Pak Sopian,
Anda bisa saja hehehe...

Entah ya... dari dulu memang saya sempat "mempermasalahkan" hal ini. 
Contoh paling gampang adalah sistem studio/rekaman. Karakter sistem 
keseluruhannya (dari perangkat rekam sampai speaker), 
bersuara "jujur" dengan "detail" luar binasa (sangat tidak nyaman 
untuk didengar - bikin kuping cape). Akan tetapi buat para master 
sound engineer, mereka memang mencari sistem yang "super detail" ini 
agar bisa mendengar cacat suara dengan mudah (walaupun kita tetep aja 
sering denger rekaman cacat qeqeqe).

Tapi saya setuju sekali. Semuanya kembali ke selera asal. Sistem 
apapun asalkan suaranya tidak "brebek" atau "cacat" tetap dikatakan  
bagus, karena toh tergantung preferensi yang punya/yang setup. Tidak 
ada yang salah dengan hal ini.

Saran saya boleh Pak cobain Onkyo punya sound card. Pengen tau juga 
pendapat Bapak atas sound card ini.

Thanks.

Sincerely,
Jimmy Auw.

--- In [email protected], "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak Jimmy,
> Orang yang bisa menebak xo point dari speaker dengan hanya 
mendengar 
> suaranya tanpa mengukur atau melihat xo-nya, kalo dikatakan punya 
> kuping pangsit, ya pangsitnya dari platinum, betul enggak.
> 
> Pak Jimmy belum puas dengan suara PC audio, barangkali masalah 
selera. 
> Atau mungkin sinergi dgn perangkat yg lain belum dapat. Kalo 
pendapat 
> saya mengenai sistem saya, suaranya tidak bisa dikatakan warm 
betul, 
> tapi mungkin slightly warm lebih cocok, tapi kalo dingin sih nggak.
> 
> Kalo pak Jimmy menghabiskan banyak waktu di depan komputer, ayo 
coba 
> lagi di-tweak biar betul bagus, kan enak kerja sambil dengar lagu 
> dengan kualitas suara prima. Tapi kalo terlalu bagus juga berabe, 
nanti 
> lebih banyak terpekur di depan komputer, hehe..
> 
> Salam,
> Sopian
> 
> >----Original Message----
> >From: [EMAIL PROTECTED]
> >Date: Dec 2, 2008 21:32 
> >To: <[email protected]>
> >Subj: RE: [avifans] Music Playback From A Computer â?&quot; The 
> Audiophile&#39;s Concerns Article Submitted By Daniel Weiss Of 
Weiss 
> Engineering Ltd.
> >
> >Pak Sopian,
> >Saya sudah pake solusi ini sejak lama... sound card bahkan saya 
> pernah "minjam" punya teman (Lynx Aurora) yang harganya cukup 
aduhai, 
> sekitaran $3000 dulu, sekarang mungkin lebih murah (untung cuman 
> minjam).. ditambah lagi D/A external Lavry yang harganya juga 
aduhai 
> sekali ($2000-an)... player audio sih sudah dari dulu pake Foobar 
> (sejak 0.4x kayanya)... dan rip memang selalu pake EAC...
> >
> >Menurut pendapat saya pribadi... suara dari komputer memang bagus, 
> detail, tapi soul-nya enggak dapat... dingin gitu kayanya... even 
pake 
> D/A external atau bahkan ditambah clock external juga... entah 
> kenapa... mungkin kuping saya yang pangsit... saya sendiri dari 
dulu 
> memang menghabiskan waktu lebih dari 12 jam/day di depan 
komputer/NB 
> dan most likely source audio saya juga dari PC/NB... di NB biasanya 
> pake sound card external "biasa-biasa saja" (Terratec Aureon 
FireWire 
> 7.1), sementara di PC pake ESI Juli@ dan EMU1820M.
> >
> >Beberapa sound card baru yang mengincar kelas audiophile macam 
Onkyo, 
> mulai bersuara lebih analog dan lebih musical (even dibandingkan 
sound 
> card mahal yang umumnya kelas professional seperti Lynx di atas)... 
> tapi ya solusinya masih terbatas ama Onkyo ini... dan jeleknya dia 
> belum support ASIO... Mungkin kalo ada yang mau coba suara yang 
lebih 
> musical dengan PC, boleh coba sound card dari Onkyo ini...
> >
> >Sedikit tips lagi, kalo pake soundcard USB/FireWire external, 
> sebaiknya bikin PSU dedicated, lebih bagus kalo berjenis regulator 
> macam dari Borbelly atau Jung... improvementnya dashyat sekali 
> dibandingkan power dari USB ataupun adaptor abal2 yang biasanya 
> disertakan di paket penjualan...
> >
> >Sebagai solusi mobile, saya pake ipod.. suaranya juga sama... 
dingin 
> hihihi... untung cuman buat temen tidur aja :D
> >
> >Ya segitu deh cerita dari saya...
> >
> >Mungkin pendapat orang lain akan berbeda... silakan di share aja...
> >
> >Thanks.


Kirim email ke