Dalam kitab Al-Lu`lu` wal Marjan (karya Muhammad Fu`ad Abdul Baqi)
pada Kitab Al-Imaroh Bab Larangan Melamar Jabatan dan Sangat
Menginginkannya hadits ke-1197:
`Abdurrohman bin Samuroh rodhiyallohu `anhu berkata: Nabi Shollallohu
`alaihi wa sallam bersabda: "Ya `Abdurrohman bin Samuroh, engkau
jangan melamar (meminta) jabatan (pimpinan) sebab jika diserahkan
kepadamu karena permintaanmu maka akan diserahkan kepadamu 100 %,
sebaliknya jika jabatan itu diserahkan kepadamu tanpa permintaanmu
maka akan dibantu untuk mengatasinya." (Bukhory, Muslim) Yakni Alloh
akan membantu meringankan bebanmu.
Hadits ke-1198:
Abu Musa rodhiyallohu `anhu berkata: Aku datang kepada Nabi
Shollallohu `alaihi wasallam bersama dua orang dari suku Asy`ari, yang
satu di kananku dan yang lain di kiriku sedang Rosululloh Shollallohu
`alaihi wasallam bersiwak, maka kedua orang itu sama-sama meminta
pekerjaan, maka nabi Shollallohu `alaihi wasallam menegur: "Ya Aba
Musa, atau Ya `Abdulloh bin Qois." Dijawab oleh Abu Musa: Demi Alloh
yang mengutusmu dengan haq, keduanya tidak memberi tahu kepadaku
maksud (niat)nya dan aku tidak tahu bahwa keduanya akan melamar
pekerjaan (jabatan). Maka aku melihat siwak di bibirnya dihentikan
lalu bersabda: "Kami tidak akan mengangkat untuk amal kami seorang
yang menginginkannya. Tetapi engkau hai Abu Musa, pergilah ke Yaman
kemudian diikuti dengan Mu`adz bin Jabal dan ketika Mu`adz bin Jabal
sampai ke tempat Abu Musa langsung diberinya sandaran bantal dan
menyuruhnya tinggal di situ, tiba-tiba Mu`adz melihat ada orang
terikat, maka Mu`adz tanya: Mengapa orang itu? Jawabnya: Ini dahulu
Yahudi, lalu masuk Islam, kemudian kembali ke Yahudi, maka Mu`adz
dipersilahkan duduk. Jawab Mu`adz: Aku tidak akan duduk sehingga
dibunuh orang itu, begitulah putusan (hukum) Alloh dan Rosul-Nya.
diulangi kalimat itu 3 kali. Maka Abu Musa segera memerintah supaya
dibunuh Yahudi itu kemudian keduanya
membicarakan soal bangun malam, maka satu berkata: Aku bangun dan
tidur, dan tetap mengharap ridho Alloh dalam tidurku sebagaimana
mengharap dalam bangunku. (Bukhory, Muslim)
Apa maksud dari hadits tersebut?

Apakah kita tidak boleh melamar pekerjaan?
Jika boleh, pekerjaan seperti apa?
Apa hukum melamar menjadi PNS?
Kami tinggal di lingkungan umum dan pada hari Jum`at yang membaca
khutbah biasanya orang awam dan orang (Ikhwanul Muslimin, Wahdah
Islamiyyah, Hizbut Tahrir, dan sejenisnya). Apakah kita harus duduk
mendengarkan dan bagaimana dengan syubhat yang disampaikan mereka?

Kami adalah mahasiswa yang tinggal di Kota Makassar yang berasal dari
beberapa daerah (di Indonesia) dan kami tidak mengetahui ustadz-ustadz
Salafi di daerah kami. Apakah boleh kami dikirimkan alamat lengkap
ustadz-ustadz salafi?

dikirim oleh Mahmud Abdulloh via email

-- 
-- 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Untuk mengirim tulisan baru gunakan: 
[email protected]
Arsip Milis:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih :
www.ISNAD.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "ISNAD.Net" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke audiosalafi+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke