***********************
Your mail has been scanned by InterScan.
PT. AJ Central Asia Raya
***********-***********


Tribun Timur Makassar.  - Sabtu, 05-01-2008 
                               

Hati-hati, TV Bikin Otak Bayi Tumpul
                                Hasil Penelitian
                                 
                                Stasiun TV kerap menawarkan program
khusus untuk anak dan bayi. TV mengklaim program tersebut bagus
untuk perkembangan anak dan bayi.
                                Nyatanya, sejumlah peneliti dari
dokter spesialis anak menyimpulkan TV sama sekali tak ada gunanya
bagi bayi.
                                 
                                Bahkan TV menjadi penyebab otak bayi
tak berkembang dan tumpul.
                                "Acara khusus televisi dan DVD
rancangan khusus bagi bayi yang mengklaim dapat meningkatkan
perkembangan otak secara nyata lebih membawa pengaruh buruk bagi
perkembangan otak bayi," demikian pernyataan dokter ahli yang dimuat
dalam majalah kedokteran Jerman, Neu-Isenburg, belum lama ini.
                                Bayi belajar mengalami gangguan dari
televisi, kata laporan ilmuwan yang mengacu kepada daya kerja otak
yang merupakan penelitian Profesor Manfred Spitzer dari Ulm,
Hamburg, Jerman.
                                Menurut Spitzer, bayi tak dapat
memproses rangkaian dari tampilan benda maupun suara dari televisi.
                                Spitzer mengatakan dalam satu
penelitian di AS, sekelompok bayi yang memiliki kisaran umur
sembilan hingga 12 bulan dibacakan cerita dalam bahasa Cina
sementara sekelompok bayi lainnya mendengarkan cerita yang sama dari
sebuah televisi.
                                Bayi-bayi dari kelompok pertama
dalam waktu dua bulan berselang dapat mengenali suara dalam bahasa
Cina namun kelompok dua yang melulu hanya mendengarkan dan melihat
tampilan layar di televisi tidak mempelajari apapun.
                                Para peneliti otak mengatakan bahwa
letak televisi yang salah dapat berbahaya apabila seorang dewasa
membacakan cerita bagi bayinya.
                                Menurut satu penelitian lainnya yang
melibatkan 1.000 keluarga yang memiliki bayi dengan kisaran usia
delapan hingga 16 bulan yang secara berkala dibacakan cerita, maka
anak-anak tersebut mengenali atau mengetahui jumlah kata delapan
persen lebih banyak dari rata-rata.
                                Jumlah perbendaharaan kata anak-anak
yang banyak melihat acara Baby TV atau DVD yang khusus diperuntukkan
bagi bayi adalah 20 persen lebih rendah dari jumlah kata yang
dimiliki anak-anak secara rata-rata.
                                Video Bayi
                                Sebuah penelitian juga dilakukan di
AS, tahun lalu, juga mengungkapkan, rekaman yang dimaksudkan untuk
merangsang pertumbuhan otak bayi malah justru memperlambat
perkembangan kosakata pada bayi, jika semua itu digunakan secara
berlebihan.
                                Peneliti dari University of
Washington, Frederick Zimmerman, mengungkapkan, video khusus bayi
itu justru membuat bayi yang berusia antara delapan bulan hingga 16
bulan  memahami kata-kata lebih sedikit.
                                Bayi yang menonton video dan DVD
bayi selama empat jam per hari rata-rata memahami enam sampai
delapan kata lebih sedikit dibandingkan dengan bayi yang tidak
menontonnya.
                                Bayi yang lebih tua tak terpengaruh
atau terbantu oleh video itu, kata para peneliti tersebut dalam
Journal of Pediatrics.
                                "Fakta paling penting yang datang
dari studi ini ialah tak ada bukti jelas mengenai manfaat yang
berasal dan DVD dan video, dan ada petunjuk mengenai keburukannya, "
kata Zimmerman.
                                Zimmerman dan rekannya melakukan
wawancara telepon secara acak dengan lebih dari 1.000 keluarga di
Minnesota dan Washington yang memiliki bayi dan mengajukan
pertanyaan terperinci mengenai kegiatan menonton video dan televisi.
                                "Hasilnya mengejutkan kami, tapi
semuanya masuk akal. Hanya sejumlah jam terbatas saat bayi melek dan
sadar," kata Andrew Meltzoff, ahli psikologi yang ikut dalam studi
itu.
                                "Jika bayi belajar mengenal kata
lewat DVD dan TV, dan bukan dengan orang yang berbicara dengan cara
kebapakan atau keibuan, gaya bicaya melodis yang kita gunakan dengan
anak kecil, bayi tak memperoleh pengalaman linguistik yang sama,"
kata Meltzoff.
                                Dua penelitian ini sepakat orangtua
adalah guru pertama dan terbaik bagi bayi.
                                Bayi secara insting menyesuaikan
cara bicara, pandangan mata, dan tanda sosial guna mendukung
ketepatan bahasa.
                                Menonton TV dan DVD yang menarik
perhatian mungkin bukan pengganti yang setara bagi interaksi hangat
sosial manusiawi pada usia ini.





mediacare
http://www.mediacar e.biz <http://www.mediacare.biz>





Regards,

MegA

Corporate Communication and Legal

PT. AJ. Central Asia Raya

Wisma Asia Lt. 11

Jl. Let. Jend. S. Parman Kav. 79

Slipi Jakarta Barat

Telp : +6221 5637901

Fax : +6221 5637902

www.car.co.id



________________________________

From: Ayahbunda-Online@yahoogroups.com
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Yessi Dian Sari
Sent: Wednesday, May 07, 2008 17:10
To: Ayahbunda-Online@yahoogroups.com
Subject: RE: [Ayahbunda-Online] Psikiater Anak



Mbak Yusri,

Wah..makasih banget masukannya. Ternyata keponakanku ga sendirian...Iya
sih, di masyarakat kita membawa anak ke psikolog masih dianggap hal yang
memalukan. Padahal manfaatnya banyak sekali. Apalagi keponakan saya ini
lumayan cerdas untuk anak seumurnya, menurut saya sayang sekali jika
ternyata ada bakat lain yang gak tergali hanya karena Ibunya malu
membawa anaknya ke psikolog. Kecuali ibunya rajin memantau perkembangan
anaknya ya...Masalahnya ipar saya ini ga rajin hehehe......saya yang
gemes jadinya....
Btw, thanks for the info, Mbak....

Rgd,
Yessi

-----Original Message-----
From: Ayahbunda-Online@yahoogroups.com
<mailto:Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com>
[mailto:Ayahbunda-Online@yahoogroups.com
<mailto:Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of - Yusri -
Sent: Wednesday, May 07, 2008 5:04 PM
To: Ayahbunda-Online@yahoogroups.com
<mailto:Ayahbunda-Online%40yahoogroups.com>
Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Psikiater Anak

Hai Mbak Yessi......
Sepertinya anak yg senang hanya dengan 1 hal tertentu belum tentu
bermasalah.
Memang autis itu spektrum nya luas. Tapi bukan berarti anak yang senang
dengan 1 jenis mainan artinya juga autis.

Anak laki2 saya juga hanya senang dengan permainan mobil2an dan segala
hal mengenai dunia dinosaurus.
Sejak usia 3thn (saat belum bisa membaca), anak saya sudah sangat
mengenal jenis2 mobil hanya dengan melihat type cahaya lampu mobil tsb
di malam hari.
Dan sejak usia 3 thn pula dia sudah sangat hafal nama2 latin semua jenis
dinosaurus. Sampai sekarang usia 10thn semua hobbinya itu semakin
menjadi2. Buku2 yg dia beli baik dalam bahasa inggris atau bahasa
indonesia selalu tentang dinosaurus. Mobil2an kecil koleksi dia sejak
usia 1thn sampai sekarang masih awet dia mainkan sepulang sekolah.

Setiap sepulang sekolah juga anak saya itu selalu menggambar dinosaurus
atau mobil.

Bagi saya juga hal itu memang bukan masalah, tentu saja sejauh tidak ada
keluhan lain yg ada pada anak itu.

Tidak mudah menyarankan seorang ibu utk membawa anaknya konsultasi pada
seorang psikolog. Jangankan memang tidak ada masalah pada anak nya,
kadang2 anak yg nyata2 bermasalah saja sang ibu enggan dan tidak mau
menerima kenyataan utk datang dan konsultasi kepada seorang psikolog.
Karena dalam konotasi mereka, merupakan suatu yg memalukan jika datang
ke psikolog.

Regards,
YUSRI
email: [EMAIL PROTECTED] <mailto:yusribb%40yahoo.co.id>

Sent from my BlackBerry(r) wireless device

DISCLAIMER:
Tripatra ( the Company ) does not accept any liability in respect of
communication made by its employee which is contrary to the company
policy or outside the scope of the employment of the individual
concerned. The employee responsible will be personally liable for any
damages or other liability arising.




Kirim email ke