TEMPOInteraktif.com | Minggu, 31 Januari 2010 | Tim peneliti di Cina
menemukan tikus yang diberi dosis esktra senyawa magnesium baru
terbukti memiliki daya ingat jangka pendek, panjang maupun kemampuan
belajar yang lebih baik.

“Kami menemukan peningkatan kadar magnesium di otak membimbing kepada
penguatan daya ingat spasial dan asosiatif baik pada tikus belia maupun
tua,” kata Guosong Liu, Direktur Pusat untuk Daya Ingat dan
Pembelajaran di Universitas Tsinghua, Beijing.

Liu sadar kalau temuan baru berlaku pada tikus. Masih ada uji
berikutnya pada manusia untuk memastikan apakah efek yang sama juga
bisa terjadi. Uji klinis sangat penting karena meski tikus memiliki
fungsi otak yang sama dengan manusia, hasil uji pada hewan tidak selalu
memprediksi secara tepat apa yang terjadi jika dilakukan pada manusia.

Magnesium sudah lebih dulu terbukti mampu menigkatkan kerja otak dalam
studi menggunakan sel otak dalam laboratorium. Tapi senyawa yang baru,
magnesium-L-threonate (MgT), diuji langsung pada tikus dan disimpulkan
efektif.

“Jika MgT nantinya terbukti aman dan efektif di manusia, hasil studi
ini akan berdampak besar untuk kesehatan publik,” ujar Liu yang memuat
hasil studinya itu dalam jurnal Neuron terbaru.

Magnesium adalah unsur penting yang bisa ditemukan dalam beberapa jenis
buah, buncis dan sayur berdaun gelap. Unsur ini berguna untuk sistem
kekebalan tubuh. Coba saja mengkonsumsinya kurang dari 400 miligram per
hari dan Anda akan berisiko terhadap penyakit alergi, asma dan serangan
jantung.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 8/02/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke