KOMPAS.com | Selasa, 24/8/2010 | Celana jins merupakan salah satu
celana yang bisa Anda kenakan saat sedang bersantai atau semi formal.
Tak heran, ini merupakan salah satu busana yang selalu ada di setiap
lemari baju.

Meski begitu, tetap saja celana jins yang paling sering dipakai tak
sebanyak jumlah celana yang dimiliki di lemari. Pencarian celana jins
yang membuat si pemakai terlihat menarik terus berlanjut. Tahun
kemarin, produsen celana jins kenamaan, Levi Strauss menggelar survei
terhadap wanita untuk menggali lebih dalam apa permasalahan pada wanita
saat memilih jins. Apa hasilnya?

"Banyak wanita tidak bisa menemukan celana jins yang sempurna untuk
dirinya. Levi's sudah membuat celana jins sejak tahun 1873, pada
awalnya hanya untuk pria. Kemudian para wanita mulai menggunakan celana
jins milik pasangan atau kakaknya yang laki-laki. Lalu diciptakanlah
celana jins untuk wanita sekitar pada tahun 1934-an. Namun, hingga
sekarang, tetap ada keluhan dari wanita bahwa sulit untuk mencari
celana jins yang tepat untuk mereka.

Dalam survei global yang dilakukan pada 60 ribu wanita di seluruh
dunia, Levi's menemukan bahwa;



* Lebih dari setengah responden (54 persen) mencoba setidaknya 10
pasang jins sebelum menemukan yang tepat dan membelinya.
* Sebagian besar responden (87 persen) berharap mereka dapat menemukan
jins yang lebih baik daripada yang mereka miliki saat ini.
* Sebanyak 67 persen percaya bahwa jins hanya didesain bagi mereka yang
memiliki bentuk tubuh ideal.
* Hanya 28 persen responden yang percaya bahwa jins didesain untuk pas
dengan bentuk tubuh mereka.

Diterangkan oleh Eden Bunag, Country Manager Levi's Indonesia
mengatakan, masalah yang tak mengenakkan saat memilih celana jins
antara lain;
* Muffin Top
Saat Anda mengenakan celana jins yang letak waistband tidak tepat dan
menjepit di bagian bawah perut dan menyebabkan bagian perut keluar dari
waistband celana. Alhasil, bagian lemak di bagian bawah perut mencuat
menggelambir.

* Hungry Bum
Ini adalah kondisi ketika bagian celana tidak cukup besar untuk
menopang dan menampung bokong, sehingga lipatan tengah bokong
seakan "menelan" celana. Seseorang harus secara manual menarik bagian
celana yang masuk di antara lipatan bokong.

* Sausage Casing
Ketika Anda menggunakan celana yang konturnya tak cocok untuk kondisi
kaki Anda, sausage casing bisa terjadi. Ketika paha Anda tak muat pada
celana, sehingga dari luar, terlihat sekali proporsi dan
ketidaknyamanan pada bagian paha akibat ukuran dan bentuk celana
tersebut tidak cocok untuk Anda.

* Gaper
Tidakkah Anda kesal ketika duduk, celana jins Anda seakan "membuka" di
pinggang bagian belakang? Sehingga "celengan" pun terlihat. Alhasil,
Anda harus berdiri sejenak, mengangkat celana, lalu duduk kembali
hati-hati agar tidak terbuka lagi bagian tersebut.

* Butt Crack
Ini adalah kondisi ketika celana Anda terlalu rendah sehingga
mempertontonkan lipatan bokong. Uh, memalukan sekali! Biasanya terjadi
saat sedang duduk dan mengenakan celana yang ukurannya tidak pas.

* Underwear Exposer
Mirip seperti butt crack, ini kejadian ketika celana bagian belakang
Anda turun ke bawah dan memperlihatkan celana dalam. Tak heran
perusahaan celana dalam sekarang memproduksi celana dalam yang bagian
belakangnya berbentuk V, supaya memberikan keleluasaan bagi si pemakai
saat beraktivitas.

Sementara menurut Elvara Djandini, penata busana sosialita dan
artis, "Wanita Indonesia cenderung memiliki pinggul besar, jarang ada
wanita Indonesia tak berpinggul. Sangat jarang yang tubuhnya lurus bak
model di catwalk." Karena itulah, sulit untuk mencari celana jins yang
dijual massal yang bisa menyenangkan semua wanita. Jadi, ketika Anda
masih belum juga menemukan celana jins yang tepat, jangan takut, banyak
wanita di luar sana yang memiliki masalah yang sama.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

--
Posted By NINO to AstroDigi at 9/01/2010 02:48:00 AM

Kirim email ke