Koreksi: yang benar "*Syajkh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin al-Badr*"
On Thursday, August 28, 2014 7:18:47 AM UTC+7, postmaster wrote: > > Soal: > >> Apakah boleh kami untuk mendatangi majelis syaikh Abdul Rozzaq bin abdul >> Muhsin al-Badar -waffaqahulloh- di Jakarta, yang diadakan (panitia) oleh >> Turotsiyyun (Rodja,cs) dan dihadiri para hizbiyyun disana, dan siapa >> sesungguhnya dan keadaan pemahaman Syaikh Abdul Rozzaq bin Abdul Muhsin >> Al-Badr" ?? >> > > *Dijawab: Syaikh Abdul Hamid a* > *l-Hajuri -hafidzhahulloh- Diterjemahkan oleh: Abu Abdirrahman Muhammad > Irham al-Jawi * > > Berkata Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri -hafidzhahulloh- > >> " Syaikh (Abdul Rozzaq ;ed) adalah orang yang baik (pemahaman dan >> aqidahnya), AKAN TETAPI seorang muslim dilarang untuk duduk bermajelis >> dengan orang-orang maftunin (terkena fitnah manhajnya/tidak komitmen dengan >> Al Quran dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafussholeh ;ed)". >> selesai penukilan ucapan beliau. >> > > Aku berkata (penterjemah): > Adapun dalil tentang larangan untuk bermajlis dengan orang-orang yang > tidak komitmen dengan aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah > walaupun di tempat tersebut ada orang yang baik dalam agamanya, sebagaimana > firman Alloh subhanahu wa ta'ala : > > وَاتَّقُوا فِتْنَةً لاَ تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خآصَّةً > واعلموا أَنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقاَبِ > > “Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang > yang zalim saja di antara kamu. > Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfal: 25) > > demikian pula hadits ummilmu'minin Aisyah : bahwa Rasulullah Shallallahu > ‘alaihi wa sallam bersabda: > >> “Sekelompok pasukan akan menyerang Ka’bah, ketika mereka telah sampai ke >> tanah lapang yang luas mereka semua akan dibinasakan dari awal sampai akhir >> mereka. >> >> Aisyah bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, bagaimana mungkin >> mereka semua akan dibinasakan dari awal sampai akhir, >> sedangkan di antara mereka terdapat orang-orang yang hendak berdagang, >> dan terdapat pula orang yang tidak termasuk golongan mereka?” >> >> Rasulullah bersabda, “Mereka dibinasakan dari awal sampai akhir kemudian >> mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat mereka masing-masing.” >> (HR Al-Bukhari, No. 2118; Muslim, No. 2884). >> > > > Berikut kalam ulama tentang dalil-dalil diatas: > Telah berkata Abu ‘Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal rahimahullah : > > أُصُولُ السُّنَّةِ عِنْدَنَا : ....تَرْكُ الْجُلُوسِ مَعَ أَصْحَابِ > الْأَهْوَاءِ. > > “Prinsip-prinsip sunnah menurut kami adalah…….meninggalkan bermajelis > (duduk-duduk) bersama para pengekor hawa nafsu”. > > > Dari Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma, bahwasannya ia pernah berkata : > > > "لا تجالس أهل الأهواء، فإن مجالستهم ممرضة للقلوب". > “Janganlah kalian bermajelis dengan para pengekor hawa nafsu > (ahlul-ahwaa’), > karena bermajelis dengan mereka itu menjadi sebab sakitnya hati" > > [Sanadnya shahih – Asy-Syari’ah, atsar no. 55. Dikeluarkan oleh Ibnu > Baththah no. 619 dari jalan Al-Aajurriy]. > > Dari Mubasysyir bin Isma’il Al-Halabiy, ia berkata : > > > قيل للأوزاعي : إن رجلا يقول : أنا أجالس أهل السنة، وأهل البدعة؟. فقال > الأوزاعي : هذا رجل يريد أن يساوي بين الحق والباطل. > > “Dikatakan kepada Al-Auza’iy : ‘Sesungguhnya ada seseorang yang mengatakan > : > Kami akan bermajelis dengan Ahlus-Sunnah dan Ahlul-Bid’ah ?’. > Maka Al-Auza’iy berkata : ‘Sesungguhnya orang tersebut hendak menyamakan > kebenaran dan kebathilan’ “ > [Al-Ibaanah 2/456]. > > > Dalam sebuah hadits shahih, bahwasannya Nabi *shallallaahu ‘alaihi wa > sallam *bersabda : > >> *“Barangsiapa yang mendengar tentang Dajjal, hendaklah ia lari darinya >> sejauh-jauhnya. Sesungguhnya kelak ada seorang laki-laki yang menyangka >> dirinya dalam keadaan beriman – dan keadaannya terus demikian – hingga >> kemudian ia mengikuti Dajjal dikarenakan berbagai syubhat yang ia temui >> pada dirinya (Dajjal)”* [Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad, Abu Dawud, dan >> selain keduanya – lihat *Shahihul-Jaami’* no. 6301]. >> > > Telah berkata Asy-Syaikh Ibnu Baththah rahimahullah ketika mengomentari > hadits di atas : > > هذا قول الرسول صلى الله عليه وسلم، فالله الله يا معشر المسلمين لا يحملن > أحدًا منكم حسنُ ظنِّه بنفسه وما عهد من معرفته بصحة مذهبه على المخاطرة بدينه > في مجالسة بعض أهل هذه الأهواء فيقول أداخله لأناظره، أو لأستخرج منه مذهبه، > فإنهم أشد فتنة من الدجال، وكلامهم ألصق من الجرب، وأحرق للقلوب من اللهب، > ولقد رأيت جماعة من الناس كانوا يلعنونهم، ويسبونهم في مجالسهم على سبيل > الإنكار والرد عليهم، فما زالت بهم مباسطة، وخفي المكر، ودقيق الكفر، حتى > صَبَوْا إليهم > > “Sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ini, maka takutlah kepada > Allah wahai sekalian kaum muslimin ! Janganlah ada seorangpun di antara > kalian yang berprasangka baik pada dirinya sendiri dan pengetahuan tentang > kebenaran madzhabnya sehingga ia mempertaruhkan agamanya untuk > bermajelis/duduk-duduk bersama sebagian pengekor hawa nafsu. Ia > melakukannya dengan alasan : ‘Aku masuk kepada mereka untuk mendebatnya’ > atau ‘aku akan keluarkan mereka dari madzhabnya yang bathil’. Karena > sesungguhnya mereka (para pengekor hawa nafsu/mubtadi’) ini lebih hebat > fitnahnya daripada Dajjal. Perkataan mereka lebih gampang menempel pada > jiwa dibanding penyakit kudis dan lebih dapat membakar hati dibanding api. > Sungguh aku pernah melihat sekelompok manusia yang dulunya melaknat dan > mencaci-maki mereka pada majelis-majelis mereka dalam rangka pengingkaran > dan bantahan kepada mereka. Dan ketika mereka senantiasa senang bermajelis > dengan pengekor hawa nafsu/mubtadi’ seperti itu, akhirnya timbullah > kecenderungan dan kecintaan kepada mereka, karena samarnya makar dan > lembutnya kekufuran mereka” [Al-Ibaanah, 3/470]. > > > Jakarta, 2 Dzulqoddah 1435H -- -- ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Untuk mengirim tulisan baru gunakan: [email protected] Arsip Milis: http://www.mail-archive.com/[email protected]/ Audio/Artikel Belajar Manhaj dan Aqidah Yang Shahih : www.ISNAD.net ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "ISNAD.Net" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
