TEMPOInteraktif.com | Minggu, 25 Juli 2010 | Seusai mencetak gol
kemenangan 1-0 Spanyol atas Belanda pada final Piala Dunia 2010, Andres
Iniesta secara khusus memuji Paul Si Gurita, "Dia pasti akan sangat
terkenal di Spanyol." Begitu pula dengan rekannya, Xabi Alonso, yang
mengatakan, "Dia sungguh gurita ajaib."

Paul Si Gurita. Binatang laut berkaki delapan penghuni akuarium Sea
Life Center, Oberhausen, Jerman bagian barat, ini fenomena tersendiri
di antara beberapa hal yang tak terlupakan sepanjang pelaksanaan Piala
Dunia 2010 Afrika Selatan: ketidakjelian wasit, rekor kartu partai
final, munculnya negara baru sebagai juara (Spanyol), juga pelaksanaan
Piala Dunia pertama di Benua Afrika. Ramalan Paul, gurita berusia dua
tahun itu, seratus persen benar, termasuk menebak siapa pemenang
turnamen.

Paul memang bukan oracle (cenayang) pertama berjenis hewan yang dikenal
dunia. Pada 1960-an, seekor kuda asal Prancis bernama Morocco memiliki
keahlian menebak jumlah uang yang ada di tangan seseorang. Morocco
menebaknya dengan cara
mengentak-entakkan kaki. Pengunjung tinggal menghitung berapa kali kaki
Morocco mengentak.

Seekor kuda yang lain, asal Amerika, bernama Lady, meramalkan dengan
tepat siapa yang memenangi pemilihan Presiden Amerika Serikat pada
1948. Ramalan Lady yang memilih Harry Truman, dan bukannya Thomas
Dewey, terbukti benar. Lady memilih abjad
yang disodorkan si penanya.

Paul juga memiliki pesaing bernama Mani, seekor burung parkit dari
Singapura. Namun, Mani memilih Belanda sebagai juara Piala Dunia 2010
yang akhirnya terbukti dikalahkan Spanyol. Mani pun kini menjalani
hidup selayaknya burung biasa, tak lagi
menjadi cenayang.

Paul sebenarnya bukan gurita asal Jerman. Dia lahir di Weymouth Sea
Life Park, Inggris. "Dia sebelumnya tak pernah membuat prediksi apa pun
ketika masih di sini," kata seorang staf Weymouth Sea Life, Fiona Smith.

Karier cenayang Paul bermula pada Piala Eropa 2008 yang berlangsung di
Swiss-Austria. Dia meramalkan enam pertandingan Jerman. Dua ramalannya
salah, salah satunya saat Jerman kalah dari Kroasia. Mungkin belajar
dari kesalahan, Paul tak
membuat satu pun prediksi keliru tahun ini.

Staf Sea Life memberinya dua kotak makanan yang juga diisi bendera
negara kesebelasan yang akan bertanding. Sebelum membuka kotak, Paul
kadang membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk menentukan pilihan.
Kotak makanan yang dia bukan
menandakan pilihan pemenang dari Paul.

Karena Paul adalah milik Jerman, staf Sea Life memanfaatkan Paul
awalnya cuma untuk memprediksi pertandingan yang melibatkan Die Panzer
--julukan Jerman. Ramalan Paul tepat semua untuk Jerman: menang atas
Ghana, Serbia, Australia, Inggris, Argentina, dan akhirnya kalah dari
Spanyol pada semifinal. Paul juga benar soal kemenangan Jerman atas
Uruguay pada perebutan juara ketiga. Meski tak lagi melibatkan Jerman,
Paul tetap diminta meramal pertandingan final dan dia memlih Spanyol
sebagai juara. Lagi-lagi benar.

Walikota Carballino, Spanyol, mengunjunginya dan memberinya piagam
penghargaan. Piagam itu bertuliskan "Paul sahabat favorit Kota
Carballino". Kebun Binatang Madrid bahkan meminta agar Paul Si Gurita
dipindahkan ke Ibukota Spanyol.

Bila orang-orang Spanyol menginginkannya karena merasa tersanjung akan
ramalan Si Paul, Oleg Zhuravsky berbeda. Pemilik Liga Stavok,
perusahaan judi Rusia, ini berniat membeli gurita itu dengan harga 100
ribu euro (sekitar Rp 1,2 miliar) untuk
keperluan bisnis. "Untuk perjudian, tentu saja," katanya. Tawarannya
kontan ditolak para pengeloloa Sea Life.

Tentu saja, ramalan Paul tidak memuaskan semua orang. Sekelompok
suporter Argentina mengirim surat berisi ancaman akan membunuh si
gurita. Seusai timnya dikalahkan Spanyol pada semifinal, para suporter
Jerman ramai-ramai meminta agar pengelola Sea Life membunuh Paul.

Gunjingan soal Paul bahkan sampai ke ruang sidang Rusia Summit.
Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang negaranya gagal lolos ke putaran
final, mengaku mendukung Jerman keluar sebagai juara. Kepada para
wartawan, Medvedev mengaku menjadikan
gurita sebagai santapan makam malam bersama Kanselir Jerman Angela
Merkel. "Kami memakan saudaranya (Paul) tadi malam."

Secara ilmiah, gurita diakui sebagai binatang ber-IQ tinggi seperti
anjing. Namun, apakah itu membuatnya punya kemampuan untuk menjadi
cenayang? Seorang yang mengaku sebagai pakar komunikasi hewan asal
Inggris, Michelle Childerley, punya jawaban yang logis.

"Semua binatang, seperti juga makhluk hidup yang lain, memiliki
kemampuan cenayang, kemampuan bertelepati dengan spesies lain. Anjing,
misalnya, terkadang bisa merasakan sesuatu yang dirasakan pemiliknya
sebelum orang itu mengatakan sesuatu.
Begitu pula dengan Paul. Dia merasakan apa-apa yang dirasakan orang
yang mengelilinginya. Dia tahu bahwa ada dua kotak di depannya (berisi
bendera negara), dia tinggal memilih kotak yang dipilih oleh mayoritas
pikiran orang yang
mengelilinginya."

Merujuk penjelasan Childerley, seharusnya suporter Jerman menyalahkan
orang-orang yang mengelilingi Paul saat meramal pertandingan Jerman
versus Spanyol. Artinya, para pengunjung Sea Life saat itu mayoritas
menjagokan Spanyol.

Ini berbeda dengan saat Paul meramal final Euro 2008 yang melibatkan
Jerman dan Spanyol. Karena mayoritas pengunjung menjagokan negara
mereka, Paul pun memilih Jerman. Faktanya, Spanyol yang menang.
Mungkin, ini membuat kepercayaan diri
suporter Jerman menyurut saat kesebelasan mereka bertemu lagi dengan
Spanyol, pada semifinal Piala Dunia. Alam bawah sadar mereka lebih
menjagokan Spanyol. Dan pikiran itu yang dipilih Paul.

Untuk menghindari hal-hal negatif, pengelola Sea Life memutuskan tidak
lagi menugasi Paul untuk merama. "Paul akan kembali ke pekerjaan
sebelumnya, membuat anak-anak tertawa," kata juru bicara akuarium,
Tanya Munziq.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 8/06/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke