SADARKAH ANDA BAHWA:
SESUNGGUHNYA TAQLID BISA MENGIKIS TAUHID?
(Pembahasan dalam: MENGENAL SYAHADAT MUHAMMAD ROSULULLOH SECARA
HAKIKI)


Ditulis oleh: Abu Ja’far Al-Harits Al-Minangkabawy Al-Andalasy
Waffaqohulloh

1 Shofar 1434

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا
شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليما
كثيرا أما بعد

Banyak orang yang mengaku bingung dalam mencari kebenaran di tengah
beragamnya komunitas muslimin yang mendakwakan bahwa kebenaran ada
pada barisan mereka, padahal Alloh telah berfirman:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ
تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
* وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ
نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah
memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai,
sedang mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.
Sementara barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan
melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke
dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang
menghinakan”. (QS An-Nisa’ 13-14)

Dia telah menjelaskan bahwa agama-Nya tak akan di tempuh dengan benar
kecuali dengan merujuk kepada apa yang diturunkannya, Al-Qur’an dan
sunnah nabi-Nya. Pemahaman tentang keduanya telah diajarkan Rosululloh
kepada orang-orang beriman yang sezaman dengannya yaitu para
shohabatnya. [More...]

Bersamaan dengan terangnya itu semua, pada kenyataan, banyak sekali
kaum muslimin yang lebih mengedepankan pemikiran orang yang mulia di
matanya. Jangan tanya berapa banyaknya fenomena ini terjadi pada
berbagai kelompok sempalan dalam Islam, karena memang kelompok-
kelompok mereka tidaklah muncul kecuali dibangun dengan adanya
pemikiran yang baru yang tidak ada di Al-Qur’an dan as-Sunnah. Mereka
berpegang dengan pemikiran tersebut karena berprasangka bahwa
pencetusnya adalah orang mulia di sisi Alloh, orang yang sholih yang
berjuang demi agama.

Ironisnya hal ini juga terjadi di kalangan orang-orang yang mengaku
berada dalam lingkupan dakwah salafiyyah, dakwah ahlus sunnah wal
Jama’ah, dakwah yang mengedepankan perkataan Alloh dan rosul-Nya dari
perkataan siapapun. Dengan bentuk yang seakan-akan benar, mereka
mengekori tanpa meminta dalil (taqlid), berpegang teguh –terutama jika
terdapat perselisihan pendapat- dengan ulama tertentu bahkan ustadz
tertentu!!, tentunya yang cocok dan sesuai dengan perasaan mereka.
Bahkan tak jarang justru mengajak orang kepada pemikirannya: “Syaikh
fulan lebih berpengalaman …”, “Ustadz lebih paham dari kita-kita …”,
kurang sikap kritis untuk mencari kecocokan pendapat dengan Al-Qur’an
dan sunnah.

Yang ada? kita masih bodoh … pasrahkan saja …

Selengkapnya:
www.ahlussunnah.web.id

-- 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Untuk mengirim tulisan baru gunakan: 
[email protected]
Arsip Milis:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih :
www.ISNAD.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kirim email ke