VIVAnews.com | Senin, 28 Juni 2010 | Tertawa yang berulang bisa
memiliki efek yang sama dengan olaharaga. Hal itu menurut penelitian
yang dilakukan tim dari Loma Linda University Schools of Allied Health
(SAHP) di Amerika Serikat.

Penelitian menunjukkan, tertawa tidak hanya membuat perasaan menjadi
lebih positif, tetapi juga menurunkan tingkat stres, meningkatkan
imunitas, menurunkan kolesterol, dan tekanan darah. Efek ini juga
dihasilkan olahraga santai.

Penelitian dilakukan dengan meminta 14 responden menonton video
berdurasi 20 menit yang menampilkan gambar sedih dan menyenangkan.
Seluruh responden diukur tekanan darah dan diambil sampel darahnya,
sebelum dan sesudah menonton.

Peneliti kemudian menganalisa pengaruh eustress (tertawa riang) dan
tekanan pada modulasi hormon kunci yang mengendalikan nafsu makan.

Setiap sampel darah dipisahkan ke dalam komponen, lalu dilakukan
pemeriksaan tingkat serum dua hormon yang memengaruhi nafsu makan,
yairu leptin dan ghrelin. Hasilnya, responden tidak menunjukkan
perubahan signifikan kadar hormon nafsu makan setelah menonton video
sedih selama 20 menit.

Sebaliknya, responden yang menonton video lucu mengalami perubahan
dalam tekanan darah serta perubahan tingkat leptin dan ghrelin. Secara
khusus, tingkat penurunan leptin meningkatkan tingkat ghrelin, seperti
efek akut dari latihan fisik yang moderat, dan sering dikaitkan dengan
nafsu makan meningkat.

"Realita utama dari penelitian ini adalah bahwa tertawa menyebabkan
berbagai modulasi dan respons tubuh. Pengaruh tawa yang berulang adalah
sama dengan pengaruh pelatihan berulang," kata Dr. Lee S. Berk, salah
satu peneliti, seperti dikutip dari Times of India.

Penelitian ini menurut Berk bisa memberikan alternatif baru untuk
meningkatkan nafsu makan pada orang yang tidak bisa melakukan aktivitas
fisik. Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam konferensi Biologi
Eksperimental 2010.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 7/12/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke