VIVAnews.com | Jum'at, 25 Juni 2010 | Berdasar studi yang
dipublikasikan di Jurnal Science, penerima sentuhan lembut cenderung
lebih bahagia dan murah hati. Sebaliknya, sentuhan keras cenderung
membuat seseorang semakin egois dan agresif.

Studi dilakukan dengan memberikan sentuhan kepada sejumlah responden.
Eksperimen pertama mengungkap, responden yang menerima jigsaw puzzle
kasar mudah memicu permusuhan saat berinteraksi dengan orang lain.
Sementara interaksi yang melibatkan jigsaw halus membuat para pelakunya
bertindak lebih santun.

Sedangkan eksperimen kedua mengungkap, orang yang duduk di kursi dengan
alas keras cenderung kurang mau berkompromi atau bernegoisasi,
dibandingkan orang yang duduk di kursi lembut dan nyaman.

"Pikiran sangat terkait dengan tubuh kita. Sejak bayi, manusia telah
mampu merasakan bahwa kehangatan fisik adalah sesuatu yang
menenangkan," kata Profesor John Bargh, psikolog sosial dari
Universitas Yale Amerika, seperti dikutip dari laman Telegraph.

Sejak bayi, manusia telah mengembangkan konsep fisik seperti kekasaran,
kekerasan, dan kehangatan. Studi juga menunjukkan bagaimana seseorang
mengembangkan ide mengenai orang lain serta mengartikannya melalui
senyuman hangat atau sinis.

Sentuhan keras dan halus, menurut ahli, tercermin dalam ekspresi
sehari-hari termasuk bahasa yang digunakan. "Pengalaman terhadap hal
ini tidak hanya mempengaruhi fisik dan persepsi, tetapi mempengaruhi
perilaku kita terhadap orang lain," ujar Prof Bart.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 7/14/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke