Kebetulan tadi siang ada saudaraku yang mengirim sms mengirim berita atas kewajiban di kantornya untuk mengikuti training atau apa lah namanya mengenai ESQ....
dan Kebetulan juga akhir2 ini subyek yang sering muncul di berita2 atau di kantor2 yang saya ikuti kebanyakan membahas mengenai "kecerdasan" , mulai dari [hipnotis], [pentingnya belajar] sampai [Jangan salah pilih pasangan]. Saya ingin sedikit bertukar pikiran dengan teman-teman semua. Saya yakin cara terbaik menghindari hipnotis, kebodohan, keterbelakangan, kesengsaraan, ganguan mahkluk ghaib dan juga gangguan jiwa karena putus cinta (hehee..) adalah dengan cara memanfaatkan potensi diri yang telah Allah berikan. Saudaraku sadarilah bahwa sesungguhnya diri kita sangat sangat berharga, tak ternilai hanya sekedar harta, jabatan, gelar, daftar nilai semester, apalagi sekedar cinta gombal ala sinetron dan telenovela.Tak seorangpun layak menghinakan kita, kecuali kita menghinakan diri. Akal yang hebat Berdasarkan beberapa buku yg saya baca, dalam otak kita ada sebuah jaringan syaraf yg menghubungkan antara otak kiri dan otak kanan.Jaringan tsb bekerja tanpa kita sadari, mengolah informasi dari sisi logis-sistematis( otak kiri) dan kreatif-imajinatif( otak kanan) yang menghasilkan informasi baru yg sering disebut intuisi. Hasil intuisi ini dipercaya lebih kuat dan akurat. Contohnya ketika kita memasuki sebuah ruangan kita dapat mengidentifikasi kondisi lingkungannya, apakah bersahabat ataukah membahayakan bagi kita. Seperti yang saya sebutkan di atas, intuisi bekerja berdasarkan informasi dari kedua belah otak kita. Jadi untuk mempunyai intuisi yang kuat kita harus mempunyai ketajaman pikiran, caranya setiap sebelum tidur gosok-gosokkan kepala anda pada sebuah batu (hehee.. becanda lagi). Dan perlu diingat bahwa ketajaman pikiran tidak identik dengan IQ yang tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebanyakan pola pikir manusia saat ini hanya menggunakan kurang dari 1% kemampuan otak yang sesungguhnya. Manusia adalah mahkluk yang paling mulia, dalam bentuk yang paling sempurna, dilengkapi sistem kecerdasan dan pertahanan yang tiada tara. Sehingga ciptaan yang lainnya ditundukkan untuk kepentingan manusia. Jutaan barel minyak kita sedot untuk memudahkan hidup manusia, sehingga untuk pergi ke london kita tinggal duduk dalam pesawat dan beberapa jam kemudian sudah mendarat di sana. lautan dibentangkan, daratan dihamparkan untuk kita eksplor, masih kurang juga kita bisa pergi ke bulan, mars dan kemanapun yg kita sanggup. Planet mars tidak akan kabur ke galaksi andromeda hanya karena kita samperin, karena semua alam ini adalah muslim(berserah diri) pada sang Maha Pencipta. Jadi mulai sekarang yakinlah bahwa sebenarnya anda mempunyai potensi yang besar, dan jika potensi itu kita kembangkan secara benar, jangankan hanya sekedar hipnotis, setan jahanam pun tidak akan berani mengganggu kita. Seperti halnya setan yang lari terbirit birit karena mendengar terompah kaki Imam Syafi'i. Mereka lari bukan karena terompahnya, tapi karena takut pada "kecerdasan" pemiliknya. Tapi pada hari ini kita patut risau dengan trend mistis dan materialis yang melanda negri ini, dua sisi ekstrem tersebut telah menghancurkan peradaban manusia sepanjang sejarah. Sudah saatnya kita berpikir progresif(maju) , jangan terjebak dengan budaya berpikir 1% yang melingkupi masyarakat kita. Bahkan diperparah lagi dengan memikirkan hal2 yang tidak ada manfaatnya bagi kehidupan manusia. Multi kecerdasan Kecerdasan itu adalah pemberian Allah yg tidak diberikan kepada selain manusia, itulah sebabnya yang lain Allah perintahkan sujud pada manusia, kecuali iblis and the gank yang memproklamasikan diri sebagai bangsa pembangkang (karena ngga mau sujud kepada manusia). Saudaraku, kecerdasan itu tidak identik dengan IQ yg tinggi, IPK yang tinggi, gelar yang tinggi, apalagi kekayaan yang banyak dan berbagai ukuran kuantitatif yang lain. Itu hanyalah sedikit simbol dan kodifikasi untuk memudahkan kita dalam membangun peradaban manusia. Setiap diri kita telah dibekali dengan berbagai macam potensi kecerdasan, mulai dari kecerdasan numerik, kecerdasan spiritual, kecerdasan pribadi, kecerdasan sosial, kecerdasan jasmani, kecerdasan kreatif, verbal, emosional, spasial, dll. Satu hal yang kurang kita sadari adalah bahwa sebenarnya setiap kecerdasan tersebut saling berkaitan, setiap bentuk usaha meningkatkan sisi kecerdasan kita maka otomatis akan meningkatkan sisi kecerdasan yang lain. Contohnya kemampuan kita dalm hal numerik seperti basis bilangan, persamaan matematis, sistem waktu, bidang dan ruang, dll. Semua itu akan membantu kita dalam mengembangkan kecerdasan yang lain. Orang yang pandai dalam hal matematis dalam hidupnya dia akan menghadapi masalah dengan lebih rasional, tidak emosional. Kemampuan verbalnya juga akan lebih sistematis, sehingga kemampuan berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya otomatis meningkat, dan seterusnya. Belajar tiada akhir Menurut saya hal inilah yang sekarang kurang diterapkan dalam sistem pendidikan kita. Selama ini belajar hanyalah ritual sekolahan, bukan menjadi gaya hidup. Ukuran kecerdasan yang kita gunakan lebih banyak didasarkan pada kecerdasan numerik dan verbal saja. Maka jangan heran kalau banyak para sarjana dan pakar yang ternyata malah menjadi penyebab kehancuran negri ini, karena memang nilai spiritualitasnya rendah sekali. Sebagai contoh sewaktu kecil saya mempunyai teman yang sangat baik dan juga cantik (ehem...ehem) , semua teman yang lain menyukainya, apabila ada di antara teman kami yg bertengkar dia dapat menengahinya. Meskipun waktu itu nilai akademis sekolahnya pas-pasan saya merasa bahwa sesungguhnya dia adalah orang yang sangat cerdas (... itu kan gak ada di cerita ?? .... Tapi ini jujur dari dalam sini ..... :D:D), hanya saja kecerdasan sosial dan emosianalnya dianggap tidak penting bagi kebanyakan sekolah kita yang masih konservatif. Kemudian ada seorang anak yang ditempeleng guru hanya karena membuat "lukisan" di dinding kelas. Kalo saja bapak guru tersebut mau sedikit bijak dengan memberi hukuman membuat lukisan di sepanjang pagar sekolah, mungkin akan lain ceritanya, si anak tersalurkan kecerdasan kreatifitasnya, dia jadi paham tanggung jawab sosialnya untuk tidak berekspresi di sembarang tempat. Trus pemandangan sekolah jadi lebih bersih, indah, ceria serta yang paling penting tidak ada dendam antara guru dan murid. Saya sendiri pernah ditempeleng 2x gara2 waktu itu sebagai ketua kelas dan ketua osis membiarkan dan turut serta dalam kegaduhan(bagi saya "permainan pengisi jam kosong") kemudian ketangkap basah ikut serta dalam adu panco "ilegal" yang cukup meriah yang terjadi di dalam kelas, karena menurut "undang-undang sekolah" harusnya di waktu jam kosong kita duduk rapi menghadap buku (please dee.....). Panutan kita yang super cerdas Seperti yang kita ketahui dan pahami bersama, Rasulullah Muhammad saw. adalah manusia yang mempunyai tingkat kecerdasan yang tiada bandingnya, hingga dalam buku 100 tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manusia penulis menempatkannya di urutan pertama di atas Newton, Einstein, dan tokoh besar lainnya. Jika kita membaca siroh(sejarah) utusan Allah yang mulia ini sungguh tidak ada cela yang dapat kita temukan kecuali keterbatasannya sebagai manusia yang dapat jatuh sakit, merasakan lapar dan terluka ketika terkena panah dan pedang. ===rasanya jadi aneh kalo sekarang banyak orang yang mengaku islam tapi yang dipelajari adalah ilmu sakti kebal senjata, cara menangkap jin dalam botol(hare genee masih nangkepin jin......... .... ) . Di sisi lain mereka yang mengaku pembaharu Islam memunculkan pemikiran aneh kemudian melakukan adu retorika yang sama sekali tidak membawa manfaat bagi manusia dan alam semesta=== Bagaimana kita tidak mau mengakui kecerdasan Muhammad saw sedangkan seluruh catatan sejarah dari berbagai literatur telah membuktikannya. Di mulai masa kanak-kanak nya yg menjadi yatim, ternyata menjadikannya manusia tegar yang dapat mengatur dirinya sendiri, mempunyai paradigma berpikir yang jernih karena tidak ada orang lain yang mempengaruhinya, sehingga mempunyai benteng spiritual yang kuat. Ketika remaja, seperti halnya para nabi yang lain kemampuan manajerial, emosional dan kepemimpinannya di asah dengan pekerjaan menggembala kambing. Kemudian pemuda yang gagah, cerdas, mandiri dan terampil itu menunjukkan kemampuan sosial, kreatifitas dan kemampuan numerik yang cemerlang dengan menjadi pedagang yang sukses, dermawan dan mendapatkan gelar al-amin/jujur-terpercaya dari masyarakatnya. Memecah batu dengan sekali pukul, kemampuannya bergulat dan menunggang kuda menunjukkan tingkat kecerdasan jasmaninya yang tidak perlu diragukan. Beliau adalah suami yang penyabar, penuh cinta, dan selalu memanggil istrinya dengan sebutan mesra. Beliau pernah besabda "Yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya". Kemampuan politiknya sampai kini masih jadi pembicaraan dunia, dalam waktu beberapa tahun telah berdiri negara madinah modern, yang kekuasaanya sampai hampir 2/3 dunia. Semua golongan terlindungi dan terjaga hak-haknya, keadilan ditegakkan terhadap semua golongan, bahkan Rasulullah berkata "Seandainya Fatimah(putri beliau) mencuri, niscaya aku sendiri yang akan memotong tangannya!" Dari ajaran beliau langsung telah muncul tokoh2 besar yang sangat mengagumkan yang mengisi segala bidang kehidupan. Mulai dari dokter, ilmuwan, ekonom, ahli intelejen, entertainer, dan lain-lain. Semoga kita dapat ambil bagian dalam "barisan cerdas", sesungguhnya orang yang paling cerdas adalah orang yang paling bertaqwa, sungguh orang yang bertaqwa akan dicintai oleh Allah. Dan orang yang dicintai Allah pastilah dimasukkan ke dalam surgaNya, InsyaAllah. "Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Al-Jaatsiyah, 45: 13) "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Aali `Imraan, 3: 190-191) Wallahua'lam bish showwab Hapus Line di bawah ini sebelum me-Reply ---------------------------------------------- Web site : http://atekbl.com Isi dan lihat profile anak Atek : http://groups.yahoo.com/group/atekbl/database Link website lain : http://groups.yahoo.com/group/atekbl/links Lihat & Upload Photo : http://ph.groups.yahoo.com/group/atekbl/photos File/Ebook mau di share : http://groups.yahoo.com/group/atekbl/files ---------------------------------------------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/atekbl/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/atekbl/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
