VIVAnews.com | Kamis, 19 Agustus 2010 | Saat pulang ke Bumi, kekuatan
otot mereka setara dengan kakek-kakek usia 80 tahun.
Manusia bermimpi menjelajah luar angkasa melampaui Bulan. Bahkan,
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama punya target, pertengahan
2030-an, kita bisa mngirim astronot ke orbit Mars.

Mimpi Obama tidak hanya sampai di orbit, dia berharap bisa mengirim
manusia pertama yang akan menginjakkan kaki di Mars.

Namun, sejumlah ilmuwan baru-baru ini mengingatkan bahwa mengirim orang
ke Planet Merah bisa berbahaya. Sebab perjalanan luar angkasa dalam
waktu panjang akan melelahkan fisik para astronot. Dari berbagai kajian
para ilmuwan menemukan bahwa para astronot akan kehilangan setengah
dari kekuatan ototnya dalam misi ke mars itu.

Contohnya, jika astronot yang ke Mars berusia antara 30 sampai 50
tahun, saat pulang ke Bumi, kekuatan otot mereka setara dengan
kakek-kakek usia 80 tahun. Jika sudah begitu, risiko perjalanan ke mars
itu kian besar.

Tim peneliti yang dipimpin Robert Fitts, profesor biologi di Marquette
University di Milwaukee, Wisconsin, mengambil sampel jaringan dari
betis sembilan astronot AS dan Rusia yang menghabiskan waktu enam bulan
di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Biopsi yang diambil 45 hari sebelum peluncuran dan sebelum kembali ke
Bumi menunjukkan berhentinya pertumbuhan sel di area nol gravitasi.

Profesor Fitts menegaskan bahwa kehilangan massa serat dalam sel, juga
kekuatannya, bisa diterjemahkan dengan penurunan lebih dari 40 persen
kapasitas kerja fisik.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merancang perjalanan ke Mars
dengan menggunakan teknologi roket saat ini, membutuhkan waktu tiga
tahun -- termasuk masa tinggal setahun di Mars.

Jika demikian, penurunan otot-otot yang paling terkena dampak seperti
betis bisa mendekati 50 persen. Saat kembali ke gravitasi Bumi, mereka
akan sangat lemah, bahkan tidak mampu mengevakuasi diri saat kondisi
darurat.

Laporan ini telah diterbitkan secara online dalam The Journal of
Physiology -- versi cetaknya akan terbit bulan depan.

Kehilangan kekuatan otot telah diteliti sebelumnya dalam ilmu medis
luar angkasa -- namun ini analisis pertama terkait misi dalam jangka
waktu lama.

Meski demikian, Fitts mengatakan hasil dari tes ini tak seharusnya
menghalangi manusia dari penjelajahan luar angkasa. Sebab,
lanjutnya, "Tanpa eksplorasi, kita akan mandeg dan gagal untuk
meningkatkan pemahaman kita tentang alam semesta."

Hasil penemuan ini menunjukkan pentingnya latihan kebugaran bagi
astronot -- baik di Bumi maupun saat mereka melakukan perjalanan.

Selain itu penurunan kebugaran tubuh itu, astronot juga berisiko
menderita sakit kanker sebagai akibat dari kerusakan DNA dari radiasi
kosmik, hilangnya kepadatan tulang, dan tekanan mental akibat
keterasingan.

Juni lalu, enam orang dari Eropa, Rusia dan Cina rela dikurung 520 hari
untuk menjalani simulasi misi ke Mars.

Percobaan selama 520 hari itu merepresentasikan 250 hari untuk
perjalanan ke Mars, 240 hari untuk kembali ke Bumi, dan 30 hari tinggal
di permukaan Mars.
(News.com.au)

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 8/25/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke