بسم الله الرحمن الرحيم Abu Hurairah -semoga Alloh meridhoinya dan menempatkan di jannahNya bersama kekasihNYA- telah diketahui banyak meriwayatkan hadits. Dia berkata: " Andaikata bukan karena dua ayat di dalam Al-Qur'an niscaya aku tidak akan menceritakan satu haditspun, kemudian beliau membaca firman Allah : "Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk", dan firman Allah : "Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dengan orang-orang yang diberikan Al-Kitab agar mereka menjelaskan kepada manusia dan tidak menyembunyikannya." (Al-Baqarah ayat 159-160)
Adapun sebab turunnya ayat ini berkenaan dengan ahli kitab, tatkala mereka ditanya tentang apa yang ada dalam kitab mereka tentang kenabian Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam, yang ternyata mereka menyembunyikannya dan tidak mau memberitakannya karena rasa dengki dan marah. Imam As-Sayuthi dalam kitabnya Ad-Durrul Manstur dari Ibnu Abbas - semoga Alloh meridhoinya- bahwa Mu’adz Bin Jabal dan sebagian sahabat - semoga Alloh meridhoi mereka- menanyakan kepada segolongan Pendeta Yahudi tentang sebagian isi taurat, kemudian mereka menyembunyikannya dan menolak untuk memberitakannya, kemudian turunlah ayat tersebut (QS Al-Baqarah:-159-160). Ayat pada surat tersebut diturunkan berkenaan dengan ihwal ahli kitab dari pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani yang tidak mau memberitakan dan menyembunyikan sifat-sifat Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam sebagaimana yang disebutkan dalam sebab turunnya ayat ini, tetapi lebih luas ayat ini mengena kepada setiap orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah dan menyembunyikan hukum-hukum Agama, karena yang dipakai sebagaimana dikatakan oleh Ulama ‘Ushul adalah keumuman lafalnya, bukan kekhususan sebabnya. -Wallohu a'lam- Hal tersebut diperkuat juga dengan Hadist Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan al-Hakim “ Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu, kemudian ia menyembunyikannya, maka ia pada hari kiamat nanti akan dikendalikan dengan kendali api neraka” - wallohu a'lam- Telah kita ketahui dari beberapa RUKUN HIZBIYYAH sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Muqbil -semoga Alloh merahmatinya- dalam “An- Nashihatu wal Bayan” (hal. 116): Rukun hizbiyyah ada tiga: Pertama: Dusta, Kedua: Tipu muslihat, dan Ketiga: Talbis (menyamarkan antara yang al-haq dengan yang al-bathil). Beliau berkata sebagaimana dalam “Ghorotul Asyrithoh” (1/15): “ Oleh karena itu wajib bagi Ahlul ‘ilmi untuk menyingkap kebusukan- kebusukannya dan memperingatkan muslimîn darinya. Sungguh hizbiyyah ini telah mengubah pemuda muslim dan menyia-nyiakan umur mereka, memporak-porandakan kekuatan mereka, serta menjadikan mereka berpecah belah dan berkelompok-kelompok. Hizbiyyah juga menyebabkan kaum muslimîn sibuk dengan diri mereka sendiri dan lalai dengan musuh-musuh mereka”. Dan kini.....dihadapan para pembaca kami tampilkan file rekaman mereka hizbiyyun (yang kami ketahui sampai hari ini belum perna di 'publish' rekaman atau terjemahan dan ditampilkan secara umum/dihadapan khalayak yakni rekaman muhadhoroh via Telpon dari As-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholy -semoga Alloh memberinya taufiq- saat berlangsungnya "DAUROH NASIONAL ke-IV" 29 Rajab - 1 Sya'ban 1429 H. Saat berlangsung telepon dengan topik "Mu'asasah dan Jam'iyat" pada dauroh Umum "Kejayaan Ummat dengan kembali kepada Agama yang Haq" waktu ba'da maghrib (antara maghrib dan isya') dan sebagai penerjemah si Qomar Sua'adi ,Lc (lucu-lucu, lulusan jam'iyah madinah) (1) -Wallohu a'lam- Apa istimewanya file terselubung ini -sampai mereka tidak menampilkannya- ? Sebagaimana biasanya setelah selesai melakukan tausiyah oleh para 'masyaikh' biasanya akan di 'translate' oleh si penerjemah. Dengan tema diatas "Mu'asasah dan Jam'iyat" Syaikh Muhammad bin Hadi -semoga Alloh memberinya taufiq- menasehati UNTUK MENINGGALKAN SEGALA MACAM BENTUK YAYASAN (HIZBI), TIDAK DISIBUKKAN DENGAN PERKARA-PERKARA TERSEBUT...maka si Qomar,Lucu -sebagai orang dalam Yayasan 'Hizbi' asy- Syari'ah, melewati (sengaja/tidak, hanya Alloh yang paling tahu) tidak menterjemahkan pesan nasehat syaikh Muhammad bin Hadi -semoga Alloh memberinya taufiq- tersebut. Untuk itu kami coba menampilkan rekaman ini (kembali), mereka para hizbiyyun yang dikenal 'pemberani' sebagaimana saat berlangsungnya 'JIHAD' di AMBON sudi kiranya menterjemahkan lengkap nasehat ini dan menampilkannya untuk kaum muslimin. dan sungguh mengherankan saat kami menulis catatan ini, salah satu sekutu mereka di Bontang, KALTIM dibawah bendera Yayasan Darussalaf, diwebsite mereka www.darussalaf.or.id terang-terangan (dengan gagah berani dan penuh percaya diri) menampilkan tulisan dari Asykari "(EBOOK) Mendulang Berkah dengan Yayasan Salafiyyah" (2) catatan 1. Berhubung situs resmi mereka www.[bukan]salafy.or.id sekarang telah dirombak total 100%, maka tidak bisa lagi mencari sumber pengumuman yang bersangkutan, tetapi bisa di lihat dari situs/blog gratisan yang bertebaran di internet sebagai contoh bisa didownload disini http://isnad.net/media/bantul-2008-b.png 2. Syubuhat dan Bantahan lengkap risalah asykari tentang YAYASAN bisa didownload dan dibaca di sini: http://isnad.net/tag/yayasan - walaupun sampai hari ini, setelah sekian lama berlalu mereka (hizbiyyun) tidak ada membantah beberapa bantahan yang ditujukan atas risalah yayasan bid'ah mereka. dan sumber syubuhat bisa dilihat disini: http://isnad.net/media/bantul-2008-c.png Selengkapnya: http://isnad.net/x-file-dauroh-nasional-bantul-2008 -- ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Untuk mengirim tulisan baru gunakan: [email protected] Arsip Milis: http://www.mail-archive.com/[email protected]/ Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih : www.ISNAD.net ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
