Gambar diambil dari: www.shlokenterprise.com

Detik.com | Sabtu, 22 Mei 2010 | Bedak talek masih banyak digunakan
orang terutama ibu-ibu untuk diusapkan di tubuh bayinya. Tapi beberapa
penelitian menunjukkan bahwa bedak talek memicu kanker. Bagaimana
kondisi yang sebenarnya?

Bedak talek dihasilkan dari mineral yang disebut dengan talc atau
magnesium trisillicate. Dalam bentuk alamnya, talc ditemukan berbentuk
batuan dan diketahui mengandung serat menit terutama asbes. Proses yang
harus dilakukan untuk memisahkan kandungan ini dari batu tidaklah mudah.

Seperti dilansir dari buzzle, Sabtu (22/5/2010), sebuah studi
menunjukkan bahwa asbes sebagai salah satu bahan yang terkandung dalam
bedak talek bersifat karsinogen, yang dapat menyebabkan berbagai jenis
kanker dalam penggunaan jangka panjang.

Kemungkinan ada berbagai macam bedak yang digunakan. Namun studi
menunjukkan bahwa penggunaan bedak yang terlalu sering dapat mengarah
pada pengembangan dari dua jenis kanker yaitu kanker paru-paru dan
kanker ovarium.

Sebenarnya pada tahun 1973, badan pengawas makanan dan obat AS (US Food
and Drug Administration) merancang resolusi untuk membatasi jumlah
serat asbes seperti pada bedak kosmetik. Namun, tidak pernah ada
keputusan yang dibuat untuk batasan talc pada bedak kosmetik.

Bubuk talek dan kanker paru-paru
Sebuah penelitian mengklaim bahwa sering menghirup bedak bisa menjadi
penyebab kanker paru-paru. Para ibu yang menggunakan bubuk talek ini
juga sudah diperingatkan terhadap penggunaannya secara teratur. Hal ini
bukan saja menempatkan bayi pada risiko kanker, tapi juga bagi orang
disekitarnya yang menghirup bubuk talek ini.

Selain itu, talc juga digunakan sebagai bahan untuk membuat bedak anti
kutu pada anjing, dan hal ini ditemukan berbahaya baik bagi hewan
peliharaan dan keluarga yang tinggal bersama-sama.

Hal ini terutama disebabkan oleh partikel asbes yang sangat kecil dalam
bentuk bubuk sehingga mudah dihirup dan masuk ke dalam paru-paru.
Kondisi ini tentu saja dapat memicu reaksi inflamasi (peradangan) yang
nantinya dapat berkembang menjadi kanker.

Sementara itu saat penelitian lebih lanjut dilakukan, ditemukan para
penambang talc dalam jumlah besar telah didiagnosa menderita kanker
paru-paru. Hal ini disebabkan pekerjaan tersebut mengharuskan seseorang
kontak dengan talc secara konstan. Selain itu juga ditemukan talc yang
belum diproses akan jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan produk
akhir yang sampai ke konsumen.

Bedak talek dan kanker ovarium
Studi mengenai hal ini masih sedikit kabur dan memerlukan klarifikasi.
Berdasarkan studi penelitian berskala besar, penggunaan bedak talek
oleh perempuan di alat kelaminnya bisa menyebabkan partikel tersebut
masuk ke dalam indung telur dan mengakibatkan multiplikasi sel ovarium
dengan cepat. Kondisi ini adalah salah satu karakteristik utama dari
kanker.

Namun hal ini juga tergantung pada seberapa banyak bedak tersebut
digunakan, diperkirakan risiko kanker ovarium akan meningkat jika
sering menggunakan bedak talek.

Seperti dikutip dari Cancer.org, Sabtu (22/5/2010) sebuah studi
prospektif (umumnya dianggap yang paling informatif) diterbitkan pada
tahun 2000 yang menemukan tidak ada pengaruhnya secara menyeluruh
dengan kanker ovarium, tapi meningkatkan risiko sebesar 40 persen pada
salah satu tipe dari invasive serous cancers.

Sementara yang terkait dengan kanker paru-paru, satu studi menemukan
adanya peningkatan risiko paru-paru, tapi studi lain menemukan tidak
ada peningkatan risiko.

Studi terhadap penggunaan bedak talek ini bersifat pribadi sehingga
memberikan hasil yang tidak konsisten, walaupun beberapa hal mendukung
peningkatan risiko kanker. Namun bagi orang yang terbiasa menggunakan
bedak, tak ada salahnya untuk mempertimbangkan menghindari atau tidak
menggunakan bedak yang mengandung talc.

Datuk Dr Nor Ashikin Mokhtar, ahli kandungan konsultan & ginekolog
seperti dilansir dari the Star mengatakan sampai penelitian ilmiah
dapat memberikan jawaban yang lebih baik, maka terserah pada individu
untuk membuat keputusannya sendiri mengenai penggunaan bedak talek.

"Kita harus ingat bahwa belum tentu setiap butir bedak adalah
karsinogenik karena tergantung pada tingkat serat asbes-seperti di
bedak yang digunakan," katanya.

Menurut Dr Nor salah satu alternatif untuk bedak talek adalah dengan
menggunakan serbuk pati jagung yang tidak mengandung talc. Pati jagung
tidak terkait ke setiap bentuk kanker dan lebih mudah dipecah oleh
tubuh, seperti bedak.

Konsultasikan juga dengan dokter anak Anda, apakah aman untuk
menggunakan bedak bayi pada bayi dan anak-anak.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 6/26/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke