VIVAnews.com | Senin, 16 Agustus 2010 | Melalui 'hidung elektronik'
pasien bisa membedakan antara napas sehat dan 'ganas'.
Studi tentang deteksi kanker terus dikembangkan untuk menekan jumlah
penderita. Setelah air liur dan penciuman anjing, kini dikembangkan
teknologi untuk mendeteksi kanker lewat napas.

Seperti dikutip dari laman Guardian, sejumlah ilmuwan Technion Israel
Institute of Technology, mengembangkan prototipe alat tes napas yang
dapat mengidentifikasi empat jenis kanker paling populer: paru-paru,
usus besar, payudara, dan prostat.

Mereka melakukan tes terhadap 177 responden yang sebagian sehat dan
sisanya menderita satu dari empat jenis kanker tadi. Tes dilakukan
untuk melihat apakah alat deteksi napas itu bekerja dengan baik saat
digunakan pada responden yang sehat dan sakit.

Hasilnya, sensor elektronik yang ditempel di mulut itu memberitahukan
hasil secara akurat. Alat tak memberikan reaksi ketika digunakan pada
responden sehat. Namun, bereaksi ketika digunakan pada responden yang
sakit sesuai jenis kanker.

"Penelitian menunjukkan bahwa 'hidung elektronik' ini bisa membedakan
antara napas yang sehat dan 'ganas', sekaligus mengklasifikasi napas
pasien dengan jenis kanker berbeda," kata Professor Abraham Kuten yang
memimpin penelitian.

Sensor elektronik itu memiliki nanopartikel emas yang dapat mengendus
bahan kimia unik yang dilepas sel kanker ketika tumor mulai tumbuh.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal bulanan British Journal of
Cancer.

"Harapannya, alat ini menjadi cara mudah untuk memantau efektivitas
pengobatan kanker dan mendeteksi keganasannya."

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 8/30/2010 02:00:00 AM

Kirim email ke