Sebagian orang menyangka bahwa memahami fitnah dan membaca buku-buku
yang menjelaskan hakekat suatu fitnah atau buku-buku yang membantah
ahlul bathil merupakan suatu perbuatan yang sia-sia dan buang-buang
waktu. Hal ini adalah persangkaan yang keliru. Hudzaifah ibnul Yaman -
radhiyAllohu ‘anhu- sahabat Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam
yang dipercaya untuk memegang rahasia Rosululloh shallallahu ‘alayhi
wa sallam mengatakan:
كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ
أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِى

Dahulu manusia bertanya kepada Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa
sallam perkara-perkara yang baik, dan aku bertanya kepada beliau
tentang kejelekan karena takut hal tersebut akan menimpaku.”
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ
أَبِي الْبَخْتَرِيِّ قَالَ قَالَ حُذَيْفَةُ
كَانَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَسْأَلُونَهُ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ قِيلَ
لِمَ فَعَلْتَ ذَلِكَ
قَالَ مَنْ اتَّقَى الشَّرَّ وَقَعَ فِي الْخَيْرِ

telah bercerita kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari ['Atho` bin As
Sa`ib] dari [Abu Al Bakhturi] berkata; Berkata [Hudzaifah bin Al
Yaman]: Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam bertanya beliau
tentang kebaikan, tapi saya justru bertanya tentang keburukan. Ia
ditanya: Kenapa kau melakukannya? Hudzaifah bin Al Yaman menjawab:
Barangsiapa menjaga diri dari keburukan, ia berada dalam kebaikan.
(Musnad Imam Ahmad no.22300)

Qobishoh bin ‘Uqbah mengatakan: “Tidak akan berhasil orang-orang yang
tidak mengetahui perselisihan di antara manusia.” (Jami’ Bayanil Ilmi:
3/47)

Syaihul Islam Mengatakan: ”Siapa saja yang lebih paham terhadap
kejelekan maka dia akan lebih tunduk dan hormat terhadap kebenaran,
dan dengan kadar pengetahuannya tersebut dia akan lebih mudah untuk
menerima petunjuk.” (Majmu’ Al-Fatawa : 5/118)

Dan inilah Syaikh Robi’ Al-Madkholi imam jarh wat ta’dil masa ini
menasehatkan dalam muhadhoroh beliau di hadapan para tholibul ‘ilmi:

“Tuntutlah ilmu dan bersungguh-sungguhlah dalam belajar serta
bersegeralah! Dan di antara perkara-perkara yang membantu kalian dalam
memahami ilmu yang shohih adalah buku-buku bantahan (terhadap ahlul
batil), karena sesungguhnya hal tersebut merupakan bagian yang sangat
penting dalam menuntut ilmu. Orang-orang yang tidak tahu buku-buku
bantahan (terhadap ahlul batil) walaupun dia telah hafal berbagai
ilmu, maka sesungguhnya dia –barokallohu fiikum- berada dalam keadaan
yang goncang.

( Dinukil dari tulisan al-Akh Abu Zakariya Irham bin Ahmad Al-Jawy “Di
Atas Al-haq Kami akan Berlabuh Sebuah Jawaban & Penjelasan Tuntas
Kedustaan Buku “Kemana Kalian Akan Pergi dengan Fitnah ini?” Selesai
ditulis hari Selasa 04 Jumadil Awwal 1430 Di Darul Hadits Dammaj -
harosahalloh-. Penambahan lafadz hadits Musnad Imam Ahmad dari redaksi
ISNAD)

Imam Al Wadi’y -rohimahulloh- ditanya: “Apakah berbicara tentang
hizbiyyun atau tahdzir dari mereka termasuk perkara yang harom? Dan
apakah perkara ini khusus untuk ulama dan bukan hak para penuntut ilmu
meskipun telah jelas kebenaran bagi para penuntut ilmu tentang orang
tersebut?”

Beliau -rahimahulloh- menjawab:

“Sudah semestinya untuk dia bertanya kepada ahlul ilmi tentang perkara
tersebut. Akan tetapi orang yang melarikan umat dari As Sunnah, dari
Ahlussunnah dan majelis ulama, maka umat harus ditahdzir dari orang
itu. Jarh dan ta’dil harus orang tersebut mengetahui sebab-sebabnya
dan harus bertaqwa kepada Alloh subhana wa ta’ala tentang apa yang
diucapkannya, karena sesungguhnya asal dari kehormatan seorang muslim
adalah terhormat.

Sebagaimana sabda Nabi -shalallohu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- :
فإنّ دماءكم وأموالكم وأعراضكم عليكم حرام، كحرمة يومكم هذا، في شهركم
هذا، في بلدكم هذا

“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian dan kehormatan kalian adalah
harom, sebagaimana haromnya hari kalian ini di bulan kalian ini dan di
negri kalian ini”.

Akan tetapi mubtadi’ah tidak mengapa seorang thalibul ilmi
memperingatkan orang darinya, pada batas-batas yang diketahuinya,
secara adil. Alloh ta’ala berfirman:
وإذا قلتم فاعدلوا

“Dan jika kalian berbicara maka berlaku adillah.”
ولا يجرمنّكم شنآن قوم على ألاّ تعدلوا اعدلوا هو أقرب للتّقوى

“Dan jangan sampai kebencian terhadap suatu kaum menjerumuskan kalian
untuk berbuat tidak adil. Adillah kalian karena dia itu lebih dekat
kepada ketaqwaan.”
إنّ الله يأمر بالعدل والإحسان

“Sesungguhnya Alloh memerintahkan untuk berbuat adil dan kebaikan.”

Dan Nabi -shalallohu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam- memerintahkan Abu
Dzarr untuk mengucapkan yang benar walaupun itu pahit.

Bahkan Alloh -’azza wajalla- berfirman di kitab-Nya yang mulia:
ياأيّها الّذين آمنوا كونوا قوّامين بالقسط شهداء لله ولو على أنفسكم أو
الوالدين والأقربين إن يكن غنيًّا أو فقيرًا فالله أولى بهما فلا تتّبعوا
الهوى أن تعدلوا وإن تلووا أو تعرضوا فإنّ الله كان بما تعملون خبيرًا

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian sebagai orang yang
menegakkan keadilan, sebagai saksi untuk Alloh walaupun terhadap diri
kalian sendiri atau terhadap orang tua dan sanak kerabat. Kalau dia
itu orang kaya ataupun miskin, maka Alloh itu lebih utama daripada
mereka berdua. Maka janganlah kalian mengikuti hawa nafsu sehingga
tidak berbuat adil. Dan jika kalian membolak-balikkan kata (untuk
berbohong) atau berpaling maka sesungguhnya Alloh maha mengetahui apa
yang kalian kerjakan.”

Maka harus ada keadilan ketika berbicara tentang hizbiyyun. Dan
bukanlah aku maksudkan bahwasanya engkau melihat seorang mubtadi’ dan
engkau menyebutkan kebaikan dan kejelekan yang ada padanya.
Sesungguhnya mubtadi’ itu tidak pantas untuk kau sebutkan kebaikan dan
kejelekannya.” (“Tuhfatul Mujib” hal. 187-188)

Juga Imam Robi’ bin Hadi Al madkholi -hafidhahulloh- ditanya:
“Kebanyakan orang menyangka bahwasanya membantah ahlul bida’ dan ahwa’
akan mematikan proses belajar yang sedang ditempuh oleh penuntut ilmu
dalam perjalanannya kepada Alloh. Apakah pemahaman ini benar?”

Beliau -hafidhahulloh- menjawab: “Ini adalah pemahaman yang bathil.
Dan ini termasuk metode ahlul bathil dan ahlul bida’ untuk memberangus
lidah ahlus sunnah. Maka pengingkaran terhadap ahlul bida’ termasuk
pintu amar ma’ruf nahi munkar yang terbesar. Dan tidaklah umat ini
punya keistimewaan terhadap seluruh umat kecuali dengan keistimewaan
ini.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, kalian
memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar dan beriman
kepada Alloh.”

Pengingkaran terhadap kemungkaran merupakan penerapan dari ilmu yang
telah dipelajari oleh pemuda muslim, yaitu pemahaman dari agama alloh -
tabaroka wata’ala- dan penelaahannya terhadap kitabulloh dan sunnah
Rosul-Nya yang mulia -’alaihish shalatu was salam-.

Maka apabila perkara amar ma’ruf nahi munkar ini tidak diterapkan,
khususnya terhadap ahlul bida’, maka dia bisa jadi masuk ke dalam
firman Alloh -tabaroka wata’ala-:
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ
دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ
يَعْتَدُونَ  – كَانُواْ لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ
لَبِئْسَ مَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ

“Orang-orang yang kafir dari bani Isroil telah dilaknat dengan lisan
Dawud dan ‘Isa bin Maryam. Yang demikian itu adalah karena kedurhakaan
mereka dan sikap mereka yang melampaui batas. Mereka dulunya tidak
saling melarang dari kemungkaran yang mereka kerjakan. Sungguh jelek
apa yang mereka kerjakan.” (Qs.Al-Maidah 78-79)

Dan jika seseorang melihat kebid’ahan tersebar, ada penyerunya, ada
pembawanya, pembelanya, dan ada orang yang memerangi ahlussunnah demi
kebid’ahan itu, bagaimana dia diam saja?

Ucapan mereka,”Sesungguhnya membantah ahlul bida’ dan ahwa’ akan
mematikan ilmu” ini bohong. Justru ini bagian dari ilmu dan penerapan
ilmu.

Apapun yang terjadi, maka seorang penuntut ilmu itu harus
mengkhususkan waktu-waktu untuk memperoleh ilmu. Dan harus bersungguh-
sungguh untuk memperolehnya. Tidak bisa dia menghadapi kemungkaran
kecuali dengan ilmu. Bagaimanapun keadaannya dia harus memperoleh ilmu
dan sekaligus pada waktu yang sama menerapkannya. Alloh -tabaroka
wata’ala- memberkahi pelajar yang mengamalkan ilmunya ini.

Dan terkadang bisa dicabut keberkahan itu manakala dia melihat
kemungkaran di depan matanya tapi dia berkata,”nggak, nggak, aku belum
belajar.” Dia melihat kesesatan dan ahlul bathil mengangkat syiar
kebathilan dan mengajak orang kepadanya dan menyesatkan orang, dia
justru berkata,”Tidak, tidak. Aku nggak mau sibuk dengan perkara-
perkara ini, aku akan menyibukkan diri dengan ilmu.” Yaitu latihan
untuk berbasa-basi. Semoga Alloh memberkahi kalian.” (“Ajwibatu
Fadhilatusy Syaikh Robi’” hal. 34-35)

Dan dari sisi yang lebih umum, Imam Ibnu Baaz -rahimahulloh- berkata:
“Maka setiap kita memiliki kewajiban. Setiap muslim di negri Alloh, di
timur dan barat, di seluruh penjuru dunia. Setiap muslim, setiap
penuntut ilmu, setiap ulama, dia punya kewajiban di dalam dakwah ke
jalan Alloh yang dia telah dimuliakan Alloh dengannya, dan menolak
syubhat-syubhat, dan membela Islam dari kebatilan, dan membantah lawan-
lawannya, dengan cara-cara dan metode yang dipandangnya bermanfaat,
yang menyampaikan kebenaran dan membikin manusia berminat untuk
menerima kebenaran, dan dipandangnya bisa untuk menghentikan
kebatilan.

Dan termasuk dari musibah yang terbesar adalah: Seseorang
berkata,”Bukanlah aku yang bertanggung jawab dengan itu.” Ini salah.
Ini merupakan kemungkaran yang besar. Ini bukan perkataan orang yang
berakal. Kecuali jika pada posisi yang telah dicukupi oleh orang yang
lain, suatu kemungkaran yang telah dihilangkan oleh orang yang lain,
suatu kebatilan yang telah diperingatkan oleh orang yang lain.” –
sampai pada ucapan beliau:- “Maka setiap orang harus menunaikan
kewajibannya sampai kebenaran itu tertolong, dan sampai kebatilan itu
tertumpas, dan sampai tegaknya hujjah terhadap lawan-lawan
Islam.” (selesai) (“Al Ghozwul Fikry” karya beliau -rahimahulloh- hal.
17)

[dinukil dari 'Hizbiyyah Luqman Ba'abduh' tulisan Abu Fairuz
Abdurrohman bin Sukaya Al Qudsi Al Indonesi ‘afallohu ‘anhu Di Markiz
Induk Darul Hadits Dammaj Yaman]

http://isnad.net/maka-pelajarilah-fitnah

-- 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Untuk mengirim tulisan baru gunakan: 
[email protected]
Arsiip Milis:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih :
www.ISNAD.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kirim email ke