TEMPOInteraktif.com | Rabu, 10 Maret 2010 | Lareece Butler, 26 tahun,
Seorang penerjun payung wanita berhasil selamat dari ketinggian 3.000
kaki atau seribu meter, setelah parasutnya tidak bisa berkembang. Ia
hanya menderita memar, patah kaki dan gegar otak ketika dia terhempas
ke tanah.

Parasut itu seharusnya membuka setelah ia melompat dari pesawat. Tapi
kejadiannya sebaliknya, Butler justru terbelit tali parasut,
berputar-putar dan jatuh ke bumi.

Dokter mengatakan dia berhasil selamat "karena campur tangan Tuhan.”
Butler berada dalam kondisi stabil namun masih serius dirawat rumah
sakit setelah insiden di Port Elizabeth, Afrika Selatan.

Joos Vos, manajer dari EP Skydiving Club, mengatakan bahwa Butler
dilatih dalam semua aspek yang diperlukan untuk menikmati dan melakukan
penerjunan yang aman saat melompat. "Lareece meloncat dari pesawat pada
ketinggian 3.000 kaki dalam posisi tubuh yang tidak stabil yang membuat
parasut membelit dengan baju terjun."

Anggota keluarga mengatakan kepada media di Afrika Selatan bahwa Butler
didorong keluar dari pesawat setelah menolak untuk melompat – namun
klaim ini ditolak oleh klub. Penyelidikan insiden ini dilakukan untuk
memastikan kejadian sebenarnya.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 7/28/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke