Winardi S wrote:
Justru itu om pur, hal paling fundamental kan soal dana, makannya
lempar saham atek bl aja dulu, sama pendaftaran member jg perlu
tuh,jadi tiap anggota punya kartu member atekbl gitu,tetep ada biaya
administrasinya lho tapi dikelola secara professional.Nah dari dana
saham yang terkumpul baru deh dipikirin untuk mengelolanya.memang
untuk bikin warnet atau lembaga pelatihan kita jadikan sebagai rencana
jangka menengah (harus optimis, tetapkan target dan berusaha untuk
mencapai tujuan). Soal tempat mungkin bisa di usulkan ke pihak kampus
untuk membangun warnet di dalam kampus dan dikelola secara
professional oleh tim dari atekbl dengan sistem bagi hasil. Kayaknya
pangsa pasarnya gede bgt tuh,coba itung aja berapa jumlah mahasiswa
aktif budiluhur , misal kita asumsikan ada 10 kompie X 1 jamnya
Rp.3000 X 12 jam X 25 hari = Rp.9.000.000;(omset 1 bulan) dikurangin
biaya operasional Rp.2.500.000 berarti pendapatan bersih bisa
Rp.6.500.000; Kalau misal sistem bagihasilnya 60:40 berarti pihak
kampus dapet Rp.3.900.000 dan pihak atekbl dapet Rp.2.600.000.Lumayan
kan.Kalo Rp.2.600.000 X 12 = Rp.31.200.000 (Profit selama 1tahun).Kalo
jumlah segitu pasti dah BEP tuh dalam tempo setahun.Asik kan. Semoga
pemikiran ini bisa menjadi bahan renungan kawan2 semua. Mari kita
belajar menjadi enterpreneur.
Salam Dahsyat,
Winardi (atek 96)
Hehehehehe... itu itungan dari mana om.
coba di itung lagi yang bener.
Sewa tempat : Rp.
ISP Rp.
Listrik Rp.
Gaji pegawai Rp.
lain-lain Rp.
itu yang pasti keluar tiap bulan.
hitung juga kalau ada kerusakan, ISP Down total misal 5 hari dalam
sebulan :-)
Udah gitu di BL banyak masahsiwanya yang gak melek internet. ( kalau
udah melek sih warnet menjamur di sana kaya di binus)
Yang lain cari sendiri.
--
------------------------------------------------------------------------
http://aboen.or.id - BSD051246
gtalk : aboenx
ym : aboenc
------------------------------------------------------------------------