Ada tulisan yang lumyan enak di baca sumber nya di sini : 
http://adzan101.blogspot.com/2010/07/mugg-gagal-resign.html
Copas nya di bawah :

-------------------------------------------------

MUGG

Akhirnya terpaksa menulis lagi..
karena bertubi-tubi mendapat pertanyaan/curhatan yang sama, hampir 
setiap hari..
jadi biar jawabnya mudah, supaya dirujuk ke tulisan ini..

begini kira-kira
Ny X :
"Dzan, gw capek nih dengeran cerita salah seorang member dari kota S. 
Tiap hari curhat, gara-gara udah resign tapi bisnisnya ga jalan-jalan 
alias bangkrut. Sekarang malah keluarganya terancam perceraian. Orang 
itu agak nyalahin komunitas yang komporin resign tanpa diberitahu resiko 
nya. Harusnya kasitau donk resiko resign dll, jangan cuma yang enaknya 
doank yang di share di komunitas. Dan banyak lho member yg bernasib 
sama.. gimana nih?"

Mr.Y :
"Bro, ada yang lagi curhat nih. teman saya frustasi. sudah resign trus 
bisnis bangkrut. dia bener-bener frustasi. Sekarang dia menghidupi 
keluarganya dengan "jatah" dari mertuanya. Gimana nih?"

Mr. Z
"utang jadi banyak banget..Gw nyerah nih bro.. gw mau jadi karyawan 
lagi. tuntutan hidup makin berat, gw butuh kepastian penghasilan...”


Menghela nafas sebentar...
Bingung juga, mulai darimana ya njelasin nya

Mulai dari kapasitas saya untuk menjawab dulu deh
1. saya bukan founder dari komunitas tersebut… saya hanyalah anggota biasa.
2. saya belum pernah merasakan jadi karyawan/TDB atau apapun istilahnya. 
Karena semenjak kuliah sudah berdagang. Dan saya bisa merasakan beratnya 
perjuangan bisnis orang-orang yang sebelumnya pernah bekerja.
3. tapi saya pernah mengalami kegagalan, kemunduran, kebangkrutan yang 
sama. Bahkan berkali-kali. Dan berkali-kali itu pula, alhamdulillah 
dengan pertolongan Allah, saya selalu bisa untuk bangkit kembali.

Oke, setelah tau kapasitas saya untuk menjawab, lanjut ya sekarang ke 
pembahasan.


Pertama : Menjadi karyawan tidak berarti lebih buruk dari menjadi 
pengusaha. Dan menjadi pengusaha, belum tentu lebih baik daripada karyawan

Mengapa?
- karena yang lebih mulia di sisi Allah adalah yang lebih bertakwa. 
Karyawan yang bertakwa jauh lebih baik daripada pengusaha yang korup
- ga semua pengusaha itu lebih kaya dari karyawan.. contoh : penghasilan 
saya saat ini tidak lebih besar dari Dirut Bank Mandiri hehe


Kedua : Pahami bahwa status pengusaha dan karyawan adalah hanya 
aktualisasi diri kita dalam kehidupan. Semua sama saja. Sama-sama 
dibutuhkan umat manusia

Bayangkan bahwa isi dunia ini adalah sebuah organisasi besar. Ada 
orang-orang yang bertugas menjaga keamanan (tentara/polisi), ada 
orang-orang yang membantu orang yang sakit (paramedic), ada yang 
mengatur Negara (politisi), ada pengusaha dan lain-lain.

Semuanya sama-sama dibutuhkan. Tidak ada boleh merasa lebih antara satu 
dan lainnya.


Ketiga : Pahami resiko

- Jadi tentara/polisi dituntut latihan fisik yang lebih. Kalo kita bukan 
tipe yang demikian, jangan dipaksakan ber-aktualisasi disana.

- Jadi dokter/paramedic dituntut untuk lebih empati dan sabar. Kalo kita 
ga nyaman ada orang yang malem-malem minta diobati, ya jangan jadi dokter

- Jadi pengusaha dituntut untuk siap profit dan siap rugi. Siap maju dan 
siap bangkrut. Kalo kita ga punya mental siap bangkrut, ya ga usah jadi 
pengusaha. Tapi ketika kita memilih menjadi pengusaha, ya terima resiko 
nya apapun itu. Jangan mengeluh, karena ini adalah pilihan kita. Tapi 
kalo memang tidak cocok, ya jadi karyawan juga ga lebih hina..

- Kata siapa pengusaha banyak waktu luang? Justru pengusaha bisa bekerja 
24 jam non-stop! Tapi bedanya, kita mencintai pekerjaan kita jadinya 
tidak terasa capek. Jadi jangan bermimpi menjadi pengusaha itu bisa 
bermalas-malasan.

- Belum lagi risiko dicibir orang, keluarga, mertua dll ketika baru 
merintis bisnis… dibilang ga punya pekerjaan tetap lah… pekerjaan ga 
jelas lah.. penghasilan ga jelas.. malu-malu-in lah.. hayo apa lagi?



Keempat : Terima Konsekuensi

- Masuk jadi tentara trus mengeluh.. “gimana sih suruh lari 10km setiap 
hari! Emangnya ga capek!”.. “Ah, bapak/ibu sih yang maksa jadi tentara! 
Udah saya bilang saya ga suka! Pegel-pegel nih latihannya!”

- Masuk jadi dokter juga mengeluh… “gilak… tiap hari harus liatin darah… 
harus deket-deket sama orang-orang kusta, orang kudisan, exim… mana gw 
tahan..”.. “gara-gara siapa nih?”

- kira-kira begitulah kalo salah pilih menjadi pengusaha… terdengar 
seperti anak kecil ya? Ya begitulah seharusnya anda melihat diri anda 
ketika anda mengeluh. Ngerasa salah jalan? Belum telat kok untuk pindah 
haluan, tapi satu yang pasti : gentle donk sama pilihan sendiri! Jangan 
mengeluh! Apalagi nyalah-nyalahin orang lain atau komunitas…

Jadi, mohon maaf, saya agak kurang sepakat jika menyalahkan komunitas. 
Plis, jangan biasakan BEJ (blame, excuse, justify). Biasakan untuk 
menyalahkan diri sendiri.


Akar masalah adalah MUGG
Kemudian saya merenungkan akar permasalahannya. Ternyata ujung-ujungnya 
ada di 4 faktor ini, sebut saja MUGG

1.M stands for Mindset
Mindset sebagai akar masalah yang pertama. Saya mau jadi jenderal, tapi 
ga mau jadi letnan dulu. Maunya langsung jadi jenderal. Ga mau latihan 
fisik, ga mau belajar/sekolah, ga mau diperintah atasan.

Saya mau jadi pengusaha, saya mau seperti Bob Sadino, tapi ogah banget 
nganter-nganter telor ayam door to door. Ogah banget gw kerja sampe 
larut malam, malah ga tidur.

Saya mau jadi Begawan property seperti Trump, tapi ogah banget klo 
pernah bangkrut total kayak Trump.

Wake up! Jangan cengeng! Semua pengusaha-pengusaha besar pasti pernah 
mengalami kegagalan besar… dan mereka kuat.. mereka bertahan

Saya sendiri pernah mengalami kebangkrutan total.. bayangkan saja, dari 
10 warnet yang dulu saya punya, kini hanya tinggal 1 cabang saja. Saya 
tidak menyerah. Hidup isinya perubahan. Saya lihat banyak orang 
berbondong-bondong membuat warnet. Dan mereka kesulitan untuk 
mengelolanya. Dan ketika mereka berbondong-bondong klik 
www.warnet-alpha.net (tentu saja, dengan integritas yang terus dijaga), 
kini kami bertransformasi menjadi penyedia jasa setup dan maintenance 
warnet nomor wahid di Indonesia.

Bisnis bioethanol saya pun bangkrut. Total kerugian milyaran. Bangkrut, 
dikhianati, miss-management adalah pelajaran-pelajaran yang berharga.. 
kini saya alhamdulillah dengan pertolongan Allah telah melewati 
masa-masa krisis itu dan bahkan membalikan keadaan. Lebih matang, lebih 
dewasa, sekarang apa-apa bisa jadi duit.. bahkan tanpa modal sekalipun..

Coba hitung, berapa waktu yang anda habiskan untuk memikirkan bisnis 
anda? Berapa jam per hari? Jangan-jangan Cuma 1-2 jam saja, atau 
Jangan-jangan anda malah keasikan membuat list daftar barang-barang 
konsumtif yang mau anda beli.

Coba hitung, berapa modal yang diinvestasikan untuk bisnis anda? Untuk 
marketing? Untuk pengembangan? Untuk penyusutan? Untuk riset? Untuk 
seminar? Atau malah lebih banyak uang yang dihabiskan untuk keperluan 
konsumtif?

Anda gagal karena mindset anda! Mindset anda yang bilang bahwa jadi 
pengusaha bisa jalan-jalan sementara bisnis jalan sendiri.. mindset anda 
yang bilang adanya passive income tanpa perlu bekerja. Tapi anda bertemu 
realitas yang berbeda, dan anda tidak siap untuk itu… anda panic.. 
karena tidak seenak yang dijanjikan itu…

Jadikan profesi pengusaha ini untuk pengabdian dan untuk ibadah. Insya 
allah semua terasa nikmat. Kerjakan dengan enjoy dan sebaik-baiknya, 
pada titik itu justru order/proyek/client/customer yang akan 
mengejar-ngejar anda! Percayalah!



2.Utang

Utang adalah akar masalah yang kedua. Ini adalah masalah yang sangat 
sensitive. Rasulullah sangat tidak menganjurkan berhutang, dan 
meng-encourage bagi hasil atau bekerjasama. Saya sendiri bukan orang 
yang anti-hutang, hutang boleh-boleh saja (walau saya belum pernah 
berhutang ke bank).. asal ada hitung-hitungan yang matang..

Contoh : bisnis jualan kue kita sudah memiliki satu karyawan untuk antar 
kue. Dengan net-profit bisnis 2jt/bulan. Kemudian jalan 2 tahun bisnis 
berkembang, net-profit menjadi 5jt/bulan. Bahkan order melebihi 
kapasitas produksi. Jika harus investasi mesin produksi baru plus 
inventaris motor buat antar dengan cara berhutang, maka misalkan 
diasumsikan ada beban cicilan sebesar 3jt/bulan.

- Dan dengan mesin baru itu yang dicicil itu, ternyata net-profit 
meningkat menjadi 7jt/bulan. Nah itu baru hutang yang bener! Untuk 
leverage atau pengembangan bisnis. Dan dengan cicilan yang masih bisa 
ter-cover dengan bisnis yang ada.

- Biasanya nih, dengan net-profit “Cuma” 2jt/bulan, kita nekat buka 
cabang! Supaya bisa franchise katanya! Hutang puluhan bahkan ratusan 
juta yang cicilannya diatas 5jt. Padahal present net-profit kita Cuma 
2jt/bulan! Gimana ini logika nya… sementara tidak ada jaminan bahwa 
cabang akan selalu untung. Apa bedanya dengan spekulasi? Beda kalau 
misalnya menggunakan uang dari kantong sendiri

- Ada yang lebih parah. Bisnis nya malah belom ada, tapi udah utang 
ratusan juta buat buka toko kue. Nah yang ini lebih sableng lagi… saya 
benar-benar tidak menyarankan untuk memulai bisnis dengan hutang! Jangan 
pernah!

- Ditambah lagi utang-utang buat gaya hidup ga penting… cicilan mobil, 
cicilan blackberry, cicilan TV LCD, mention it… Jangan pernah beli 
segala sesuatu secara kredit ketika diperuntukan untuk urusan pribadi 
(bukan perusahaan). Tundalah kesenangan kecil, demi mendapat kesenangan 
besar nanti!

- Bayangkan anda buka 10 toko kue dengan modal utang. Cicilan 
50jt/bulan. Itulah yang membuat anda menjadi frustasi! Nikmati 
pelan-pelan… jalani semuanya dengan sederhana… selesaikan pekerjaan 
dengan sebaik-baiknya.. biarkan sunnatullah bekerja. Ketika anda 
bersungguh-sungguh, pasti order yang akan mengejar anda… walau anda 
menolak sekalipun.. insya allah

- Buka 1 cabang dulu.. biar kan menjadi “matang” selama 3-4 tahun, 
kemudian buka cabang dengan duit tabungan sendiri. Bukan utang. Setelah 
buka 5 cabang dan berhasil, baru bicara franchise. Atau kalau memang 
yakin profit, mengapa harus franchise? KFC, Hokben, Gokana juga ga 
franchise kok..

- Ga punya duit buat 1 cabang? Patungan sama temen! Tentu saja yang bisa 
dipercaya plus mau sama-sama bekerja.

- Ga percayaan sama temen? Ya mulai dari door to door direct selling. 
Bisa tuh ga pake modal.

- Malu? Tengsin? Males? Ya ga usah jadi pengusaha…

Coba yuk, bisnis dengan modal yang ada aja. Klo Cuma ada 10jt, ya pake 
itu aja cukup kok. Klo Cuma ada 1jt, ya udah cukup juga… bisnis saya 
www.jasakomputer.com modalnya Cuma 1jt, belum jalan setahun menghasilkan 
net-profit tembus 2 digit alias 10jt. Asal focus!


3.Greedy alias serakah

Greedy atau serakah adalah musuh nomor 1 para pengusaha. Penyakit ini 
seperti kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung, yakni pembunuh 
nomor 1 di dunia.

Baru punya itung-itungan diatas kertas, sudah dijadikan patokan.. 
belom-belom langsung buka 5 cabang… udah gitu pake utang…

Baru buka outlet, juga belom jalan 1 tahun, sudah di franchise kan… 
owalah, bisnis anda belum teruji kalo baru 1-3 tahun…

Baru buka satu outlet, beberapa bulan, udah utang bank untuk buka 
cabang.. bahkan sudah punya kredit mobil..

Bisnis jualan baju sudah jalan, mapan… kemudian tergoda invest banyak di 
bisnis batubara. Duit habis terkuras, sehingga bisnis garmen pun stagnan 
ga bisa berkembang karena ga ada dana pengembangan.

Bisnis baru 2-3 tahun, tapi gayanya sudah seperti konglomerasi. Punya 
bisnis IT, bisnis agro, bisnis garment, bisnis retail, bisnis makanan, 
bisnis pelatihan. Akhirnya satupun tidak ada yang jalan.

Saya pernah ditanya oleh salah seorang mahasiswa, “mas, klo kita 
bisnisnya banyak, kan profit kita jadi lebih banyak.. bukannya lebih 
enak begitu?”
Saya jawab simple, “mas kuliah ambil jurusan apa?”
“Teknik” katanya
Saya lanjutkan, “kenapa ga nyambi kuliah di FE, Kedokteran, Fisip, 
Sastra, MIPA, sekalian supaya sekalian gelarnya menjadi SE, ST, S.Ked, 
S.Sos, S.Hum. kan lebih enak banyak gelar.”
Dia jawab lagi, “Lha gimana bagi waktunya mas? Yang ada saya di DO 
karena nilai jelek semua, trus malah ga dapet gelar sama sekali!”

Ngapain kita keblinger.. dan tergoda sama gemerlapnya bisnis teman-teman 
kita? Coba berpikir ulang deh, bisnis kita yang ada sekarang itu selalu 
ada kemungkinan untuk menjadi besar kan? Ngapain juga tergoda sama 
bisnis orang lain? Yang di share ya pasti yang baik-baiknya saja toh…. 
Sisi “horror”-nya sudah pasti tidak diceritakan hehe.

Saya pernah tersandung di bisnis bioethanol yang tidak focus.. rugi 
ratusan juta.. saya hanya ingin pengalaman ini berguna buat teman-teman 
semua. Supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Sinar matahari ketika difokuskan dengan lensa cembung, sanggup membakar 
kertas. Itulah kekuatan focus! Coba perhatiin orang-orang terkaya di 
dunia, bisnis nya focus. Bill Gates, Steve Balmer, Oracle, Wal-Mart.. 
walau di Indonesia masih di dominasi konglomerasi seperti Bakrie, CT, 
Sandiaga Uno, dll


4. Gengsi

Ini adalah akar masalah yang ke-4. Maunya sih setajir Chairul Tanjung 
yang sekarang. Tapi ga mau niru jalan-nya Chairul Tanjung 30 tahun yang 
lalu.. jungkir balik jagain mesin fotokopi.. jagain warung alat 
kedokteran.. nah klo kita? Belom-belom udah nyuruh dan hire karyawan 
buat jagain warung.. alesannya karena malu. Kalo saya mah mending malu 
jagain warung, daripada harus menyusahkan orang lain karena tidak punya 
penghasilan

Bisnis itu naik-turun.. biasanya banyakan turun-nya. Turun 100 kali, 
naik 1 kali. Tapi naik 1 kali itu sudah cukup untuk membayar turun 100 
kali. Toh Kolonel Sanders dan Thomas alfa Edison ditolak dan gagal 1000 
kali, tapi usaha terakhirnya bisa menutup semua kerugiannya. Jangan Cuma 
siap kaya, tapi juga harus siap miskin. Yang penting nikmati prosesnya

Bob Sadino bahkan pernah bangkrut. Dan kata istri om bob, saat itu uang 
yang ada Cuma cukup untuk membeli nasi ATAU rokok. Om bob harus memilih. 
Akhirnya saat itu om bob memilih nasi, sementara untuk kebutuhan 
rokoknya belio mencari puntung-puntung bekas.. kita siap tidak menjadi 
seperti ini?

Teman-teman dari kalangan Chinese, malah sudah biasa dengan menu bubur. 
Padahal warungnya sudah ramai. Tapi dengan tekun mereka mengumpulkan 
tabungan, untuk memperbesar bisnis.

Ketika azzam (keinginan) kita sudah kuat, seharusnya tidak berpikir 
jalan untuk mundur. Separah-parahnya kondisi kita, kita bisa ngasong, 
mbenerin komputer, jadi supir, jualan Koran.. ya minimal untuk sekedar 
membeli beras…
Seorang pengusaha bernama halilintar, bahkan sempat memiliki perusahaan 
di New Zealand dan Perancis. Bisnisnya ambruk. Dan belio ga malu untuk 
jadi tukang ledeng. Dipanggil ke rumah-rumah dsb. Sempat belio malu, 
karena customer yang memanggilnya adalah orang yang belio kenal. Kini 
bisnisnya bangkit lagi, dan bahkan lebih besar dari sebelumnya.

Saya sendiri pernah menjadi distributor makanan ikan hias, saya antar 
dengan sterofoam ke toko ikan hias dengan motor.. ya rasa malu tetap 
ada, tapi kalo dibawa enjoy sih asik-asik aja. ketika bisnis warnet 
habis, saya turun langsung untuk membantu teman-teman mendirikan warnet 
dengan memberikan pengalaman gagal saya untuk tidak terulang di warnet 
yang baru tersebut. Ya, saya melakukannya sendiri, tanpa karyawan. 
Alhamdulillah masa-masa kritis itu bisa dilewati, kini perusahaan ISP 
saya (www.net-cyber.com) memiliki sejumlah klien corporate. Bahkan 
sebentar lagi ada perusahaan Jerman menggunakan jasa internet dari 
www.net-cyber.com . Jasa Konsultan IT juga kebanjiran order dari 
instansi-instansi besar untuk web/software development.


Pertanyaannya, maukah kita menurunkan standar gaya hidup ketika bisnis 
menurun? Tadinya naik mobil, sekarang naik motor. Sekarang jagain 
sendiri gerobak mie ayam kita, gunting credit card, Anak-anak sekolah 
nya di sekolah yang mahal, pindahkan ke sekolah inpres, kurangi 
kebiasaan makan di resto, atau bahkan sampai berpuasa untuk menghemat 
pengeluaran, pindah ke kontrakan petak sementara rumah utama kita 
disewakan… Maukah kita? Sekali lagi ini adalah pilihan.



Kesimpulan

Menjadi pengusaha adalah pilihan hidup dengan segala risiko nya (baik 
untung besar ataupun bangkrut). Jangan pernah menyalahkan orang-orang di 
sekitar anda, ataupun komunitas yang meng-encourage anda untuk resign. 
Mereka ga salah. Bahkan harusnya kita berterima kasih. Niat mereka juga 
untuk kebaikan kita juga. Lebih banyak introspeksi diri.

Ternyata penyebab frustasi berbisnis berpusat pada 4 faktor, yakni MUGG 
(Mindset, Utang, Greedy, Gengsi). Perbaiki mindset kita, hapus hutang 
yang tidak produktif, jauhi sifat Greedy dan Gengsi.

Tiap orang mungkin berbeda-beda, saya sendiri sih benar-benar sudah 
“bakar kapal”.. jadi insya allah sampai saat ini belum pernah ada 
pikiran untuk menjadi karyawan. Jauh-jauh saya buang pikiran itu… karena 
jalur entrepreneur adalah jalan saya.. disinilah aktualisasi saya.. saya 
akan tetap di jalur ini, walau saya harus menjadi tukang servis komputer 
panggilan, atau harus jaga warnet. Saya turunkan gaya hidup (jangan tiru 
prinsip ini jika tidak sesuai dengan anda)

Tapi lebih dari itu… kita harus bermimpi mengisi daftar 10 besar 
orang-orang terkaya di Indonesia, bahkan di dunia. Karena itu, teruslah 
bergerak. Teruslah berinovasi. Teruslah mengeluarkan karya-karya terbaik!

Ingat pesan mbah Kiyosaki, dari income jangan langsung keluar menjadi 
expenses atau liability.. income masuk dulu ke asset yang menghasilkan 
passive income. Yang dengan passive income itu baru kita keluarkan untuk 
expenses atau liability.

Nikmati semua proses sebagai ibadah. Ingat, selama kita istiqomah (ga 
nyerempet-nyerempet yang haram) maka kita selalu ada di jalur kemenangan…

Terakhir mohon maaf kalo ada salah-salah kata ataupun menyinggung… tidak 
ada maksud lain selain untuk kebaikan kita semua…

adzan101

-- 
-----------------------------------------------------
http://aboen.or.id
http://px4u.info
http://sendtomail.info
http://islandsbeauty.com
http://planetinfo.us
http://coffee-health.us
http://unix-linux-tips.blogspot.com
http://aboen.wordpress.com
-----------------------------------------------------



------------------------------------

Hapus Line di bawah ini sebelum me-Reply
----------------------------------------------
Web site : 
http://atekbl.com
Isi dan lihat profile anak Atek : 
http://groups.yahoo.com/group/atekbl/database
Link website lain :
http://groups.yahoo.com/group/atekbl/links
Lihat & Upload Photo :
http://ph.groups.yahoo.com/group/atekbl/photos
File/Ebook mau di share :
http://groups.yahoo.com/group/atekbl/files
----------------------------------------------Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/atekbl/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/atekbl/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke