بسم الله الرحمن الرحيم

الحَمْدُ لله، أَحْمَدُه، وأستعينُه، وأستغفرُهُ، وأَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ
إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه
ورَسُولُه.

أمّا بعدُ
MUQODDIMAH

Alloh (تعالى) berkata:

{الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ
يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا} [الكهف: 104]

“Orang-orang yang telah sesat amalan mereka di kehidupan dunia dan
mereka menyangka dalam keadaan melakukan perbaikan”. (Al-Kahfi: 104).

Demikianlah keadaannya Luqman bin Muhammad Ba’abduh berserta
jaringannya, tidak pernah mereka itu merasa salah bahkan mereka selalu
merasa di atas jihad dan sedang beramal kebaikan.

Dosa dan kejahatan mereka masih segar bau busuknya tercium oleh
manusia ditambah lagi dengan berbuat dosa-dosa baru, ingin mencari-
cari dan menghitung-hitung kesalahan orang dengan berbagai macam cara,
padahal mereka sendiri memiliki segudang dosa dan kejahatan, sungguh
bagus perkataan Abdulloh bin Mas’ud untuk dipukulkan kepada Luqman
Ba’abduh dan orang-orang yang semisalnya:

“فَعُدُّوا سَيِّئَاتِكُمْ، فَأَنَا ضَامِنٌ أَنْ لَا يَضِيعَ مِنْ
حَسَنَاتِكُمْ شَيْءٌ”.

“Maka hitunglah kejelekan-kelejekan kalian, aku adalah yang memberi
jaminan bahwa tidak akan tersia-siakan dari kebaikan-kebakan kalian
sedikit pun”. Diriwayatkan oleh Ad-Darimiy dengan sanad hasan, dari
hadits Al-Hakam Ibnul Mubarok, dari ‘Amr, dari Yahya dari Bapaknya.

Kasihan sekali mereka itu, lantaran membela pembuat kerusakan dan
membela si penuduh mereka pun berbondong-bondong membuat kerusakan di
muka bumi dengan anggapan sedang mengadakan perbaikan:

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا
نَحْنُ مُصْلِحُونَ (11) أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ
لَا يَشْعُرُونَ (12)} [البقرة: 11، 12]

“Dan jika dikatakan kepada mereka: “Janganlah kalian membuat kerusakan
di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang
yang mengadakan perbaikan. Ketahuilah sesungguhnya mereka itulah orang-
orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari”. (Al-
Baqoroh: 11-12).

Kali ini mereka riang gembira karena mendapatkan respon dari Asy-
Syaikh Robi’, mereka bergembira karena mereka bisa menyatukan kalimat
di hadapan manusia, bukan main orang-orang yang berloyalitas dengan
Syi’ah-Rofidhoh, orang-orang yang berloyalitas dengan hizbiyyin, orang-
orang yang berloyalitas dengan para penjahat bisa bersatu untuk
menyerang Ahlissunnah yang berada di Dammaj, kasihan persatuan mereka
hanya di depan mata namun hakekatnya mereka berpecah:

{بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ
شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ} [الحشر: 14]

“Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat dahsyat. kamu mengira
mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah, yang demikian
itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti”. (Al-
Hasyr: 14).

Kasihan mereka berani membela Muhammad bin Abdillah Ar-Rimiy yang
ghuluw dan senang menggelari dirinya dengan al-imam, tanpa malu
menuliskan di belakang namanya dengan gelar itu, kasihan kali ini
Muhammad Ar-Rimiy sedang kebingungan, dengan terang-terangan dia
mengkafirkan orang-orang yang meninggalkan sholat namun Rofidhoh dia
tidak berani kafirkan, padahal berbagai kejelekan dan kekafiran
dilakukan oleh Rofidhoh; meninggalkan sholat, berbuat syirik dan
ghuluw kepada ahlil bait, keluar dari jama’ah kaum muslimin,
mengkafirkan sebagian shohabat, menuduh Aisyah berbuat keji,
menghalalkan zina dan memerangi kaum muslimin dengan persenjataan.

Kasihan kekafiran seperti itu jelasnya mereka masih berloyalitas dan
menganggapnya sebagai saudara mereka dan tidak menggugatnya, namun
ketika ada dari kaum muslimin yang mereka anggap (sesuai sangkaan
mereka) terjatuh ke dalam dosa besar mereka beramai-ramai untuk
mengusirnya, bahkan menculiknya, memukulnya, bahkan menyembelihnya
serta merajamnya, padahal mereka sendiri para pelaku dosa besar yang
mereka tidak menyadari.

Kami katakan: Wahai Luqman, tidaklah ada yang masih bisa tertipu
dengan penampilan dan lagakmu melainkan hanya orang-orang yang masih
tertanam watak dan bid’ahnya LJ (laskar jihad). Adapun orang-orang
yang sudah benar-benar bertaubat dari LJ dan yang mengetahui kelicikan
dan kebengisanmu maka mereka melihatmu merasa jijik karena kamu itu
tidak ada bedanya dengan seekor anjing:

{فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ
تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ} [الأعراف: 176]

“Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya
diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya maka dia mengulurkan
lidahnya (juga)”. (Al-A’rof: 176).

Mungkin kata-kata ini sangat kasar, tapi bagaimana lagi karena Luqman
itu perlu dipukulkan kata-kata seperti ini, supaya dia lebih mengerti
tentang dirinya dan supaya sadar atau kalau dia masih tetap tidak
mengerti dan tidak mau sadar maka tidak ada ucapan untuknya melainkan
perkataan:

{إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ}

Kasihan karena deritanya mereka bertambah parah, mereka semakin tuli,
buta dan bisu dari al-haq:

{مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا
حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لَا
يُبْصِرُونَ (17) صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ (18)}
[البقرة: 17، 18]

“Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka
setelah api itu menerangi sekelilingnya Alloh hilangkan cahaya (yang
menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat
melihat. Mereka tuli, bisu dan buta maka tidaklah mereka akan kembali
(ke jalan yang benar)”. (Al-Baqoroh: 17-18).

Sungguh kasihan dia begitu pula jaringannya mulai lagi angkat bicara
karena mendapat semprotan dari Asy-Syaikh Robi’, kasihan mereka ingin
membela Asy-Syaikh Robi’ atau ulama mereka dengan memulai menyalakan
api lagi!.

Mereka ghuluw sampai menjadikan Asy-Syaikh Robi’ seakan-akan Robb alam
semesta, mereka tidak peduli apa yang keluar dari lisan Asy-Syaikh
Robi’ baik benar atau salah “yang penting Robi’ berkata”, mereka
langsung menelannya mentah-mentah, kasihan mereka dalam beragama
persis seperti orang-orang shufi.

Perkataan ulama, mereka lebih unggulkan dari pada perkataan Alloh dan
Rosul-Nya, kasihan prilaku dan ucapan serta dorongan mereka kepada
para jaringan mereka persis dengan ucapan kaum Nabi Ibrohim:

{حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ}
[الأنبياء: 68]

“Bakarlah dia dan tolonglah sesembahan-sesembahan kalian, jika kalian
benar-benar hendak bertindak”. (Al-Anbiya’: 68).

Ini persis dengan ucapan Luqman Ba’abduh ketika dimintai fatwa oleh
Saifulloh Ambon dia pun berkata “tolonglah ulama kita…”. Sungguh
kasihan mereka, sekarang Luqman Ba’abduh mencoba tampil lagi.

Luqman, Luqman, Luqman! Kasihan dirimu! Walau pun kamu dan orang-orang
yang sejaringan dengamu mencoba dengan berbagai macam cara untuk
bertingkah seperti itu, namun dengan izin Alloh kalian tidak akan
berhasil, bahkan kalian akan semakin terpuruk dan binasa:

{مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ
يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ
وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ
أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ} [فاطر: 10]

“Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Alloh-lah kemuliaan
itu semuanya, kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan
amal yang sholih dinaikkan-Nya. dan orang-orang yang merencanakan
kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan
hancur”. (Fathir: 10).

Kasihan dirimu wahai Luqman!, bukankah dulu kamu dan orang-orang yang
sejaringan denganmu merekomendasikan orang-orang kalian ke Dammaj, dan
mereka kemudian melakukan makar di Dammaj, menjalankan misi seperti
yang pernah kamu lakukan baik berupa kejahatan, pemukulan, pencelaan,
penghinaan, penghalalan kehormatan orang dan yang semisal itu, namun
dimana mereka semua?.

Karena tidak berhasil kemudian kamu (wahai Luqman) dengan penguat dari
fatwa Ubaid Al-Jabiriy memerintahkan untuk keluar dari Dammaj, orang
dilarang masuk ke Dammaj, yang di Dammaj disuruh keluar, kasihan!.

Walaupun faham kalian seperti itu masih ada pada orang-orang yang
pernah terpengaruh dengan kalian yang mereka mencoba menerapkannya
kembali faham busuk kalian itu di Dammaj dengan berusaha mengeluarkan
Ahlissunnah Al-Indonesiyyin dari Dammaj dengan tuduhan dan alasan
karena ahlul ma’ashi (pelaku ma’siat), luthi, jatuh cinta dengan anak-
anak atau  melihat gambar porno dan yang semisalnya namun:

{وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ} [فاطر: 10]

“Dan rencana jahat mereka itu akan hancur”. (Fathir: 10).

Kasihan mereka semua berusaha untuk mengeluarkan Ahlissunnah dari
Dammaj, mereka kali ini semisi dengan Rofidhoh, kaum Rofidhoh berupaya
mengeluarkan Ahlissunnah dari Dammaj dengan berbagai macam cara,
perang fisik dan mental mereka lakukan.

Dan ternyata para hizbiyyun yang dipelopori oleh Ubaid Al-Jabiriy ikut
andil dengan mengeluarkan fatwa ngawur “orang-orang yang di Dammaj
keluar, yang diluar jangan ke Dammaj”.

Mereka yang di Ma’bar tidak ada tamayyuz (pembeda) antara Ahlissunnah
dan para hizbiyyin, bahkan sebagian orang-orang yang beramai-ramai
duduk di sisi Asy-Syaikh Robi’ adalah mereka para hizbiyyin dan nampak
Asy-Syaikh Robi’ berloyalitas dengan mereka karena mungkin ditipu, Asy-
Syaikh Robi’ sungguh telah terhujati dengan perkataannya yang dahulu,
dia berkata di dalam “Syarhu Ushulis Sunnah Lil Imam Ahmad“:

“كثير من السياسيين عندهم نفاق عملي في الأحزاب السياسية، ومن علامات هذا
النفاق تولي أهل البدع”.

“Kebanyakan dari para politikus mereka ada “nifaq ‘amaliy” (amalan
kemunafiqkan) pada kelompok-kelompok siasat (mereka), dan diantara
tanda kemunafiqkan ini adalah berloyalitas dengan ahlul bida’“.

Maka sangat pas perkataan Asy-Syaikh Robi’ pada salah satu tulisannya
untuk dipukulkan kepada Asy-Syaikh Robi’ sendiri dan orang-orang yang
taqlid kepadanya, dia berkata:

“قد يتحالفون مع بعض الأحزاب الملحدة من شيوعيين وغيرهم فإذا أنكر عليهم
هذا التحالف الأثيم قالوا: إنهم أسلموا”، فإذا نشب بينهم وبين حلفائهم
قالوا: إنهم كفار شيوعيين”.

“Terkadang mereka bersatu dengan kelompok-kelompok yang kafir dari
para syi’ah dan yang selain mereka, jika diingkari atas mereka
terhadap persatuan yang berdosa ini maka mereka mengatakan: “Mereka
telah berislam”, jika tidak beterkaitan antara mereka dan antara
persatuan mereka (ya’ni berpecah) maka mereka mengatakan: “Sesunguhnya
mereka adalah orang-orang kafir lagi orang-orang syi’ah”.

Perkataannya ini telah terhunuskan ke leher Asy-Syaikh Robi dan
menjadi bumerang atas dirinya sendiri, ketika dia bermajelis dengan
murid-muridnya atau kawan-kawannya yang membenci Syaikhuna, dia
menuduhkan kepada Syaikhuna dengan berbagai tuduhan yang tidak bisa
dia pertanggung jawabkan, ketika ada dari murid-muridnya atau kawan-
kawannya menyebarkan ucapannya dan perkataannya maka dia pun ingkari
bahwa dia tidak mengatakannya atau dia tidak menuduhkannya itu kepada
Syaikhuna, kasihan muridnya pun jadi kambing hitam, dicap sebagai
pendusta namun sekarang perkataan itu dia benarkan dan nampakkan.

Dan perkataanya ini pula telah terhunuskan ke leher Muhammad bin
Abdillah Ar-Rimiy dan Muhammad bin Abdil Wahhab Al-Washobiy dan
jaringan mereka, karena mereka membela-bela Rofidhoh dan tidak
mengkafirkannya, ketika diingkari dengan lisan ringan mereka berkata:
“Sesungguhnya mereka adalah muslimun (orang-orang yang beragama
Islam)”.

Memang kamu (wahai Luqman) begitu pula jaringan-jaringanmu hebat dan
berani menantang serta masih berani juga merasa aman dari makarnya
Alloh:

{أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا
الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ} [الأعراف: 99]

“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Alloh (yang tidak terduga-
duga)? Tidaklah yang merasa aman dan azab Alloh kecuali orang-orang
yang merugi”. (Al-A’rof: 99).

Kasihan dirimu wahai Luqman! Betapa banyak sunnah sayyiah (metode yang
jelek) yang kamu lakukan dan yang kamu da’wahkan kini banyak yang
mengikutinya:

«وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، فَعُمِلَ بِهَا
بَعْدَهُ، كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا، وَلَا
يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ».

“Barang siapa yang membuat sunnah-sunnah (metode-metode) di dalam
Islam dengan sunnah yang jelek lalu diamalkan (oleh orang-orang)
setelahnya maka ditulis atasnya semisal dosa orang yang
mengamalkannya, dan tidak terkurangi dari dosa-dosa mereka sedikit
pun”. Diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Jarir bin Abdillah dari
Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ).

Dahulu Luqman Ba’abduh dan jaringannya mengingkari kemungkaran namun
kali ini mereka mendiamkannya bahkan melakukannya, dahulu mereka
mengingkari seorang majhul (penulis gelap) semisal Abdurrohman Ath-
Tholibiy namun ternyata ketika mereka menjalankan makar atas
Ahlissunnah di Dammaj mereka pun meniru dan menerapkan prilaku
Abdurrohman Ath-Tholibiy, mereka menulis celaan dan penghinaan
terhadap Syaikhuna, muncul diantara mereka dengan menamakan diri Abu
Umar bin Abdul Hamid tulisannya dicetak oleh makatabah Al-Ghuroba’
Solo dan tidak ada seorang pun yang terang-terangan dari mereka
mengingkari itu, muncul pula Abu Mahfudz bin Ali, muncul pula Abdulloh
bin Abdirrohman, semuanya mengikuti prilaku Abdurrohman Ath-Tholibiy:

«يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُلْقَى فِي النَّارِ،
فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ، فَيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ
الْحِمَارُ بِالرَّحَى، فَيَجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّارِ،
فَيَقُولُونَ: يَا فُلَانُ مَا لَكَ؟ أَلَمْ تَكُنْ تَأْمُرُ
بِالْمَعْرُوفِ، وَتَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ؟ فَيَقُولُ: بَلَى، قَدْ
كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ، وَأَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ
وَآتِيهِ»

“Didatangkan seorang lelaki pada hari kiamat, lalu dilemparkan ke
dalam neraka, maka keluarlah usus (atau sesuatu dari isi) perutnya,
dia berputar padanya sebagaimana berputarnya keledai pada tali
pengikatnya, maka penduduk neraka berkumpul kepadanya, mereka berkata:
Wahai Fulan ada apa denganmu? Bukankah dahulu kamu memerintahkan
kepada kebaikan, dan melarang dari kemungkaran? Dia pun berkata:
“Tentu, dahulu aku memerintahkan kepada kebaikan namun aku tidak
melakukan (kebaikan itu), dan aku melarang dari kemungkaran namun aku
melakukannya”. Diriwayatkan oleh Muslim dari Usamah bin Zaid dari
Rosululloh (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) .

Sungguh memalukan dan menghinakan, mereka beramai-ramai mengajak
manusia kepada kebaikan namun mereka selalu menyelisihi ajakan mereka
sendiri, sekarang mereka mulai lagi berorasi, berbicara dan berpidato
di hadapan manusia, sungguh sangat mengena perkataan Rosululloh
(صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) untuk dijadikan hujat atas mereka:

«ليلة أسري بي رأيت قوما تقرض ألسنتهم بمقاريض من نار – أو قال: من حديد
– قلت: من هؤلاء يا جبريل؟ قال: خطباء من أمتك».

“Ketika aku di-isra (dinaikan ke langit) aku melihat suatu kaum di
parut lidah-lidah mereka dengan parutan dari api –atau dia berkata-:
“Parutan dari besi” Maka aku bertanya: “Siapa mereka wahai Jibril?”
Jibril menjawab: Para khotib dari umatmu”. Diriwayatkan oleh Ahmad
dari Anas bin Malik.

Dahulu mereka mentahdzir dari prinsip Hasan Al-Banna: “Tolong menolong
kepada perkara yang kita sepakati dan saling memberi udzur dalam
perkara yang kita perselisihkan”, ternyata sekarang mereka terapkan
prinsip itu, ketika dahulu ada yang konsultasi kepada mereka untuk
kuliah di Universitas Islam Madinah maka mereka melarang karena kata
mereka para pengajarnya banyak hizbiyyun namun sekarang mereka merubah
ucapan itu.

Mereka dahulu dengan terang-terangan mengkafirkan Rofidhoh bahkan ada
dari mereka mengkafirkan Syi’ah secara umum namun karena sebab
menerapkan prinsip Hasan Al-Banna itu mereka pun memberi toleransi
terhadap fatwa Muhammad Ar-Rimiy dan fatwa ulama mereka dengan
berbagai macam alasan:

{قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ} [التوبة: 30]

“Semoga Alloh binasakan mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?”.
(At-Taubah: 30).

Bersambung…
sumber:  http://isnad.net/edisi-khusus-menyingkap-wajah-siluman

-- 
-- 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Untuk mengirim tulisan baru gunakan: 
[email protected]
Arsip Milis:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih :
www.ISNAD.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "ISNAD.Net" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke audiosalafi+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke