Tribunnews.com | Senin, 23 Agustus 2010 | Leonardo Da Vinci dikenal
memanfaatkan efek sfumato untuk menyelaraskan bayangan-bayangan dan
mengaburkan outline. Namun teknik sebenarnya yang digunakan Da Vinci
sejak lama masih menjadi perdebatan di antara para ahli.
PARA ilmuwan menduga senyuman Mona Lisa dibuat melalui olesan jemari
leonardo da Vinci. Bahkan lukisan seyuman itu dilapisi 40 lapisan cat
yang sangat tipis.

Senyum Mona Lisa pada lukisan karya Leonardo da Vinci selalu menjadi
studi menarik bagi para ilmuwan seni. Baru-baru ini para pakar seni
berhasil mengungkap efek sfumato, efek asap khas Da Vinci yang membuat
senyum Mona Lisa menjadi misterius.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, Minggu, 22 Agustus 2010, teknik
sfumato pada lukisan yang saat ini dimiliki pemerintah Prancis tersebut
dilakukan dengan melapisi hingga 40 lapisan cat yang sangat tipis pada
bagian senyum Mona Lisa.

Bahkan lapisan cat untuk senyum tersebut diyakini ilmuwan, dioleskan
menggunakan jari-jari Da Vinci. Lapisan cat yang dicampur dengan zat
warna berbeda-beda menciptakan bayangan dan kesan kabur di sekitar
mulut. Kondisi ini yang membuat Mona Lisa memiliki senyum nyaris tak
kelihatan, yang menghilang saat dilihat langsung.

Menggunakan sinar X untuk meneliti lukisan ini, para peneliti bisa
melihat bagaimana lapisan-lapisan cat tersebut dioleskan dengan tingkat
ketebalan bervariasi di bagian-bagian berbeda pada wajah.

Dengan waktu pengeringan tiap lapisan membutuhkan waktu berbulan-bulan,
efek sfumato memerlukan waktu bertahun-tahun hingga menghasilkan
lukisan utuh.

Para ilmuwan juga menduga bahwa Da Vinci menggunakan jari-jarinya untuk
mengoleskan lapisan cat itu karena tidak ada jejak kuas atau
garis-garis yang terlihat pada lukisan.

Da Vinci dikenal memanfaatkan efek sfumato untuk menyelaraskan
bayangan-bayangan dan mengaburkan outline. Namun teknik sebenarnya yang
digunakan Da Vinci sejak lama masih menjadi perdebatan di antara para
ahli.

Penemuan baru ini diumumkan oleh para ilmuwan di laboratorium
penelitian dan restorasi museum Prancis, Laboratoire du Centre de
Recherche et de Restauration des Musees de France, serta Synchrotron
Radiation Facility Eropa.


Dalam jurnal ilmiah Angewandle Chemie, Dr Philippe Walter, yang
memimpin studi ini mengatakan, "Ketipisan lapisan cat harus ditekankan
karena makin menegaskan ketelitian pelukis dalam mengoleskan
lapisan-lapisan tipis itu. Lebih dari itu, evolusi yang teratur dan
lambat dari ketebalan lapisan mengimplikasikan bahwa lapisan yang
sangat banyak itu harus dioleskan untuk memperoleh bayangan paling
gelap."

Sebagaimana lukisan Mona Lisa, tim ilmuwan ini juga mempelajari warna
kulit pada enam lukisan terkenal Da Vinci lainnya, termasuk Virgin of
the Rocks, Madonna of the Carnation, Santo Yohanes Pembaptis, dan
Virgin and the Child.

Mereka menemukan bahwa tiap lapisan cat hanya berukuran sekitar 20
mikrometer, sekitar 50 kali lebih tipis dibanding sebatang rambut
manusia. Di bagian-bagian kulit yang berwarna terang, lapisan cat yang
ditemukan sangat tipis, tetapi di bagian yang berwarna gelap lapisan
berketebalan hingga 55 mikrometer.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to BISNIS ONLINE at 8/25/2010 03:03:00 PM

Kirim email ke