Detikfinance.com | Selasa, 07 April 2009 | Taufik Gumulya | Hidup dan
kehidupan.., manusia dan perencanaan.., sudah merupakan suatu
kebutuhan. Begitu besarnya kebutuhan ini sehingga merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari aktifitas sehari hari. Bagi seorang pebisnis
akan melakukan perencanaan strategis agar barang maupun jasa yang
dipasarkan dapat segera diserap oleh pasar, seorang petani jagung akan
merencanakan untuk menjual hasil panen jagungnya kelak 3 bulan kedepan
dan hasil penjualan akan direncanakan untuk membayar biaya sekolah
anaknya dan sebagainya.

Peran perencanaan begitu penting sehingga tidak bisa diabaikan oleh
siapapun yang sedang melakukan aktifitas, kita ketahui dalam dunia yang
modern saat ini, perencanan bisnis (barang dan jasa) yang dilakukan
pada akhirnya ditujukan untuk mendapatkan uang, namun ironisnya kita
seringkali tidak melakukan perencanaan terhadap uang yang didapat dari
hasil 'keringat' sendiri.

Di kehidupan nyata sering kali kita menghabiskan uang dalam jumlah yang
besar karena tergiur oleh program diskon suatu barang yang sebenarnya
kita tidak membutuhkannya dan lebih parah lagi kita telah kehilangan
jutaan rupiah disebabkan salah informasi serta tergiur oleh saran
investasi yang tidak tepat. Fakta yang ada dan tidak sedikit jumlahnya,
mereka yang bekerja di bidang keuangan dan seringkali memberikan saran
keuangan kepada nasabahnya ketika ditanya apakah sudah memiliki program
perencanaan keuangan pribadi maka sedikit sekali yang mengatakan 'ya'
saya telah memiliki. Namun jika kepada mereka kita tanya apakah anda
ingin kaya? Jawaban secara tegas mereka adalah 'ya' saya ingin kaya.

Ya saya ingin kaya itulah yang semua orang inginkan.., I wanna be
rich..!, namun disini permasalahannya kita semua dihadapkan pada suatu
keinginan yaitu ingin menjadi kaya namun tidak tahu bagaimana
caranya.., yang kita pasti tahu adalah bagaimana kita menghabiskan
kekayaan kita.., lalu bagaimana caranya agar kita menjadi kaya?

Pembaca yang bijak, untuk menjadi kaya sebenarnya sangat sederhana,
dapat dilakukan melalui sektor riil (real sector)dan sektor keuangan
(financial sector). Menurut hemat kami, kedua sektor tersebut sangat
berpotensi membuat anda menjadi lebih kaya tentu jangan lupa ada faktor
resiko yang harus bisa diantisipasi sejak dini yakni dengan melakukan
perencanaan. Pembahasan yang kami paparkan disini adalah pembahasan
sektor keuangan tentunya sesuai dengan kompetensi yang kami miliki
yakni melalui perencanaan keuangan.

Financial Planning atau Perencanaan Keuangan adalah masalah bagaimana
kita dapat melakukan perencanaan yang tepat sejalan dengan waktu yang
tersedia, tujuannya membuat kita menjadi sejahtera.

Dalam melakukan perencanaan keuangan ada 3 formulasi yang umum
dilakukan oleh mereka yang menerima pendapatan (income):

1. Pendapatan- kewajiban (hutang- pengeluaran rutin- investasi &
tabungan (jika mungkin)
2. Pendapatan- kewajiban (hutang)- investasi & tabungan- pengeluaran
rutin
3. Pendapatan- investasi & tabungan- kewajiban (hutang)- pengeluaran
rutin


Pembaca yang budiman, nomor berapakah perencanaan keuangan yang anda
lakukan? Jika anda menginginkan untuk menjadi sejahtera atau ingin
menjadi kaya maka secara tegas kami katakan anda sebaiknya memilih
formulasi nomor 3 (tiga). Anda mutlak melakukan perencanaan tersebut
hingga pada akhirnya anda merasakan indahnya pertumbuhan aset yang
sedang anda lakukan. Pada tahap seperti ini anda akan merasakan
perencanaan keuangan adalah suatu kebutuhan bukan lagi merupakan
kewajiban yang penuh dengan paksaan. Formulasi nomor 3 ini dilakukan
hingga anda pensiun dari pekerjaan anda.

Lalu berapa besarnya investasi dan tabungan yang ideal?, hal ini sangat
relatif tergantung kondisi keuangan anda namun kami memberikan batasan
bahwa setidaknya sebesar 10% dari pendapatan anda diinvestasi secara
berkala setiap bulan (berapapun income anda), jangan pernah mengurangi
dosis investasi anda jika anda ingin menjadi kaya dikemudian hari.
Tempatkan investasi pada instrumen yang tepat dan mutlak disesuaikan
dengan waktu yang tersedia (jangka pendek, menengah atau panjang).

Mengenai kewajiban cicilan hutang maksimum perbulan adalah sebesar 30%
dari penghasilan anda, jika setelah dihitung ternyata jumlah cicilan
hutang anda diatas 30% maka anda mutlak untuk mengurangi pengeluaran
rutin serta dapat dikombinasikan dengan penambahan penghasilan (ini
memerlukan proses dengan jangka waktu yang terukur), ingat kekayaan
bersih anda adalah merupakan akumulasi dari jumlah aset minus hutang .
Jadi seseorang menjadi kaya atau dalam proses menjadi kaya jika ia
mampu memenuhi kriteria diatas.

Investasi dengan perencanaan adalah sesuatu yang sangat terukur,
misalkan anda ingin melakukan investasi untuk persiapan dana kuliah di
universitas ternama di dalam maupun luar negeri, beberapa parameter
mutlak anda perhatikan yaitu jangka waktu yang tersedia, kenaikan
(inflasi) biaya pendidikan, konversi mata uang (jika menginginkan
kuliah diluar negeri) serta jumlah dana investasi dapat meningkat atau
menurun setiap tahunnya maupun dengan jumlah yang tetap setiap tahunnya
serta frekuensi investasi dapat berupa bulanan, tiga bulanan maupun
enam bulanan.

Pembaca yang cerdas, artikel kami bulan februari yang lalu dengan judul
Merencanakan Keuangan Disaat Krisis sudah menjelaskan bagaimana
seseorang mendapatkan keuntungan di reksadana meskipun kondisi indeks
sedang menurun. Banyak diantara masyarakat menilai bahwa kondisi indeks
bursa efek yang menurun membuat aset menjadi berkurang, hal ini bisa
saya katakana tidak sepenuhnya benar karena sesungguhnya kita dapat
menarik keuntungan yang cukup signifikan jika indeks bursa efek pernah
mengalami penurunan, yang harus kita pahami adalah ekonomi merupakan
sebuah siklus dimana dalam suatu fase dapat mengalami penurunan namun
di fase yang lain juga dapat mengalami peningkatan. Secara jangka
panjang akan memiliki kecenderungan (tendensi) meningkat.

Ada hal yang juga penting dalam melakukan perenacanaan keuangan adalah
antisipasi jika sumber penghasilan menjadi berhenti, hal ini dapat
disebabkan karena sakit, kecelakaan maupun karena kematian, maka
pembelian polis asuransi juga merupakan suatu kebutuhan.

Pada intinya faktor risiko dapat kita pindahkan ke perusahaan asuransi.
Mengenai jenis asuransi telah kami bahas dalam artikel di awal bulan
Maret 2009. Berbicara mengenai asuransi jiwa maka erat hubungannya
dengan uang pertanggungan, dalam hal ini uang pertanggungan merupakan
distribusi aset kepada orang yang kita sayangi, jadi ini merupakan
warisan.

Dalam hal waris sebaiknya tertanggung menujuk executor untuk membantu
mencairkan dana milik ahli waris jika penerima waris masih dibawah usia
17 tahun. Mengenai hal ini dapat dituliskan dalam suatu surat waris
yang dibuat dihadapan seorang Notaris. Karena sesuai dengan peraturan
yang berlaku seseorang anak dibawah 17 tahun tidak dapat mencairkan
dana di Bank. Executor dapat diberikan kepada seorang yang sangat
dipercaya dari anggota keluarga, sahabat, relasi ataupun sebuah
perusahaan (trust company).

Menjadi Realistis

Kegagalan bukanlah pilihan, kalimat tersebut terdengar bijak, ya karena
setiap orang pasti memilih keberhasilan dan tidak pernah memilih
kegagalan. Namun dalam suatu investasi seringkali aset yang dimiliki
menjadi tergerus oleh waktu atau tanpa kita sadari biaya yang
dikeluarkan dalam suatu instrumen investasi sangatlah besar bahkan
premi asuransi yang terbayar tidak seimbang dengan manfaatnya.

Menjadi realistis merupakan hal yang sangat baik, kami sangat
merekomendasi agar perencanaan keuangan anda didiskusikan dengan
profesional dan spesialis dibidangnya serta bersifat independen,
sehingga saran yang diberikan dapat lebih objektif pada akhirnya anda
melakukan perencanaan yang baik untuk kehidupan yang lebih baik bagi
diri anda dan keluarga yang tercinta, Planning Well Living Well…

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to FINANCIAL PLANNER at 7/18/2010 02:00:00 PM

Kirim email ke