*ADAB MENGAMBIL / MENERIMA BERITA*
Imam Muslim meriwayatkan dengan isnadnya dari Muhammad Ibn Sirin bahwasanya 
beliau berkata :

* لَمْ يَكُونُوا يَسْأَلُونَ عَنْ الْإِسْنَادِ فَلَمَّا وَقَعَتْ 
الْفِتْنَةُ قَالُوا سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ 
السُّنَّةِ فَيُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ فَلَا 
يُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ*

“ Dulu mereka (para ulama) tidak pernah bertanya tentang *isnad *(sumber 
berita/ucapan).
Namun ketika terjadi fitnah, mereka pun berkata :
‘Sebutkan pada kami * rijaal *(rangkaian periwatan) kalian. Apabila ia 
melihat *rijaal *tersebut dari kalangan Ahlus-Sunnah, maka diterima 
haditsnya, dan jika dari kalangan ahli-bid’ah, maka tidak diterima”.

*
*

*Selasa,10 Dzulhijjah 1434 H *

Seiring dengan perjalanan jama'ah haji hari ini dari Muzdalifah ke Mina 
untuk melempar Jumroh, menyembelih qurban dan menunaikan manasik haji yang 
lain, semoga Alloh menerima amalan mereka semua. Dan seiring dengan 
keluarnya kaum muslimin di seluruh penjuru dunia Islam untuk melaksanakan 
sholat 'id dan menyembelih qurban mereka, saudara-saudara kalian di Dammaj 
masih berada di bawah pemboikotan, di bawah incaran peluru para penembak 
gelap, di bawah hujan mortir dan bombardir. Tak
ada anak-anak yang bergembira dengan datangnya hari raya ini, tidak ada 
pula perempuan yang merasa aman untuk keluar menuju tempat sholat 'id dan 
tidak pula ada yang mampu untuk berqurban. Meskipun demikian, Dammaj tetap 
bergemuruh dengan suara dzikir, takbir dan tahlil, seolah tidak sedang 
terjadi apa-apa. Yang berada di masjid mengumandangkan takbir dan tahlil, 
demikian juga yang di parit dan di tempat-tempat pertahanan mengucapkan 
takbir dan tahlil. Semoga Alloh menerima ibadah kita semua.

Kemudian juga ditegakkan suatu syiar Islam yang agung yaitu sholat 'id di 
masjid Dammaj dan di kampung Mazro'ah, di bawah hujan mortir dan peluru 
dari segala jenis senjata. Kita meminta 'afiah dan keselamatan kepada 
Alloh. Demikian dan hari Senin kemarin penuh dengan tembakan dari 
Rofidhoh   Hutsiyyin dengan berbagai jenis senjata ke arah ahlussunnah di 
Dammaj, kadang dengan penembak gelap, kadang dengan mortir, kadang B-10, 
kadang dengan peluru rentet kelas menengah dan ringan.
Segala puji bagi Alloh, tidak ada seorangpun yang tersakiti kecuali seorang 
anak kecil bernama Hamd bin Muhammad Mas'ud ketika sedang berjalan di jalan 
raya, seakan dia mengira dirinya tidak akan menjadi sasaran bagi para 
pembunuh berdarah dingin itu. Maka dia dengan santai  berjalan mengikuti 
sapi yang besok akan menjadi qurban di hari 'idnya. Akan tetapi Rofidhoh 
menghianatinya dan menghianati ketidak bersalahannya, mereka menembak tepat 
di kepalanya. Semoga Alloh merahmatinya dan menerimanya sebagai seorang 
syahid.

Kemudian di malam harinya datang berita bahwa Hutsiyyun tengah mengumpulkan 
pasukan untuk menyerang Dammaj. Maka para ikhwah mengambil posisi jaga 
masing-masing dan tidak memperdulikan isu tersebut. Tidak lama kemudian 
empat orang Hutsiyyin berusaha menyusup ke daerah Alu Mazru', maka mereka 
menjadi qurban bagi ikhwan kita sebelum hari 'ied, semoga Alloh menerima 
qurban tersebut dan memberi pahala bagi ikhwan kita. Karena Hutsiyyun tidak 
mampu untuk menarik mundur satupun dari keempat mayat tadi maka ikhwan kita 
berhasil merampas senjata dari salah satu mayat, dan mayat-mayat tersebut 
dibiarkan tergeletak begitu saja di depan ikhwan kita, *walhamdulillah*. 
Setelah itu Hutsiyyun berusaha menakut-nakuti kadang dengan rossyasy, 
kadang dengan bazooka, kadang dengan B-10. Walhamdulillah ikhwan kita tidak 
terluka sedikitpun, bahkan Alloh mengembalikan tipudaya Rofidhoh
Hutsiyyin keleher mereka, walhamdu lilahi robbil 'alamin.

*Pukul 1:30 pagi
*Hutsiyyun mulai membombardir Dammaj dengan mortir dan B-10, dari sekitar 
satu jam yang lalu, mengakibatkan tiga orang ikhwan kita  luka-luka dan 
satu orang meninggal, mereka semua dari penduduk asli Dammaj, nama-nama 
mereka akan kami sebutkan kemudian.

*Pukul 08:00 pagi*
Telah meninggal akh *Abdurrohman Ali Jabir Al Umari*, kuniahnya *Abu Syakir 
*pada jam tiga sebelum fajar, setelah beberapa hari sebelumnya mulai hari 
Rabu berada dalam keadaan koma akibat peluru yang bersarang di kepalanya. 
Kemudian pihak Hutsiyyin tidak mengijinkannya untuk dievakuasi, begitu juga 
Lajnah Penengah sang penipu mengatakan tidak bisa mengevakuasi. Semoga 
Alloh merahmati saudara kita dan menerimanya sebagai syahid.

Sumber ISNAD.Net

-- 
-- 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Untuk mengirim tulisan baru gunakan: 
[email protected]
Arsip Milis:
http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih :
www.ISNAD.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "ISNAD.Net" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke audiosalafi+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke