Wahyu Ario Sadono <[email protected]>

Bila berkenan ana hendak bertanya, bagaimana bila pekerja berat seperti 
tukang bangunan beserta kulinya, apakah mereka mendapat keringanan untuk 
tidak berpuasa Ramadhon? bila tidak dapat keringanan, bagaimana solusinyar?

Jawab:

Abu Fairuz (Dammaj)
بسم الله الرحمن الرحيم
وعليكم سلام ورحمة الله وبركاته
الحمد لله وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله الهم صلى وسلم
على محمد وعلى آله أجمعين أما بعد:
Ana mohon maaf belum sanggup banyak menjawab surat-surat para ikhwah dsb. 
tentang pekerja berat di bulan Romadhon, hal ini beberapa kali
ditanyakan pada Asy Syaikh Yahya Al hajuriy حفظه الله dan beliau menjawab 
bahwasanya tidak boleh meninggalkan puasa dengan sebab tadi.
yang dibolehkan adalah jika dia safar atau menyusui atau sakit yang 
menyebabkan kepayahan jika berpuasa, atau yang semakna dengan itu.
tambahan dari ana: dulu para shohabat banyak yang bekerja keras dan tetap 
puasa dan tidak mendapatkan keringanan berbuka. hak Alloh harus
lebih diutamakan daripada hak pribadi. istirahatlah dari kerja tadi jika 
bertabrakan dengan puasa. barangsiapa meninggalkan sesuatu karena
Alloh, Alloh akan mengganti untuknya dengan yang lebih baik. Dia tidak akan 
menyia-nyiakan para hamba yang setia dan berjuang mencari
ridho-Nya. bagus juga dengan memperbagus kualitas makanan sahurnya agar 
lebih kuat menghadapi ujian ini. moga Alloh memberkahi antum semua.
والله تعالى أعلم

-- 
-- 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Untuk mengirim tulisan baru gunakan: 
[email protected]
Arsip Milis:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih :
www.ISNAD.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "ISNAD.Net" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke audiosalafi+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke