Bhapux.wordpress.com | 15 Agustus 2009 | Mumi adalah mayat yang telah
diawetkan dengan teknik pembalseman pada jaman Mesir kuno. Umumnya raja
dan keluarganya yang mayatnya diawetkan, karena pada masa itu mereka
meyakini mitos bahwa tubuh mereka dapat dihidupkan kembali nantinya
apabila jasad mereka tidak hancur berkalang tanah. Yuk kita pelajari
bagaimana prosesnya . .

Pengeluaran Otak
Mula-mula, orang Mesir mengeluarkan otak mayat terlebih dahulu. Saat
itu, orang Mesir belum mengetahui betapa pentingnya fungsi otak. Cara
pengeluarannya bermacam-macam. Salah satu caranya adalah membuka
lempengan tengkorak mayat, mengeluarkan otaknya, lalu menutupnya
kembali. Cara ini agak berbahaya karena mereka harus memasang lempengan
tengkorak sesuai tempatnya sebelumnya

Cara lain yg lazim dipakai adalah memakai semacam kawat dengan ujung
mirip kail yg bengkok di ujungnya. Kawat itu dimasukkan ke dalam
hidung & masuk ke otak menembus langit-langit hidung & syaraf
penciuman. Bila sudah sampai ke otak, mereka akan menarik ulur kawat
itu maju mundur, seperti orang yg mengaduk adonan. Karena otak itu
hancur akibat gerakan kawat, maka otak itupun akan mengalir ke luar
tubuh melaluilubang hidung. Untuk memudahkan proses pengaliran keluar
cairan otak, mereka membaringkan mayat iu dalam posisi tengkurap. Untuk
mengambil caian yg masih tersisa di hidung, mereka menggunakan semacam
sendok untuk mengambil cairan otak

Proses pengeluaran otak biasanya memakan waktu sampai 2 hari. Jika
sudah, maka para embalmers (pembuat mumi) memasukkan kain linen ke
dalam rongga otak mayat melalui lubang yg sudah ada. Mereka juga
memasukkan semacam resin/getah (biasanya damar) ke dalam rongga otak
untuk mencegah rusaknya linen di dalam

Pengeluaran Organ Tubuh
Para embalmers akan membuat sayatan di tubuh calon mumi, biasanya di
daerah perut sebelah kiri. Mereka kemudian mengeluarkan organ-organ
dalam tubuh seperti usus, hati, paru-paru, & lambung. Sebabnya adalah
karena organ-organ tersebut merupakan organ-organ yg mudah membusuk.
Akan tetapi, mereka tidak mengeluarkan jantung jenazah. Hal ini karena
orang Mesir percaya jantung merupakan sumber nyawa bagi manusia & jiwa
seseorang masih tinggal di badannya walaupun ia sudah mati. Karena itu
mereka berpikir jantung penting bagi orang Mesir untuk kehidupan
sesudah kematian

Pengawetan
Fase selanjutnya setelah mengeluarkan organ-organ tubuh – kecuali
jantung – dari tubuh jenazah adalah mengawetkan bagian dalam tubuh.
Untuk melakukannya, mereka akan mencuci/membasuh isi tubuh sang jenazah
dengan cairan natron & anggur. Natron adalah nama semacam senyawa
campuran garam & soda yg biasa ditemukan di oasis Natrun, dekat Kairo.
Jika sudah dibasuh, maka tubuh yg sudah dibersihkan dengan natron ini
akan diberi natron padat. Tujuannya adalah agar tubuh jenazah
mengering & siap untuk diawetkan lebih lanjut. Untuk mengawetkan bagian
luar tubuh jenazah, mereka akan menaburinya dengan bubuk natron. Jika
tidak ada natron, maka embalmers akan menggantinya dengan garam

Usai pengawetan tahap pertama, embalmers akan mendiamkan jenazah selama
40 hari di atas semacam meja batu. Tujuannya adalah agar seluruh cairan
dalam tubuh jenazah mengering akibat pengaruh natron. Terkadang, selama
proses ini ada bagian tubuh dari jenazah, semisal jari tangan, yg
terlepas akibat proses pembusukan yg sudah lama sejak sebelum
pengawetan. Bila bagian tubuh tersebut tidak bisa lagi “dipertahankan”,
embalmers akan menggantinya dengan benda-benda lain semisal kain linen,
kayu, atau emas sebagai pengganti bagian tubuh yg hilang. Yg
terpenting, tubuh jenazah yg akan diawetkan harus memiliki anggota
tubuh lengkap

Pemumian/Pembalutan
Setelah melalui fase pengeringa, tubuh jenazah tidak langsung dibalut.
Tubuh jenazah akan dibersihkan lagi & melalui lubang sayatan tadi,
tubuh jenazah akan diisi dengan lebih banyak natron, kain linen,
rempah-rempah, dsb. Jika sudah, perut jenazah kemudian akan dijahit
kembali agar tertutup. Tubuh mumi selanjutnya akan dibaluri dengan
getah damar & minyak wangi. Setelah itu, barulah tubuh mumi dibalut
dengan kain linen yg amat panjang. Jimat-jimat pelindung juga disisipi
ke dalam balutan-balutan tersebut. Embalmers juga membuatkan semacam
mahkota & topeng yg mirip dengan wajah jenazah semasa masih hidup untuk
mumi. Topeng ini dibuat dari semacam bahan yg disebut papier marche,
namun ada juga yg terbuat dari lempengan emas murni, seperti topeng
Firaun Tutankhamon

Pemetian & Penguburan
Mumi yg sudah jadi akan dimasukkan ke dalam peti mati. Terkadang, peti
yg dipakai bisa sampai beberapa buah dengan ukuran berbeda-beda untuk
satu mumi, sehingga mumi seolah-olah seperti masuk dalam peti yg
berlapis-lapis. Peti ini biasa terbuat dari batu. Mumi yg sudah
dimasukkan ke dalam peti kemudian dimasukkan ke dalam sarkofagus,
semacam peti mati khusus yg dihiasi ukiran-ukiran & seingkali terbuat
dari emas murni. Proses pembuatan mumi seperti ini hanya bisa dilakukan
oleh raja-raja, bangsawan, atau orang kaya. Untuk orang biasa, proses
pembuatan mumi sama seperti di atas, namun mereka tidak mengeluarkan
isi perut mereka & tanpa memakai rempah-rempah atau minyak wangi yg
mahal. Mumi orang biasa juga tidak dimasukkan ke dalam sarkofagus atau
peti yg banyak, namun hanya dengan peti kayu sederhana

Pyramid
Pada raja-raja, sarkofagus ini selanjutnya akan dikuburkan ke dalam
piramid. Dalam ruangan tempat menyimpan sarkofagus juga dilengkapi
dengan perhiasan atau benda-benda berharga yg amat mahal semisal emas,
karena mereka percaya jiwa orang mati tetap berada di dalam mumi &
mereka akan senang bila ada benda-benda kesenangan mereka di dekatnya.
Karena itulah, ada banyak pemburu harta karun yg mengincar harta mumi
ini (rata-rata para pemburu harta ini justru adalah orang yg ikut
terlibat dalam pembuatan mumi & piramid karena piramid itu dilengkapi
labirin yg ruwet & tidak sembarangan orang bisa masuk & keluar dengan
selamat tanpa terjebak)

Pada orang biasa, peti berisi mumi hanya dikuburkan begitu saja seperti
prosesi penguburan biasa & pada orang-orang kaya/bangsawan, peti berisi
mumi itu akan dikuburkan secara biasa, namun di atas kuburannya diberi
semacam kubah besar. Sebelum pembuatan mumi dikenal,orang Mesir hanya
menguburkan jenazah begitu saja ke dalam lubang di gurun. Kondisi gurun
di Mesir yg amat panas & kering menyebabkan terjadinya proses
pengawetan secara alamiah



Sedikit tambahan, para ahli percaya bahwa bentuk geometris piramid
berupaa limas yg mengerucut di atasnya memiliki kemampuan untuk
mengumpulkan semacam gelombang-gelombang elektromagnetik yg membantu
proses pengawetan benda-benda organik di alamnya & menjaga kestabilan
metabolisme makhluk hidup. Seorang ahli konon pernah mencoba menaruh
daging ke dalam miniatur piramid & setelah beberapa hari, daging
tersebut tidak membusuk. Hal lain seputar piramid yg masih menjadi
misteri adalah pada Piramida Giza, piramida terbesar di dunia, setiap
sudut di pondasi piramid menghadap ke 4 penjuru mata angin yg berbeda
secara tepat alias tanpa melenceng. Belum ada yg tahu pasti kenapa

Menurut para ahli, total waktu pembuatan mumi pada raja-raja atau
orang-orang elit memakan waktu 70 hari, yaitu 40 hari untuk pengeringan
tubuh mumi dan 30 hari untuk membungkusnya

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 7/02/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke