki di
lantai. Atau kebalikannya, meletakkan kedua kaki di stability ball,
sementara kedua tangan di lantai. Latihan lain adalah dengan mengambil
dua stepboard yang diletakkan dalam jarak 1 meter. Tumpu kedua tangan
di stepboard yang satu, dan kedua kaki di stepboard yang lain, sehingga
tubuh Anda tampak seperti jembatan.

2. Side plank
Berbaring miring ke kanan sambil bertopang pada satu siku. Biarkan kaki
kiri bertumpuk di atas kaki kanan, dan lalu dorong tubuh Anda ke atas
sehingga tubuh Anda membentuk segitiga yang sempurna di lantai. Jangan
biarkan bahu kiri Anda condong ke depan atau ke belakang. Tahan posisi
ini selama Anda bisa, lalu ulangi pada sisi tubuh yang lain.


3. Sky-dive
Bayangkan posisi tubuh Anda ketika melakukan skydiving, namun tubuh
berada di lantai. Berbaringlah rata di lantai dengan kepala menghadap
ke bawah, dan kedua lengan lurus di samping tubuh. Perlahan angkat dada
Anda dari lantai sampai Anda bisa merasakan ketegangan di punggung
bagian bawah akibat otot-otot mulai bekerja. Secara serempak, angkat
kedua lengan dengan telapak menghadap ke atas, dan kedua ibu jari
menunjuk ke langit-langit. Tahan selama 30 detik, lalu turunkan dada
Anda perlahan-lahan.


www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 6/20/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke