DetikFinance.com | Budi Cahyadi | Selasa, 21 Juli 2009 | Sering kita
dengar seorang suami memberikan alasan, "Saya tanya 'direktur keuangan'
dulu ya". Dan kita mahfum bahwa yang dimaksud adalah isterinya.

Sudah menjadi tradisi masyarakat kita bahwa seorang isteri adalah
pengelola rumah tangga, terutama dalam hal pengelolaan keuangan rumah
tangga. Tantangan finansial seorang isteri pun cukup beragam, mulai
dari naik turunnya pendapatan keluarga, menjaga anggaran rumah tangga
jangan sampai defisit, sampai kepada ancaman kekurangan dana untuk
kebutuhan hari tua.

Bahkan, dalam situasi finansial yang kurang menguntungkan, sang isteri
terancam untuk 'terpaksa' ikut bekerja untuk memenuhi kebutuhan
keluarga. Kami berharap beberapa tips di bawah ini akan banyak membantu
para isteri untuk lebih cerdas dan terampil dalam mengelola keuangan
rumah tangga.

1. Membangun kepercayaan finansial dengan pasangan (suami)

Rencanakanlah keuangan rumah tangga anda bersama dengan pasangan.
Ciptakanlah komunikasi yang jujur dan terbuka. Hal ini akan merubah
sikap saling menyalahkan satu sama lain (Ingat : Ini merupakan salah
satu penyebab utama keretakan rumah tangga) menjadi saling mengingatkan
apa bila terjadi pengeluaran yang berlebihan. Hal ini juga dapat
membuat anda saling memberikan pujian atas tercapainya sasaran-sasaran
finansial yang sudah anda rencanakan bersama. Alhasil, mendorong anda
untuk lebih disiplin dan belajar hidup lebih hemat.

2. Belanja, utang/kewajiban, tabungan dan Anggaran Rumah Tangga.

Apa yang pertama kali muncul di pikiran anda pada saat menerima
pendapatan setiap bulannya? Belanja? Bayar utang/kewajiban? Atau
menabung? Jika belanja yang duluan muncul, hampir pasti anggaran rumah
tangga anda akan menderita defisit. Anda perlu mengubah kebiasaan itu.
Biasakanlah untuk memangkas pendapatan untuk menabung dulu. Hal ini
memastikan arus kas bersih (net cashflow) anggaran rumah tangga anda
akan surplus/positif. Setelah itu, bayarlah dulu utang/kewajiban.

Pastikan utang/kewajiban berkurang terus sesuai jadwal yang sudah
direncanakan. Waspadai bunga yang diberlakukan. Baru kemudian dari sisa
anggaran yang tersedia dimanfaatkan untuk belanja kebutuhan rumah
tangga. Dengan melakukan kebiasaan seperti diatas, anda akan lebih
mudah mencapai sasaran-sasaran finansial yang diinginkan.

Banyak diantara para ibu rumah tangga yang sudah terbiasa melakukan
penyusunan anggaran. Penyusunan anggaran rumah tangga sebetulnya sangat
sederhana, yaitu menuliskan rencana pengeluaran rutin bulanan (membantu
untuk tidak keluar dari rel) dan menabung untuk keperluan masa depan
yang anda inginkan, seperti mobil, rumah, dana hari tua dan lain-lain.
Jangan lupa memasukkan rencana pengurangan hutang dan atau jadwal
pembayaran kewajiban kedalam anggaran anda. Bila anda belum
melakukannya, manfaatkan software excel spreadsheet atau anda dapat
mempelajarinya melalui simulasi perencanaan keuangan di situs kami;
www.tgrmfinance.com.

3. Kesepakatan batas pengeluaran.

Buatlah kesepakatan bersama pasangan anda sebuah plafon pembelian,
misalnya Rp. 500.000. Bila ada pembelian diatas plafon, anda berdua
sepakat untuk membahasnya lebih dulu (tidak berlaku untuk pembelian
rutin seperti belanja bulanan, pembayaran listrik dan lain-lain).
Diawal, aturan ini memang terasa terlalu membatasi, namun kami telah
membuktikan bahwa hal ini berdampak besar pada penghematan anggaran.

4. Menata dokumen finansial Anda

Sediakan tempat khusus untuk menyimpan dokumen finansial dan dokumen
penting anda dan tatalah dengan rapih, sehingga anda akan mudah untuk
mendapatkannya jika dibutuhkan. Hal ini akan mendorong anda untuk terus
melakukan review terhadap anggaran yang sudah anda buat.

5. Mengerti kebutuhan asuransi jiwa dan kesehatan

Polis asuransi dibeli untuk melindungi anda. Sampai sejauh mana polis
asuransi yang anda miliki melindungi anda. Untuk Polis Asuransi jiwa,
berfungsi sebagai pengganti penghasilan bila pemberi nafkah sudah tidak
dapat melakukan tugasnya (karena meninggal atau cacat). Pahami berapa
besar nilai perlindungan (Uang Pertanggungan) yang anda butuhkan.

Meningkatnya biaya pengobatan yang mencapai 3-5 kali inflasi merupakan
alasan kuat untuk kita memiliki asuransi kesehatan. Sebagian besar dari
pembaca tentu sudah memiliki perlindungan kesehatan ini, baik yang di
sediakan oleh perusahaan, maupun membeli sendiri. Pahami fasilitas
penjaminan (coverage) asuransi kesehatan anda, sesuai dengan yang anda
butuhkan. Diskusikanlah uang pertanggungan asuransi jiwa dan coverage
asuransi kesehatan dengan perencana keuangan atau agen asuransi anda.

6. Memenuhi kebutuhan dana hari tua

Kapan sebaiknya kita mulai merencanakan dan melaksanakan dana pensiun?
Mulailah lebih awal. Semakin cepat mulai menyisihkan dana, akan semakin
baik dan semakin murah dana yang diperlukan. Sebagai gambaran, untuk
target pencapaian dana 1 milyar 20 tahun yang akan datang, dengan
tingkat pertumbuhan (return) 14 % per tahun, dana yang harus anda
invetasikan per bulan adalah Rp.760.000,-/bulan. Sedangkan bila anda
menunda 10 tahun dengan target dan tingkat pertumbuhan yang sama, anda
harus menyisihkan dana Rp. 3.800.000/bulan.

7. Menentukan sasaran-sasaran finansial bersama pasangan

Membahas sasaran finansial jangka pendek dan panjang bersama pasangan
adalah saat-saat yang menyenangkan karena dengan menyatunya ide anda
berdua akan menciptakan motivasi bahtera rumah tangga tang sekaligus
memperkuat fondasinya. Mulailah dengan hal yang umum, seperti rencana
pembelian mobil, cicilan rumah dan lain-lain. Kemukakan ide-ide anda
secara kreatif. Misalnya rencanakan cicilan rumah sudah selesai sebelum
anak tercinta mulai kuliah, hal ini akan mengurangi tekanan finansial
anda dimasa mendatang. Atau jangan membeli mobil mungil kalau anda
sudah mengharapkan kedatangan si kecil sebelum 2 tahun ke depan.

Jangan lupa buat rencana anda secara tertulis agar bisa selalu di
tinjau kembali dari waktu kewaktu dan yang terpenting, konsolidasikan
sasaran-sasaran anda ke dalam rencana anggaran bulanan.

8. Menghemat = menciptakan pendapatan

Saat anda melakukan belanja bulanan untuk rumah tangga, biasakanlah
untuk menghemat anggaran. Dan dedikasikan penghematan tersebut untuk
sesuatu yang nyata. Waktu kami baru menikah, nenek saya pernah
menasehati, “Simpan penghematan belanjamu untuk hadiah ulang tahun
anak-anakmu kelak”. Dan diluar dugaan, kami mendapatkan lebih dari
cukup untuk itu.

9. Membeli untuk manfaat jangka panjang

Hampir semua orang tua menyambut kelahiran anggota keluarga baru dengan
menyiapkan tempat tidur bayi. Berapa lama sang bayi tidur ditempat itu?
Bukankah lebih hemat dan efisien kalau kita menyambutnya dengan membeli
tempat tidur ukuran dewasa, yang akan terus bermanfaat sampai dia
dewasa.
Semoga bermanfaat!

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to FINANCIAL PLANNER at 7/16/2010 08:34:00 PM

Kirim email ke