hai, menurut saya sih menyenangkan sekali punya teman seperti kamu yang selalu bisa ngasih nasehat kaya gitu..saya ga ngerasa ada yang salah kok dengan dukungan kamu..tapi ya semuanya itu kan kita hanya bisa kembalikan kepada kehendak Tuhan.. manusia hanya bisa berencana dan berusaha, semua itu ud diatur, dan pastinya juga itu adalah yang terbaik yang diberikan Tuhan kepada kita...
ibunya ezra ----- Original Message ---- From: novia novia <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, May 28, 2008 1:47:10 PM Subject: [Ayahbunda-Online] help: salah mendukungkah saya? hi bunda semuanya .. semoga ada waktu untuk membaca postingan ini. saya berteman baik dengan salahsatu member milis ini dengan beremail ria dan terakhir telpon-telponan. kami merasa senasib sebab saat kehamilan muda mengalami perdarahan dan harus bedrest dan sebagainya. kemudian belakangan, saya baru tahu bahwa teman kita ini tidak hanya perdarahan biasa. sekitar 2 bulan yang lalu malah tidak sadarkan diri dan dirawat di ICU selama beberapa hari. saya sempat bertanya-tanya dengan dokter. dengan terbatasnya data dari ceritanya, rupanya teman kita ini mengalami pre eklamsia. sehingga ada kemungkinan kehamilannya tidak bisa dipertahankan. sebab akan membahayakan ibunya. apalagi janinnya kecil juga sehingga dikhawatirkan tumbuh kembangnya tidak berjalan baik. teman kita ini akhirnya menceritakan kejadiannya dan ternyata dia sudah tahu kemungkinan aborsi. selama 2 bulan terakhir ini kelihatannya dia sehat-sehat saja. memang sering kram dan susah makan. tapi menurut saya ini wajar dialami ibu hamil. setiap kali kontak, saya mengingatkan untuk menjaga kesehatan, makan dan minum yang bergizi, banyak istirahat dan berdoa. kadangkala saya menangkap dia sangat berat dan tertekan menjalani kehamilannya. sebab ada masalah keluarga yang membayangi. dan kelihatannya dia tidak berbagi masalah ini. jadi pasti sangat berat. begitu berat sampai memicu perdarahan hebat lagi kemarin siang. menurutnya, baru saja bercerita ke milis tentang masalahnya. tapi sampai menit ini saya tidak nemu curhatannya di milis. malam hari dibawa ke rumah sakit akhirnya dokter menyarankan untuk aborsi. katanya siy, karena perdarahan ini berulang terus. kondisinya membahayakan ibu. dilihat via usg si bayi masih hidup dan bergerak aktif. dia sempat bertanya kepada saya. apakah bayinya merasakan kesedihan dan kemarahan dalam dirinya? saya menjawab, tentu saja bayi merasakan-mendengar semua yang diarasakan dan didengar ibunya. kesehatan metal ibu mempengaruhi kondisi emosional bayi dan tumbuh kembangnya. saya kasih tahu juga bahwa sebaiknya urusan lain selain kehamilan dan kesehatan bayi disingkirkan dulu. fokus saja pada kehamilan supaya kuat sehat dan nanti lancar saat melahirkan. banyak berda agar bayinya juga tumbuh sehat dan kuat. yang dianjurkan dokter juga dijalankan. pokoknya, meski terdengar sok tahu, saya mengingatkan dia pentingnya menjaga kesehatan dan kehamilannya. banyak sekali yang saya ceritakan termasuk bahwa kehamilan adalah anugerah yang layak disyukuri. tidak setiap perempuan bisa hamil dan menjadi ibu. jadi rawatlah baik-baik. dia bukan sekedar sesuatu yang hidup. anak adalah bagian dari dirimu. dia sepenuhnya bergantung padamu. pagi tadi saya baru tahu bahwa untuk menghindari kemungkinan aborsi, keluarganya membawanya ke pekalongan. jadi semalaman dia menempuh jalan darat dari jakarta dengan membawa perawat dari rumahsakit sambil diinfus dan ditransfusi. semalam sudah menghabiskan 2 kantong darah. sebab perdarahan tidak berhenti. dia sangat kesakitan. saya mengerti itu. saya pernah mengalaminya meski tidak sehebat itu. saya benar-benar kasihan. menurut versi medis, memang sebaiknya diaborsi. demi mendengar bayinya masih hidup dan keluarganya berjuang membawanya jauh dari jakarta untuk memberikan kesempatan hidup untuk keduanya, saya juga mendukungnya untuk berusaha dulu. memberi kesempatan bagi keduanya. saya menganggap anak adalah anugerah dari Tuhan yang tentunya disertai kekuatan untuk menerimanya. saya pernah membaca ada seorang bunda yang koma 2 bulan selama kehamilan tapi karena semangat hidupnya yang kuat akhirnya dia sadar kembali dan melahirkan bayinya secara normal. lalu membaca in memoriam ancillo yang mengharukan. bagaimana sang dokter memberi semangat untuk memberi kesempatan hidup kepada bayi. dan bagaimana sang ibu menerima kesempatan untuk menimang bayinya meski hanya sebentar. tapi belakangan saya berpikir, bagaimana kalau dukungan saya ini jadi berlawanan dengan keputusan medis? bagaimana kalau dia berpegang pada kata-kata saya lalu melawan keputusan medis? rumah sakit yang di pekalongan ini, salahsatu dokternya adalah adik ayahnya. menurut beliau kalau mau masih bisa dipertahankan. itu sebabnya keluarganya bertekad membawanya perjalanan jauh dengan kondisi yang mengkhawatirkan. saya juga berpesan padanya bahwa kalau Tuhan memang memberimu rezeki anak ini, maka akan ada keselamatan dan kemudahan menyertainya selama kamu juga menerimanya dengan sabar dan ikhlas. kalau pun Tuhan sekarang sedang mengujimu, mungkin lainkali Tuhan memberikan rezeki yang lain. bersabar dan banyak berdoalah. saya menyarankan untuk mengajak bayinya berkomunikasi. agar semua yang dijalani ini lebih mudah. menurut saya, bayi pun tidak sekedar hidup dalam tubuh bunda. dia juga berjuang untuk kehidupannya. nanti dia juga berjuang untuk mencari jalan saat kelahirannya. tapi dia tidak bisa sendirian. salahkan apa yang saya katakan untuk teman kita ini? saya hanya bisa berharap dan berdoa agar dia dan bayinya diberi keselamatan dan kesehatan dan kekuatan. salam prihatin,
