Gambar diambil dari: okezone.com

Jpnn.com | Jum'at, 18 Juni 2010 | Tuti Lisnawati Dalimunthe (30)
membuat geger warga Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten
Padang Lawas Utara (Paluta) dan sekitarnya. Betapa tidak, rahim Tuti
mengeluarkan sejumlah benda seperti pisau silet, kaca, paku, jarum,
duri sawit dan gulungan rambut.

Kamis (17/6), Tuti Lisnawati Dalimunthe dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan
untuk menjalani operasi kecil di Ruangan Poli Obgyn sekitar pukul 12.00
WIB. Dalam proses operasi yang berlangsung tak lebih dari 5 menit itu
dokter yang menangani Tuti Lisnawati menemukan dua benda asing seperti,
sekrup berukuran sekitar 2 centimeter dari saluran rahimnya.

Sanusi Pilliang SpOg, dokter yang menangani Tuti mengatakan, kasus ini
baru pertama kali ditemuinya selama dirinya bertugas. "Ini adalah kasus
langka yang pernah saya tangani, namun pada dasarnya proses operasi
yang dilakukannya adalah sebatas remove seperti mengambil spiral di
dalam rahim. Dan proses yang dilakukan tidak terlalu rumit dan hanya
memakan waktu lebih kurang lima menit saja," ujarnya.

Menurutnya, sebelum menjalani operasi, Tuti sempat melakukan ultrasonic
graphy (USG), terlebih dahulu, dan saat terdeteksi adanya benda asing
di saluran rahimnya tersebut, pihak dokter lalu memtuskan untuk
menjalani operasi kecil dalam mengeluarkan sekrup yang berada di
saluran rahim Tuti.

Meskipun secara medis kasus yang dialami Tuti sulit untuk dijelaskan,
namun dokter mengatakan tidak ditemui adanya indikasi infeksi terhadap
luka yang dialami Tuti.
"Sampai saat ini tidak ada efek samping terhadap operasi yang telah
dijalaninya, namun tak ada jaminan benda itu sudah tak ada lagi,"
imbuhnya.

Pasca menjalani USG dan operasi yang memakan waktu berkisar 45 menit,
dari saran dokter, Tuti lalu menjalani konseling di ruang konsultasi
psikologi di RSUD dr Pirngadi Medan dalam mengembalikan mental pasien
yang dianggap tertekan akibat penyakit aneh yang telah tiga bulan
dialaminya.

Andi Chandra Mpsi, konsultan klinis RSUD dr Pirngadi yang menangani
Tuti mengatakan, kasus yang dialami Tuti adalah kasus yang sangat
jarang ditemui karena sudah bercampur dengan mistik. Untuk penanganan
kasus tersebut, konsultan menyarankan tiga jenis therapy untuk Tuti
dalam upaya mengurangi stres dan ketakutan yang berlebih dalam
memberikan kesegaran terhadap diri Tuti.

Ketiga therapy yang dimaksudkan Andi adalah, therapy bunga atau
disarankan mandi bunga sebagai sugesti agar pasien tidak membayangkan
lagi perihal santet yang telah menghantuinya. Sedangkan therapy kedua
yang harus dijalaninya adalah terapi agama, yaitu dituntut untuk selalu
berdoa sesuai dengan agama yang dianutnya. Ketiga adalah therapy
emosional freedom teknik, adalah sebuah teknik yang efektif untuk
meredakan stres, mengingat sejauh ini Andi menganggap, Tuti sudah pada
tingkatan stres berat atau pada tingkatan depresi ringan.

Mengenai asal muasal kasus aneh yang dialami Tuti, Andi menceritakan
ulang awal kisah yang dialami Tuti. Menurutnya tiga bulan lalu,
Marasaman Harahap (38) suaminya, mendapatkan promosi sebagai mandor di
PTPN III tempat dirinya bekerja.

Namun tiga hari setelah pengangkatan tersebut, Tuti menemukan sepucuk
surat di WC, yang berisikan ancaman yang bertuliskan "pilih pekerjaan
atau anak".
"Beberapa hari setelah mendapatkan ancaman tersebut, dirinya (Tuti)
sering mengalami sakit perut, bahkan anak pertamanya yang berusia 11
tahun juga sempat mengalami lumpuh setelah bebrapa hari mendapatkan
surat tersebut," ujar Andi menerangkan.

Andi melanjutkan, setelah mencoba memeriksakan penyakit di bagian
perutnya, dokter tak menemukan penyebab penyakit yang dialaminya.
Sehingga Tuti memutuskan untuk mengobati hal tersebut ke paranormal
yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Pertama kali pengobatannya di
paranormal, ditemukan dua buah jarum dari saluran rahimnya. Dan hal ini
terus berlanjut hingga dirinya telah tiga kali berganti paranormal
untuk mengobati penyakit anehnya.

Namun, kesembuhan tak kunjung datang, bahkan semakin banyak temuan
benda asing dari saluran rahimnya, selain paku berukuran tiga inci,
Tuti juga pernah mengeluarkan kawat dari bagian payudaranya.

Bahkan selain paranormal, dirinya juga pernah melakukan operasi di
Puskesmas Gunung Tua, Paluta. Dalam operasi tersebut ditemukan paku,
permen karet, dan silet dari saluran rahimnya. Dengan kondisi ini
pastinya seseorang akan mengalami stres tingkatan tinggi. Sehingga
sangat penting baginya untuk tidak lagi kembali ke rumahnya dalam
sementara waktu agar dirinya bisa terjauh dari kejadian yang sama.

"Untuk itu, kita sarankan kepada Tuti untuk kembali lagi kemari minggu
depan untuk melihat perkembangannya setelah mencoba menjalani therapy
yang kita sarankan, dan dirinya juga diminta untuk tidak kembali dalam
beberapa waktu ke rumahnya agar therapy yang dijalaninya bisa berjalan
efektif," terang Andi.

Tongku Poliaman, orangtua Tuti Lisnawati menceritakan, putrinya
tersebut merasakan sakit yang sangat perih di bagian perutnya sekitar
sebulan lalu. Saat itu Tuti tinggal bersama suaminya di salah satu
perkebunan di daerah Labuhan Batu.

“Sebenarnya sakitnya si Tuti terjadi sekitar dua bulan. Tapi satu bulan
lalu yang paling parah. Sakit yang dideritanya sangat aneh dan tak
dikenal oleh kesehatan,” kata Tongku.

Diutarakan Tongku, karena Tuti sakit, dirinya menjemputnya di tempat
suaminya bekerja di Labuhan Batu untuk dibawa berobat dan dirawat inap
di RSUD Labuhan Batu. “Saat dioperasi dirahimnya ditemukan pisau silet,
kaca, paku, jarum, duri sawit, gulungan rambut. Tapi kondisi Tuti tak
juga sembuh. Kita kembali merujuknya ke Puskesmas Gunung Tua. Sekitar
seminggu yang lalu hasilnya benda itu juga didapatkan. Saat ini jumlah
benda yang keluar dari rahim Tuti sekitar 50-an,” bebernya.

Ditambahkan Tongku, setelah pihak keluarga membawa Tuti berobat ke
berbagai tempat, kondisi Tuti tidak berubah. Ibu rumah tangga ini masih
sakit-sakitan.

“Menurut orang pintar yang kami temui, Tuti disantet seseorang yang tak
suka dengan suaminya, disebabkan perebutan jabatan dalam perusahaan
tempat suaminya bekerja di daerah Labuhan Batu. Kami sudah membawanya
berobat ke berbagai tempat, tapi toh hasilnya begitu-begitu saja,”
pungkasnya.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 6/28/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke