TEMPOInteraktif.com | Senin, 16 Agustus 2010 | Pada pidatonya di depan
Sidang Bersama DPR dan DPD, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
menyampaikan keberhasilan pemerintah dalam melaksanakan perubahan
demokrasi di Indonesia. Selain proses desentralisasi yang sangat
ekstensif, juga digelar Pemilu Kepala Daerah di seluruh Indonesia.

" Kini seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota telah dipilih langsung
oleh rakyat. Hasilnya peta politik Indonesia telah berubah secara
fundamental" kata SBY di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin 16 Agustus 2010.

Menurut Presiden, pelaksanaan demokrasi langsung ini mengubah banyak
hal. Rakyat, katanya, adalah pihak yang berdaulat dan bukan sekelompok
orang yang mengatasnamakan rakyat. Proses politik ini, kata SBY, sangat
rumit dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat. Juga
berlangsung tanpa menimbulkan gejolak atau guncangan sosial yang
serius, kecuali pada periode awalnya.

Karenanya, menurut SBY, tanpa disadari proses politik telah mengubah
secara mendasar praktik demokrasi di negeri ini. Kini, Indonesia
dikenal sebagai negeri demokrasi terbesar ketiga setelah India dan
Amerika Serikat." Inilah yang sesungguhnya terjadi. Ada revolusi
diam-diam, atau the quiet revolution," ujarnya.

Dalam sidang bersama pertama ini, Kepala Negara juga menyatakan kalau
setelah 65 tahun merdeka dan mengalami tiga peralihan generasi dengan
segala pasang surutnya, Indonesia memasuki Abab ke-21 dalam kondisi
yang lebih kokoh.

Selama 1998 hingga 2008 Indonesia, kata Presiden, juga telah melalui
proses reformasi gelombang pertama dengan selamat sekalipun sarat
dengan tantangan dan persoalan yang berat.

"Dalam sepuluh tahun pertama reformasi itu, kita telah melangkah jauh
dalam melakukan transisi demokrasi," katanya.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to BISNIS ONLINE at 8/19/2010 10:49:00 PM

Kirim email ke