Operasi Caesar & Risikonya
Mother And Baby Mon, 03 Dec 2007 

Hanya karena dianggap lebih praktis dan tidak terlalu menyakitkan. Kini proses 
melahirkan melalui operasi caesar sudah dianggap lazim. Padahal sebelumnya, 
keputusan untuk melakukan operasi caesar hanya boleh dilakukan jika ada 
indikasi medis tertentu, demi keselamatan ibu dan janin.

Sebelum menyetujui atau memutuskan akan menjalani operasi caesar, ketahui 
dahulu berbagai risiko yang akan dialami ketika dan pascaoperasi.

Apakah operasi sesar itu?

Tindakan ini biasa juga disebut dengan cectio cecarea. Metode ini adalah proses 
medis yang membantu kelahiran dengan menyayat dinding perut (abdomen) dan 
dinding rahim (uterus). Teknik ini berkembang sejak akhir abad 19 sampai tiga 
dekade terakhir abad 20. Selama periode ini, terbukti telah terjadi penurunan 
angka kematian ibu bersalin dari 100% menjadi 2%.

Jika dulu hanya dikenal teknik operasi caesar klasik (corpora) dengan sayatan 
membujur dari bawah pusar ke arah tulang kemaluan. Kini sayatan bisa melintang 
dari kiri ke kanan di atas tulang kemaluan (trans profunda). Secara estetis, 
teknik pembedahan baru ini lebih baik, karena berbeda dengan bekas operasi 
caesar klasik, dengan sayatan trans profunda bekas operasi tidak terlihat.

Kapan tindakan operasi caesar diperlukan?

Tindakan medis ini hanya dilakukan jika ada masalah pada proses kelahiran yang 
bisa mengancam nyawa ibu dan janin. Misalnya, bayi terlilit tali pusar, jalan 
lahir tertutup plasenta persalinan macet, preeklamsia, bayi dalam posisi 
sungsang serta terjadi perdarahan sebelum proses persalinan.

Namun tidakan operasi caesar ini bisa direncanakan atau diputuskan jauh-jauh 
hari sebelumnya. Operasi caesar ini disebut dengan operasi caesar elektif. 
Kondisi ini dilakukan apabila dokter menemukan ada masalah kesehatan pada si 
ibu atau si ibu menderita suatu penyakit sehingga tidak memungkinkan untuk 
melahirkan secara normal. Misalnya, si ibu menderita diabetes, mengidap HIV 
serta penyakit jantung. 

Prosesnya

Umumnya operasi caesar dibantu dengan suntikan bius epidural atau spinal. 
Dengan cara ini Anda akan tetap sadar dan bisa melihat serta bisa langsung 
menggendong bayi saat diangkat. Namun pandangan Anda akan terhalang oleh tirai 
sehingga Anda tidak dapat melihat jalannya operasi.

Kekurangan operasi caesar

Memerlukan waktu penyembuhan luka rahim yang lebih lama daripada persalinan 
normal. 
Selama luka belum sembuh, ibu akan lebih sering merasa nyeri pada luka bekas 
operasi. Bahkan rasa nyeri akan kerap terasa sampai beberapa hari setelah 
operasi. 
Harus lebih sering melakukan check-up untuk memastikan tidak terjadi infeksi 
lanjutan. 
Adanya parut luka di rahim akan membatasi jumlah tindakan operasi caesar 
sehingga jumlah anaknya juga akan terbatas. 

Kapan boleh hamil lagi?

Menurut Dr. Thomas D. Shipp dari Harvard University di Boston, Massachusetts, 
AS, perempuan yang melahirkan kembali dalam kurun waktu 18 bulan setelah 
operasi caesar, kemungkinan rahimnya robek (ruptur uteri) adalah sebesar tiga 
kali lipat dibandingkan mereka yang menunggu lebih lama sebelum melahirkan 
kembali. Hal ini karena belum selesainya penyembuhan luka rahim karena operasi 
caesar pertama.

Kelak, bolehkah melahirkan secara normal?

Sekitar 75% ibu yang pernah melahirkan melalui operasi caesar bisa melahirkan 
secara normal pada persalinan berikutnya.

Apakah ada pengaruhnya terhadap bayi?

Tidak ada bukti yang cukup kuat mengenai dampak buruknya terhadap bayi yang 
dilahirkan secara caesar. Cara terbaik bagi bayi Anda adalah dilahirkan dengan 
cara yang teraman, baik secara operasi caesar atau normal. 

Sumber: conectique.com


      
____________________________________________________________________________________
Get easy, one-click access to your favorites. 
Make Yahoo! your homepage.
http://www.yahoo.com/r/hs 

Kirim email ke